Insan Akbar | 23 July 2024 10:10
TANGERANG – Harga sebagian besar mobil Daihatsu diklaim sudah lama tak naik pada 2024, gara-gara kondisi pasar yang sedang drop.
Data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pasar mobil baru pada Januari-Juni 2024 hanya berjumlah 431.987 unit. Kalau dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy), terjadi penurunan sebesar 14,0 persen.
Menurunnya ‘gairah’ masyarakat Indonesia untuk membeli mobil baru turut diakui oleh eksekutif Daihatsu. Alhasil, merek mobil terlaris kedua di Tanah Air itu pun berusaha sekuat tenaga menahan sebagian besar harga model mereka.
Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono menyebut pihaknya terakhir kali mengerek naik harga semua model pada Januari 2024. Itu secara otomatis mereka lakukan karena koreksi besaran pajak kendaraan bermotor setiap permulaan tahun.
“Mau tidak mau itu tetap dilakukan karena kalau awal tahun, dengan adanya kendaraan yang baru, secara otomatis ada kenaikan dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NKB) yang sudah pasti naik,” papar dia di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 yang berlangsung pada 18-24 Juli mendatang di Serpong, Tangerang.
Setelah itu, lanjut Tri, Daihatsu terus berupaya mempertahankan banderol mobil-mobil mereka. Ketika merasa perlu merevisi harga pada Juni 2024 pun, hanya beberapa model yang terdampak.
“Di Juni kemarin kami naikkan seri Gran Max yang terdiri dari pikap dan minibus, kemudian Luxio dan Ayla. Model-model itu kami naikkan harganya. Itu pun lebih karena koreksi atas kenaikan harga yang kami lakukan pada Januari yang ternyata tidak sesuai,” papar dia.
Daihatsu kini memasarkan sembilan model di Indonesia. Selain Gran Max pikap, Gran Max minibus, Luxio, dan Ayla, masih ada lagi Sigra, Sirion, Xenia, Rocky, Terios.
Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi menerangkan bahwa hingga kini, mereka masih belum berpikir untuk menaikkan harga produk-produk mereka. Ia belum bisa memastikan sampai kapan kondisi ini bakal bertahan.
“Kami tetap akan melihat, memantau, memonitor perkembangan semuanya. Namun, yang jelas, untuk saat ini kami belum akan menaikkan harga,” tegas Rokky. [Xan]






