Scroll untuk baca artikel
Berita

Berburu Mobil Klasik, Apakah Harganya Cukup Murah?

×

Berburu Mobil Klasik, Apakah Harganya Cukup Murah?

Share this article
berburu-mobil-klasik,-apakah-harganya-cukup-murah?
Berburu Mobil Klasik, Apakah Harganya Cukup Murah?

Menyebut istilah mobil klasik, dalam benak kita bakal terbesit pikiran sebuah mobil lawas dengan desain eksotis. Umumnya, mobil klasik ini merupakan mobil tua dari merek asal Eropa dan Amerika. 

Kenapa bukan merek Jepang? Ini karena kesan istimewa dan premium tidak banyak tersemat di mobil Jepang yang hadir antara tahun 1950 hingga 1980. Hanya segelintir mobil Jepang yang pantas menyandang istilah mobil klasik. 

Hal yang perlu dipahami di sini ialah mobil tua belum tentu klasik, tapi mobil klasik pasti sudah tua dan antik. Itulah yang jadi alasan kenapa banyak mobil Jepang yang tidak dianggap klasik, karena tidak ada suatu hal yang dirasa spesial seperti desain, performa, maupun ketangguhannya. 

Masih seputar mobil klasik, sebenarnya harga yang ditawarkan tak selalu mahal. Ada beberapa mobil klasik yang harganya masih murah atau masuk akal untuk dibeli kalangan non kolektor. 

Berikut ini lima mobil klasik yang harganya masih cukup normal untuk kalangan umum. 

1. Mercy Tiger, Mobil Klasik Simbol Orang Kaya Lama


Bicara soal mobil klasik memang tak akan ada habisnya, apalagi mobil besutan Mercedes-Benz.  Sedan yang memiliki nama asli sebagai Mercedes-Benz W123 ini sekarang popularitasnya naik daun. 

Kini untuk Mercy Tiger tipe 280 E dengan transmisi otomatis harganya setara Toyota Agya. Namun untuk varian bawah seperti 200 atau 230 dengan transmisi manual, harga bekasnya masih banyak yang di bawah Rp100 juta. 

Istilah julukan tiger ini sebenarnya adalah istilah dari akronim macan. Macan dalam hal ini bukan binatang tapi singkatan dari manis dan cantik. Supaya kelihatan ‘modern’ dan western, maka digunakan istilah tiger. 

Mobil ini masuk ke Indonesia antara tahun 1977 sampai 1985.
Konon, dulu mobil ini kebanyakan hanya dipakai oleh warga negara asing atau pejabat kedutaan asing yang bertugas di Jakarta. Karena modelnya yang elegan sehingga membuat orang yang melihatnya terkesan sebagai sedan yang manis dan cantik.

W123 untuk pasar Indonesia hanya terdapat 4 tipe, yaitu 200, 230, 230E, 280 dan 280E. Ada juga tipe 240D walaupun jarang dan menjadi collector item karena bermesin diesel yang langka. Keunikan dari teknologi injeksi pada W123 yaitu sistem injeksinya memakai sistem jetronic. 

2. Land Rover Seri III

Mobil Inggris terkenal dengan desain yang gagah, dan untuk Land Rover dikenal dengan keperkasaan di medan off road. Keunikan dari Land Rover jadi satu-satunya kendaraan 4×4 yang lahir dengan bodi aluminium. 

Harga bekas Land Rover saat ini cukup mahal karena nilai historis dan juga keperkasaan di medan off road. Jika menilik harga jual di situs-situ jual beli mobil online, harga pasaran Land Rover Seri III termurah berada di kisaran Rp 200 juta. 

3. Toyota FJ40, Jip Ikonik dari Jepang


Kalian mungkin sudah tidak asing dengan mobil yang satu ini. Ya, Land Cruiser ialah mobil penjelajah paling sukses di muka bumi. Tidak berlebihan karena memang Toyota merancang Land Cruiser agar tangguh tapi tetap mudah ditangani saat menjelajah di tengah hutan. 

Untuk Land Cruiser produksi di Indonesia hanya ada versi Hardtop tiga pintu. Sementara versi Canvas Top lebih banyak digunakan untuk kepentingan militer. Jadi ini adalah awal mula kenapa mobil ini disebut juga Toyota Hardtop oleh masyarakat Indonesia.

Harga Land Cruiser seri FJ40 kini cukup mahal, kisaran harga termurah sudah di angka Rp200 juta. Harganya gelap tergantung kondisi kendaraan dan mood penjual. 

