Scroll untuk baca artikel
Berita

6 Fakta Penting Honda PCX 125 Generasi Pertama, CBU Thailand Built Quality Terjamin?

×

6 Fakta Penting Honda PCX 125 Generasi Pertama, CBU Thailand Built Quality Terjamin?

Share this article
6-fakta-penting-honda-pcx-125-generasi-pertama,-cbu-thailand-built-quality-terjamin?
6 Fakta Penting Honda PCX 125 Generasi Pertama, CBU Thailand Built Quality Terjamin?

Honda Personal Comfort Xaloon (PCX) generasi pertama hadir di Indonesia secara Completely Build Up (CBU) dari Thailand pada 2010. Honda PCX ini awalnya dibekali dengan kubikasi mesin sebesar 125 cc, dan jadi skutik termewah Honda yang dijual resmi di Indonesia saat itu.

Bagaimana tidak, harganya sendiri saat itu sekitar Rp 32 juta. Kala itu penggunanya juga cenderung jarang, sebab harga Honda PCX 125 cc yang bisa dua kali lipat dari harga Honda Supra X 125 baru saat itu. 

Kiprah Honda PCX CBU Thailand bermesin 125 cc ini terbilang singkat, hanya sekitar dua tahun dan kemudian digantikan oleh versi 150 cc. Sosok PCX 125 CBU bisa kita kenali karena menggunakan desain yang agak membulat. 

Dengan statusnya yang impor utuh, membuat kualitas produksi dari Honda PCX 125 patut diacungi jempol. Honda PCX CBU Thailand terbilang minim masalah asalkan dirawat dengan benar. Dengan usia yang cukup tua, Honda PCX 125 CBU tak kehilangan pesona bila dibanding skuter keluaran terbaru sekalipun. 

Berikut ini kami akan mengulas beberapa fakta penting seputar Honda PCX 125 CBU Thailand. Diharapkan, bisa menjadi rujukan kalian yang ingin sebuah skuter bongsor yang kualitasnya kelas atas.

Punya Fitur Terlengkap dan Diadopsi Skutik Honda Lain

Hal pertama yang membuat Honda PCX 125 ini cukup mengesankan ialah soal fiturnya yang paling lengkap. Bahkan beberapa fitur tersebut jadi pelopor di skuter Honda yang ada di Indonesia.

Honda PCX 125 juga dilengkapi dengan lampu belakang berukuran besar, bagasi yang luas, serta menggunakan teknologi rem Combi Brake System (CBS). PCX 125 juga telah memakai sistem injeksi PGM FI sebagai suplai bahan bakar.  

Kala itu, Honda PCX 125 merupakan skutik pertama Honda yang memakai mesin berteknologi eSP, yang membuat proses starter mesin Honda PCX 125 menjadi lebih halus.

Spesifikasi yang Cukup Jumawa Saat Itu

Sebagai produk flagship yang dijual oleh PT Astra Honda Motor, spesifikasi yang disediakan pada PCX 125 versi CBU Thailand juga cukup sangar pada masanya.

Skuter ini berkubikasi 124,9 cc dengan bore x stroke 52,4 mm x 57,9 mm. Mesin dengan kompresi 11,0 : 1 ini menghasilkan tenaga maksimum 11,7 ps @ 8.500 rpm dengan torsi 11,67 Nm @ 6.000 rpm. Mesinnya telah memakai sistem pendingin radiator.

Dimensi Honda PCX 125

  • Panjang x lebar x tinggi: 1917 x 738 x 1094 mm
  • Jarak sumbu roda: 1305 mm
  • Tinggi jok: 761 mm
  • Jarak ke tanah: 135 mm
  • Footrest height: 260 mm
  • Berat kosong: 125 kg
  • Tangki bbm: 6,2 liter
  • Rangka: Backbone
  • Suspensi depan: telescopic
  • Suspensi belakang: swingarm, double shockbreaker
  • Ban depan: 90/90-14M/C46P
  • Ban belakang: 100/90-14M/C57P
  • Rem depan: disc (cakram) hidraulik, 3-piston
  • Rem belakang: tromol dengan CBS
  • Sistem pengereman: Combi Brake System

Di luar data spesifikasi tadi, Honda PCX 125 Thailand dirancang dengan per CVT yang lebih panjang dibanding skuter lain. Rancangan tersebut lantas membuat karakter per CVT jadi sedikit lebih keras.

