tirto.id – Ada sejumlah mitos yang beredar di masyarakat mengenai kesehatan, salah satunya adalah disarankan untuk tidak minum susu saat batuk dan flu. Lalu, apakah batuk boleh minum susu? simak faktanya.
Very Well Health menulis, beberapa orang berpendapat bahwa sebaiknya menghindari konsumsi susu dan produk olahan susu lainnya saat sedang batuk dan flu atau sakit tenggorokan karena dapat menghasilkan lendir atau dahak yang dapat memperburuk gejala.
Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA) menjelaskan, dahak berupa dahak diproduksi oleh sel-sel di dalam hidung, sinus, dan paru-paru. Terdiri dari air, garam dan berbagai protein yang membantu menjebak kuman dan partikel kotoran.
Enzim antibakteri dan protein dalam dahak, yang disebut antibodi, mengenali kuman sehingga dapat dihilangkan oleh sistem kekebalan tubuh lainnya, dan melindungi dari infeksi.
Dahak yang terlalu banyak biasanya disebabkan oleh infeksi atau alergi, dan dapat membuat hidung meler atau menetes ke bagian belakang tenggorokan, sehingga menyebabkan post-nasal menetes. Hal ini dapat memicu batuk berdahak, sakit tenggorokan dan suara serak.
Batuk Pilek Apa Boleh Minum Susu?
Seperti telah dijelaskan di atas, banyak orang menghindari minum susu karena takut akan memperparah batuk pilek dan memperbanyak dahak yang akan dikeluarkan.
Julie Baughn, MD dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa susu tidak menyebabkan tubuh mengeluarkan dahak. Lantas, apakah batuk boleh minum susu? jawabannya adalah boleh.
Belum banyak penelitian mengenai susu dan dahak. Namun Julie Baughn memaparkan penelitian menunjukkan bahwa persepsi dapat memicu keyakinan bahwa susu menyebabkan orang yang sedang batuk memproduksi banyak dahak.
Pada tahun 1948, sekitar 600 orang disurvei mengenai dahak dan susu saat menemui penyedia layanan kesehatan, sebagian besar karena masalah mata. Penyedia menguji dahak pasien yang memiliki keluhan dahak lebih besar. Ada yang minum susu dan ada yang tidak. Kesimpulannya, susu bukanlah penyebab peningkatan dahak.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum susu saat batuk berdahak mungkin memperdaya indera sehingga membuat sebagian orang mengira susu menyebabkan dahak. Ketika susu dan air liur bercampur di dalam mulut, mereka menghasilkan cairan agak kental yang dapat melapisi mulut dan tenggorokan sebentar. Perasaan yang menetap mungkin disalahartikan sebagai dahak berlebih.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak penderita asma sering kali menjauhi susu karena dianggap menyebabkan lebih banyak dahak. Namun sebuah penelitian kecil menemukan bahwa anak-anak penderita asma tidak memiliki perbedaan gejala baik mereka meminum susu atau susu kedelai.
Very Well Health menulis, meski hingga saat ini tidak ada bukti bahwa minum susu saat batuk dan flu akan memperburuk gejala. Namun, ada kemungkinan susu dapat meningkatkan dahak pada sebagian orang, seperti orang yang memiliki intoleransi laktosa. Mereka yang mempunyai intoleransi laktosa, dianjurkan untuk menghindari minum susu atau konsumsi produk olahan susu lainnya.
Minuman yang Bisa Kurangi Gejala Batuk
Kondisi kesehatan sangat bergantung dengan asupan tubuh. Setiap orang yang sedang mengalami masalah kesehatan tak terkecuali batuk dan flu perlu memahami apa saja yang boleh mereka konsumsi.
Dirangkum dari Medical News Today dan Mayo Clinic, ketika mengalami batuk, ada beberapa minuman yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejalanya, antara lain:
1. Susu
Julie Baughn mengatakan, minum segelas susu dingin atau beberapa gigitan yogurt beku dapat meredakan sakit tenggorokan karena batuk. Ini juga dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi dan kalori saat selera makan berkurang yang kerap terjadi ketika tubuh tidak sehat.
2. Madu
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa madu dapat meredakan batuk. Madu bahkan lebih efektif meredakan batuk dibandingkan dextromethorphan, obat pereda batuk yang umum beredar di masyarakt. Konsumsi sesendok madu atau tambahkan ke minuman panas, seperti teh herbal.
3. Jahe
Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma karena memiliki sifat anti-inflamasi. Ini juga dapat meredakan mual dan nyeri. Minum jahe dengan cara menyeduhnya dengan air hangat atau dicampurkan ke dalam teh.
4. Minuman panas
Minum panas dapat mengurangi gejala batuk pilek termasuk sakit tenggorokan dan kelelahan. Gejala batuk akan berangsur membaik beberapa waktu setelah menghabiskan minuman panas. Minuman panas yang mungkin dapat mengurangi gejala batuk antara lain teh hangat, air hangat, jus buah hangat, hingga kaldu bening hangat.
(tirto.id – Kesehatan)
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom & Balqis Fallahnda