Toyota FJ40 juga memiliki tampang yang kekar, macho, dan maskulin sehinga mampu mendongkrak percaya diri orang yang berada dalam kabinnya. Image bengis inilah yang juga membuat sang Hardtop sering dipakai sebagai mobil penjahat di film era 80-an.

Land Cruiser Seri 40 selesai diproduksi pada tahun 1984. Era 80an menjadi masa dimana popularitas Toyota Land Cruiser FJ40 begitu hits. Bahkan mobil ini sempat dikenal sebagai mobil penculik, karena seringkali digunakan dalam adegan penculikan anak-anak pada masa tersebut. 

Umumnya para pengguna atau pemilik Land Cruiser FJ40 ini berasal dari kalangan atas atau petinggi militer dan polisi. Mobil ini biasanya juga digunakan oleh bos perusahaan maupun tuan tanah, atau bahkan bos preman. Bentuk yang maskulin dan gagah membuat kepercayaan diri pengemudinya langsung membuncah. 

4. VW Beetle, Mobil Klasik yang Cukup Famous di Dunia 


Mobil yang satu ini tentu sudah tidak asing karena desainnya yang outstanding dan ikonik. Ya, Volkswagen Beetle ini oleh masyarakat dijuluki sebagai mobil kodok atau VW Kodok karena bentuknya yang bulat seperti punggung kodok.

Kiprah VW Kodok atau dengan nama resmi Type 1 dimulai pada 1938. Adolf Hitler berkeinginan untuk membuat mobil yang terjangkau bagi para pekerja di Jerman secara besar-besaran. Sebutan Beetle berasal dari The New York Times, nama itu akhirnya populer sampai sekarang.

Hitler juga menjadi orang pertama yang memiliki mobil VW Type 1 yang pada saat itu disebut VW Beetle Convertible. Saat perang dunia kedua meletus, Volkswagen menghentikan produksi Beetle. Jerman saat itu lebih mengutamakan perang, sehingga produksi mobil untuk sipil dikesampingkan.

Pada 1946, setelah perang dunia 2 berakhir, pabrik VW dikuasai oleh Inggris dan produksi berlanjut dipimpin oleh Angkatan Darat Inggris. 

Di bawah Inggris, VW sukses memproduksi Beetle dan meningkat secara drastis selama dekade berikutnya. Produksi VW Type 1 hampir mencapai satu juta unit pada tahun 1955. 

Kemudian VW Beetle masuk ke Indonesia pada tahun 1952, yang dibawa oleh PT Piola sebagai agen tunggal dan importir mobil-mobil merek VW pada saat itu. 

Untuk harga bekas VW Beetle ini masih tergolong wajar untuk sebuah mobil klasik. Untuk kondisi layak pakai pasarannya antara Rp50-80 juta. Sedangkan untuk VW Beetle dalam kondisi cukup sempurna biasanya sudah di atas Rp100 juta. 

5. VW Kombi, Minibus Ikonik Khas Jerman

Kamu yang tumbuh besar pada dekade 1980-1990an mungkin tidak asing dengan sosok VW Kombi. Ya, minibus dengan nama asli yaitu VW Transporter ini cukup beken sebagai mobil penumpang dan sebagian lagi menjadi angkutan barang.

Kombi generasi pertama dengan kode sasis T1 telah hadir di Indonesia namun kalah populer dari T2. Kombi T1 ini di kalangan masyarakat dinamai sebagai Kombi Dakota.

Kombi T2 ini merupakan generasi kedua yang pertama kali masuk pada tahun 1968 dan dijual hingga 1985 di Indonesia. Dalam periode tersebut, Kombi hadir dalam dua versi produksi yakni Jerman dan Brazil. 

Setelah menuai sukses melalui Volkswagen T2 produksi Hannover (Jerman), pada tahun 1979, PT Garuda Mataram memperkenalkan pengganti dari VW Kombi Jerman dengan VW Kombi produksi Brazil. Perbedaan negara tempat Kombi ini diproduksi alasannya karena di Jerman sudah berhenti memproduksi Kombi.

Antara versi Jerman dan versi Brazil terdapat beberapa perbedaan fisik desainnya. Kombi Jerman versi awal dikenal dengan istilah VW Kombi Kumis. Ciri khasnya ada pada bagian depan, letak lampu seinnya berada dibawah lampu depan. Kemudian untuk bentuk air scoop pada pilar belakangnya berbentuk melengkung.

Soal harga, VW Kombi kini semakin mahal untuk unit dalam kondisi baik dan terawat. Harga termurahnya mulai Rp70 juta untuk Kombi Brazil. Harganya bakal makin mahal untuk unit Kombi produksi Jerman, bisa mencapai Rp150 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *