Insan Akbar | 17 July 2024 10:30
JAKARTA – Pelaku pasar memperkirakan kalau penjualan mobil baru di Indonesia pada akhir 2024 nanti hanya sekitar 800 ribuan unit.
Transaksi jual-beli mobil di Tanah Air memang lagi lesu sejak awal hingga pertengahan 2024. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan kalau penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) sepanjang Januari-Juni 2024 hanya 431.987 unit.
Volume tersebut, jika dikomparasi dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), turun 14 persen, dari 502.533 unit.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto membebeberkan bahwa menurut studi internal mereka, pasar mobil di Indonesia pada 2024 kemungkinan besar bakal setop di kisaran 800-850 ribu unit.
Padahal, pasar mobil nasional pada 2022 serta 2023 masing-masing mampu mencapai 1.013.582 unit dan 998.059 unit secara retail.
“Kami coba cek ke teman-teman pabrikan yang lainnya. Kisaran angka mereka pun 800 ribuan unit,” kata Soerjo menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela First Impression All New Hyundai Kona EV pada Jumat (12/7/2024) di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Menurut Soerjo, ada dua momentum yang akan dimanfaatkan oleh para pabrikan untuk menggeber penjualan mereka habis-habisan pada 2024 agar bisa mencapai proyeksi tersebut. Pertama adalah pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung pada 18-28 Juli 2024 di Serpong, Tangerang.
“Semua pabrikan berharap saat momentum GIIAS ini pasar akan tumbuh. Jadi, kalau sebelumnya secara rata-rata penjualan per bulan hanya 60 ribu unit, harapannya akan bisa menjadi 70 ribu unit mendekati 80 ribu unit,” tukasnya.
Momentum kedua, sebut Soerjo, ialah akhir tahun. Pada masa ini, setiap pabrikan bakal menggelor promo-promo penjualan demi menghabiskan stok.
“Biasanya kalau akhir tahun semua pabrikan istilahnya akan cuci gudang terhadap semua produksi yang ada di tahun tersebut. Itu dua momentum yang kami harap bisa mendorong pasar dan mudah-mudahan pasar bisa mencapai 800-850 ribu unit. Kalau bisa lebih, kenapa tidak,” pungkas dia.
Para pengurus Gaikindo sendiri, bongkar Soerjo, sekarang sedang mencoba ‘merayu’ pemerintah agar bisa memberikan insentif bagi para konsumen mobil baru seperti pada masa pandemi Covid-19.
“Sehingga, industri otomotif akan lebih bergairah karena seperti teman-teman tahu sektor properti sudah diberikan insentif. Kalau tidak salah terakhir di bulan ini. Mudah-mudahan, kalau memang ada bantuan seperti itu, rasanya pasar otomotif akan lebih tumbuh lagi di semester kedua,” harap Soerjo. [Xan]






