Insan Akbar | 03 July 2024 16:22
KARAWANG – Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara (ASEAN) yang memiliki pabrik baterai mobil listrik. Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun hadir langsung ke pembukaan pabrik tersebut.
Pabrik baterai mobil listrik itu dibangun oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) dan berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Seremoni peresmian pabrik berlangsung pada Rabu (3/7/2024).
Bukan hanya Jokowi—sapaan akrab Joko Widodo—dan Luhut yang membuka pabrik benilai investasi setara sekitar Rp160 triliun itu. Turut hadir antara lain Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Ada pula perwakilan pemerintah ‘Negeri Ginseng’ yakni Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Lee Sang-deok plus Menteri Perdagangan, Industri, Energi Korea Selatan Jeong In-kyo. Representasi Hyundai dan LG antara lain Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, Executive President LG Energy Solution Kim Dong Myung.
Jokowi meyakini bahwa pabrik baterai mobil listrik dari joint venture LG-Hyundai di Indonesia akan mengawali babak baru industri kendaraan listrik di Tanah Air. Ini juga menjadi wujud keseriusan maupun komitmen Indonesia untuk menjadi pemain penting di rantai suplai industri kendaraan listrik dunia.
“Kita harus betul-betul bisa masuk sebagai pemain global dalam supply chain kendaraan listrik. Satu ini sudah dimulai dan ini merupakan pabrik sel baterai EV yang pertama dan yang terbesar di Asia Tenggara,” tegas Jokowi, seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.
Pabrik baterai mobil listrik LG-Hyundai dibangun sejak 2021, di atas lahan seluas 330 hektare. Fasilitas ini dipersiapkan untuk mampu memproduksi 10 GWh sel baterai ion-lithium dengan bahan katoda NCMA per tahun untuk kebutuhan 150 ribu unit mobil listrik.
Sejak 2023, Hyundai pun sedang membangun pabrik baterai mobil listrik kedua mereka yang berada di Cikarang, Bekasi untuk merakit sel-sel baterai menjadi satu kesatuan utuh.
Pemodalnya ialah PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) bersama Hyundai Mobile Systems (Mobis), dengan nilai investasi 60 juta dollar AS.
Sebelumnya, Hyundai sudah terlebih dahulu membangun pabrik perakitan mobil di Cikarang yang mulai beroperasi pada awal 2022. [Xan]






