Scroll untuk baca artikel
Berita

Mana yang Lebih Awet dan Kuat Bagi Sepeda Motor; Pakai Rantai, Belt, atau Shaft?

×

Mana yang Lebih Awet dan Kuat Bagi Sepeda Motor; Pakai Rantai, Belt, atau Shaft?

Share this article
mana-yang-lebih-awet-dan-kuat-bagi-sepeda-motor;-pakai-rantai,-belt,-atau-shaft?
Mana yang Lebih Awet dan Kuat Bagi Sepeda Motor; Pakai Rantai, Belt, atau Shaft?

Sepeda motor bagi masyarakat Indonesia menjadi sarana transportasi sehari-hari. Sepeda motor yang ada di Indonesia umumnya merupakan jenis skutik, bebek dan sport. Sistem penggeraknya hanya pakai rantai dan belt, jarang ada yang pakai shaft alias as kopel. 

Untuk sepeda motor dengan penggerak rantai atau belt kalian mungkin sudah familiar. Lantas bagaimana dengan sepeda motor yang memakai shaft seperti mobil penggerak roda belakang? 

Masing-masing sistem penggerak ini punya karakter unik dan kemampuan yang berbeda untuk menjalankan sepeda motor. Misalnya saja rantai yang terbukti tangguh untuk beban berat, seperti melewati jalan tanah atau membawa beban barang. 

Itu tadi sekilas soal sistem penggerak di sepeda motor. Berikut ini ulasan mendalam dari masing-masing sistem penggerak tersebut. 

Rantai Jadi Andalan Motor Bebek, Sport, dan Trail

Rantai jadi sistem penggerak yant umum digunakan pada sepeda motor dengan transmisi manual, baik bebek maupun sport atau trail. 

Motor pekerja yang biasanya digunakan kerja keras banyak menggunakan rantai. Efisiensi penyaluran daya di rantai motor paling baik. 

Pasalnya, tenaga yang hilang atau power loss tak lebih dari 5 persen. Ini karena potensi loss power yang minim, hanya 1-4 persen saja. 

Rantai punya kekuatan beban tarik yang kuat, serta murah dan mudah dalam perawatan. 

Adapun kelemahan dari rantai motor adalah jika salah dalam penyetelan, maka rantai akan putus lebih cepat. Rantai motor seringkali lebih mudah kotor dan akan bertambah panjang atau melar seiring jangka waktu pemakaian. 

Rantai yang kendor juga banyak “loss power” sehingga BBM lebih boros. Selain itu, juga diperlukan cairan pelumas serta penggantian gear.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari rantai sebagai penggerak motor:

+ Harga komponen cenderung murah dan banyak tersedia 
+ Perawatan mudah dan jika ada masalah gampang terlihat
+ Kuat dipakai kerja keras

– Perawatan berkala harus sering dilakukan dengan menyetel ketegangan rantai dan melumasi
– Harus membersihkan kotoran dan lumpur cipratan dari ban.

Belt Sebagai Penggerak Motor, Memberi Tarikan yang Halus

Penggerak selanjutnya yang jamak digunakan pada sepeda motor adalah belt. Belt ini bisa dipakai pada sistem CVT pada motor skutik ataupun belt pengganti rantai seperti pada motor Harley-Davidson. 

Keberadaan belt cukup populer seiring meningkatnya penjualan sepeda motor matik di Indonesia. Hal ini disebabkan karena part tersebut merupakan penyalur tenaga dari mesin ke roda. Tak hanya digunakan pada skutik, beberapa moge juga menggunakan belt, salah satunya ialah Harley Davidson Fat Boy.

Dibanding rantai, perawatan belt terbilang lebih minim karena tertutup. Namun, sekalinya diganti, biaya yang dibutuhkan cukup besar, sekitar Rp100 ribu sampai Rp500 ribu untuk penggantian belt CVT atau pulley yang menggrakkannya.

Belt juga punya kekuatan beban tarik yang baik, tapi kekurangan dari belting adalah lebih banyak loss power di bandingkan rantai. Sayangnya, power loss pada belt cukup besar sekitar 10 sampai 15 persen. 

Untuk penggunaan berkendara dalam beban putar lambat memang tidak masalah, tapi untuk beban putar tinggi akan banyak loss power. Di sistem belt, yang tidak terlalu bergerigi seperti pada CVT, membuat daya cengkeramnya kurang. 

Dengan bentuk permukaan yang tidak terlalu bergerigi seperti pada belt Harley-Davidson, ada sebagian tenaga yang tidak bisa tersalur optimal pada penghubung jenis belt. Terutama saat pergantian gigi, akan terjadi lonjakan yang kemungkinan besar membuat belt slip.

Itulah mengapa belt hanya ideal untuk motor jenis cruiser seperti pada Harley-Davidson. Belt akan lebih sering bekerja pada beban konstan saat motor dikendarai jarak jauh. 

Selain selip, kemungkinan belt untuk putus juga sangat besar. Dengan karakter mesin yang seperti itu, tidak memungkinkan motor bebek atau sport menggunakan belt. 

+ Perawatan tidak terlalu sering dibanding rantai (khusus untuk belt yang tertutup seperti didalam CVT)
+ Biaya perawatan minim
+ Lebih senyap dan tidak seberisik rantai

– Harga barang lebih mahal dibanding rantai
– Kurang cocok dibawa kerja keras, jika dipaksa akan lebih pendek umur pemakaiannya dibanding rantai

Motor dengan Penggerak Gardan, Jadi Andalan di Moge

Jenis penggerak gardan tidak familiar digunakan pada sepeda motor. Alasannya jelas karena komponen ini cukup mahal dari sisi biaya produksinya. Padahal, gardan atau shaft punya beragam kelebihan sebagai suatu penyalur daya yang tangguh. 

Motor dengan penggerak shaft sangat jarang dijumpai di Indonesia. Pasalnya, rata-rata pengguna shaft adalah moge, salah satunya BMW R1200GS. 

Shaft diklaim paling minim perawatan, tidak berisik, dan tarikannya terasa lembut. Selain itu, usia part ini juga lebih panjang dibanding rantai dan belt. Dari segi presisi, gardan atau roda gigi paling baik kepresisiannya.

Gardan memang kuat jika kita bandingkan kekuatan roda giginya di banding rantai. Akan tetapi gardan punya mekanisme yang rumit dan biaya perawatan yang mahal. Roda gigi bisa saja aus lebih cepat hanya karena salah dalam perawatan, dan perbaikan gardan mahal sekali biayanya.

Kemudian dari ketiga final drive tersebut, shaft memiliki efisiensi power loss paling buruk. Tenaga yang hilang bisa mencapai 30 persen. Itulah mengapa shaft ini jarang digunakan oleh pabrikan motor untuk lini produk mereka. 

Faktor tenaga yang hilang ini menjadi pertimbangan setiap pabrikan motor, apakah layak menggunakan sistem penggerak yang awet namun mengorbankan banyak tenaga motor yang hilang. 

Kesimpulan 

Maka dari itu, motor pekerja yang biasanya digunakan kerja keras banyak menggunakan rantai. Sedangkan untuk motor santai seperti skuter menggunakan belt yang lebih nyaman. Untuk motor besar yang butuh soal keawetannya dalam pemakaian jangka panjang lebih memilih menggunakan shaft atau gardan. 

Shaft masih cocok untuk moge karena faktor tenaga yang hilang sudah dikompensasi dan diperhitungkan oleh pabrikan dengan cara menyediakan tenaga yang besar dari mesin motornya sendiri.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *