Penerapan Artificial Intelligence untuk Perkuat Kinerja Industri Logistik di Indonesia
Jakarta – Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Mendorong Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam Industri Logistik
Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan bahwa penerapan Artificial Intelligence (AI) secara umum dapat meningkatkan respon terhadap gangguan pasar dan meningkatkan akurasi peramalan permintaan. Meskipun ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,05% pada tahun 2023, gangguan terus terjadi dalam rantai pasok yang akhirnya berdampak pada kinerja logistik.
Gangguan dalam Rantai Pasok di Indonesia
Gangguan dalam rantai pasok disebabkan oleh ketidakpastian (uncertainty) yang berasal dari sisi pasokan, permintaan, operasional, maupun lingkungan, termasuk berbagai konflik geopolitik yang terjadi saat ini. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan dalam proses logistik di Indonesia.
Manfaat Penerapan AI dalam Industri Logistik
Setijadi menilai bahwa penerapan AI dapat meningkatkan kinerja rantai pasok dan mengurangi biaya operasional, terutama melalui otomatisasi proses dalam transportasi dan pergudangan. Dalam transportasi, penerapan AI dapat meningkatkan optimalisasi rute dan ketepatan waktu pengiriman. Sedangkan dalam pergudangan, penerapan AI dapat meningkatkan efisiensi pergudangan dan akurasi persediaan.
Menurut Setijadi, penerapan AI dalam industri logistik memiliki potensi besar untuk memperkuat kinerja industri logistik di Indonesia.






