Supply Chain Indonesia Mendorong Pemanfaatan AI untuk Rantai Pasok Logistik
Pengenalan
Founder dan Chief Executive Officer Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengusulkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi untuk mengatasi gangguan dalam rantai pasok logistik di Indonesia. Dalam seminar bertajuk “Technology in Supply Chain: Discovering Golden Opportunities in Global Economic Uncertainty,” Setijadi menjelaskan bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam alur logistik, termasuk optimasi rute dan ketepatan waktu pengiriman.
Manfaat AI dalam Rantai Pasok Logistik
Penerapan AI dalam pergudangan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi persediaan. Selain itu, AI juga dapat membantu pelaku industri logistik dalam merespons gangguan pasar dengan lebih baik. Dengan adanya prediksi permintaan yang lebih akurat, penyedia jasa logistik dapat mengoptimalkan operasional mereka. Selain itu, penggunaan AI juga dapat mengotomatisasi proses transportasi dan pergudangan, sehingga mengurangi biaya operasional secara keseluruhan.
Tantangan dalam Rantai Pasok Logistik di Indonesia
Rantai pasok logistik di Indonesia selama ini seringkali terganggu oleh ketidakpastian, baik dari segi pasokan, permintaan, operasional, maupun lingkungan. Konflik geopolitik di berbagai belahan dunia juga menjadi faktor yang memperparah hambatan dalam rantai pasok logistik. Meskipun sektor logistik mengalami pertumbuhan yang signifikan, rantai pasoknya masih tetap terganggu.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Dampaknya pada Rantai Pasok Logistik
Pada tahun 2023, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen secara kumulatif (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan dengan angka mencapai 13,96 persen. Sektor transportasi, termasuk segmen penumpang, mengalami kenaikan sebesar 13,03 persen, sedangkan sektor pergudangan naik sebesar 17,91 persen. Meskipun terjadi pertumbuhan yang signifikan, rantai pasok logistik masih menghadapi berbagai kendala.