Hasilnya, per CVT ini bikin akselerasi jadi terasa lebih responsif, sangat cocok buat yang riding dalam kota sehari-hari. Kelebihan lain dari per CVT milik PCX CBU ialah diameternya yang serupa dengan skuter Honda ataupun Yamaha. 

Per CVT ini bisa diaplikasikan pada Vario 125/150, PCX & ADV 150 sampai NMAX dan Aerox. Dengan begini, kita bisa memanfaatkan part tersebut bila ingin merasakan sensasi skuter CBU yang responsif. 

Desain yang Timeless

Honda PCX 125 CBU Thailand dijual sejak 2010, artinya motor ini usianya sudah 14 tahun sejak diluncurkan pertama kali di Indonesia. Meskipun sudah tergolong lawas tapi desainnya tidak terlalu tertinggal.

Honda PCX 125 CBU Thailand masih tampak elegan dengan bodi depan membulat hingga desain bodi belakang yang tampak mengalir namun cukup tegas. Aksen membulat juga hadir pada bentuk lampu headlamp dan belakang.

Setangnya masih model telanjang dengan besi berlapis krom untuk memberi kesan mewah. Lebih lanjut, desain visornya lebar tapi posisinya rendah untuk menutupi panel speedometer. 

Desain motor ini dirancang sebagai skuter dengan posisi berkendara yang nyaman. Bila dibanding dengan skuter sejenis keluaran terbaru, PCX 125 masih cukup nyaman baik untuk harian dan touring jarak dekat maupun jauh juga oke.

Perawatannya Tidak Rumit

Pada era 2010 mungkin pengguna matic premium seperti Honda PCX 125 masih sedikit. Selain harga motornya yang mahal, masyarakat juga masih takut soal harga sparepart yang dikira juga ikut mahal dan sulit dicari.

Namun setelah belasan tahun berselang, perawatan PCX 125 dirasa tak semahal atau sesulit yang dibayangkan. Untuk perawatan rutin seperti ganti oli mesin dan CVT bisa dilakukan sendiri di rumah. Sebagai informasi, PCX 125 memakai oli dengan SAE 10W-30.

Gejala gredek yang jadi ciri khas Honda juga muncul pada PCX CBU ini. Untuk mencegahnya, disarankan untuk servis CVT setiap sebulan sekali untuk membersihkan kotoran dan debu di dalamnya. Debu ini sebenarnya merupakan ampas belt yang bergesekan dengan puli.

Untuk mengatasi gredek bisa juga dengan mengganti kampas ganda, rumah roller, per CVT, mangkok ganda dengan produk aftermarket yang kini sudah banyak dijual bebas di bengkel spesialis skuter matic atau marketplace.

Harga Bekas yang Masih Tinggi

Sebagai sebuah motor built up, tidak heran bila peminat Honda PCX 125 versi CBU Thailand ini masih cukup tinggi. Berdasarkan penelusuran kami, harga bekas dari skuter flagship Honda tersebut mulai dari Rp17 juta untuk keluaran 2011, dan harga termahalnya mencapai Rp20 juta.

Angka segitu masih cukup mahal untuk ukuran motor berusia hampir 14 tahun. Pasalnya, dulu Honda PCX 125 barunya dijual dengan harga Rp32 jutaan. Artinya, depresiasi harga setelah digunakan belasan tahun ini cukup rendah, tidak sampai 50 persen dari harga baru saat itu. 

Fenomena ini tergolong wajar untuk sebuah motor yang masuk secara CBU, karena dulu saking mahalnya membuat masyarakat yang beli PCX CBU pun hanya sedikit. Dampaknya pada motor bekas yang kini dijual juga tidak banyak. 

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, bisa kita simpulkan kalau Honda PCX 125 ini kelasnya masih dianggap sebagai skuter mahal walaupun sudah tidak lagi diproduksi. Bagi kalian yang mencari skuter bongsor yang perawatannya mudah dan masih bercita rasa premium maka PCX 125 bisa jadi opsi menarik. 

Desain timeless, performa oke, dan fitur modern membuat Honda PCX 125 masih bisa disejajarkan dengan skuter bongsor keluaran terbaru sekalipun.  Ini membuat level PCX 125 statusnya tidak bisa disamakan dengan PCX rakitan lokal walau sesama PCX.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *