TANGERANG – Di era modern, isu emisi gas buang menjadi perhatian utama, tak terkecuali bagi industri otomotif. Kendaraan diesel, yang terkenal dengan performanya yang tangguh, tak luput dari sorotan emisi polutan berbahaya, seperti Nitrogen Oxide (NOx).
Beruntungnya, kemajuan teknologi menghadirkan solusi mutakhir untuk mengatasi permasalahan ini. Muncullah trio teknologi penyelamat, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Positive Crankcase Ventilation (PCV), dan Diesel Oxidation Catalyst Muffler (DOC).
Ketiganya bisa bekerja sama, mereka bagaikan pahlawan yang menjaga udara bersih dari emisi truk diesel.
Sistem Kerja EGR, PCV, dan DOC di Truk Fuso
EGR bagaikan pahlawan yang mendinginkan suasana. Ia bekerja dengan mengalirkan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar, menurunkan temperaturnya, dan menekan pembentukan NOx.
Tak hanya NOx, EGR pun ampuh mengurangi emisi polutan berbahaya lainnya, seperti particulate matter (PM).
Dilansir dari website DieselNet, penggunaan EGR juga memiliki dampak negatif pada aspek lain, seperti peningkatan konsumsi bahan bakar, emisi partikel (PM), hidrokarbon (HC), dan karbon monoksida (CO), serta keausan mesin.
Untuk mengatasi masalah ini, produsen mesin diesel menggunakan berbagai teknologi lain, seperti:
• Pengurangan konsumsi oli pelumas
• Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar
• Penggunaan katalis oksidasi diesel yang lebih tinggi
• Peningkatan tekanan pengisian manifold masuk
Terdapat beberapa cara untuk mencapai batas emisi NOx yang ditetapkan, dan EGR dapat menjadi salah satu pilihan teknologi.
Sebagai contoh, teknologi EGR dengan pendinginan dapat digunakan sebagai alternatif dari teknologi urea-SCR (Selective Catalytic Reduction) pada mesin diesel Euro IV hingga Euro V.
Namun, untuk memenuhi batas emisi NOx yang lebih ketat, kombinasi antara EGR dan katalis reduksi NOx mungkin diperlukan.
Fungsi Positive Crankcase Ventilation
PCV, sang penjaga emisi, sigap mencegah gas buang dari crankcase (ruang mesin) mencemari atmosfer. Gas buang ini, yang kaya akan uap oli dan hidrokarbon, berpotensi meningkatkan emisi NOx dan polutan lainnya.
Teknologi PCV dengan cerdas mengalirkan gas buang crankcase kembali ke intake manifold, di mana gas-gas tersebut dibakar dalam ruang bakar.
Singkatnya, sistem ini berfungsi untuk menjaga kebersihan dan tekanan dalam ruang mesin. Sistem ini bekerja dengan cara mengalirkan gas buang dari ruang mesin melalui selang kembali ke sistem intake udara untuk dibakar ulang di dalam mesin.
Sementara itu, udara segar masuk ke ruang mesin melalui saluran khusus. Meskipun sistem ini sederhana, namun sangat penting. PCV membantu menghilangkan uap air dan sisa pembakaran dari ruang mesin, sehingga mencegah terbentuknya sludge (endapan kotoran).
Hal ini tidak hanya memperpanjang umur oli mesin, tetapi juga meningkatkan usia pakai mesin secara keseluruhan. Selain itu, PCV juga mengurangi tekanan dalam ruang mesin, sehingga mencegah kebocoran oli.
DOC Minim Perawatan
Lalu ada DOC, sang katalis andal, berperan penting dalam mengubah NOx menjadi gas yang lebih ramah lingkungan, seperti nitrogen dan oksigen.
DOC sangat efektif dalam mengurangi emisi NOx, terutama pada suhu operasi mesin yang lebih tinggi. Tak hanya NOx, DOC pun membantu mengurangi emisi hidrokarbon dan karbon monoksida (CO).
Komponen ini sudah lama digunakan dalam berbagai aplikasi kendaraan. Salah satu keunggulan DOC adalah kesederhanaannya dan perawatan yang minim, sehingga sering digunakan sebagai teknologi tambahan pada kendaraan yang sudah ada.
DOC terdiri dari struktur sarang lebah yang dilapisi logam mulia, ditempatkan dalam wadah stainless steel.
Ketika gas buang panas mengalir melalui struktur sarang lebah, lapisan logam mulia tersebut memicu reaksi kimia yang mengubah polutan menjadi komponen yang kurang berbahaya.
Ketiga pahlawan ini, EGR, PCV, dan DOC, bekerja sama bahu membahu untuk menciptakan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan dari truk diesel khususnya di truk Fuso.
Kontribusi mereka tak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia dan performa mesin truk itu sendiri.
|
Teknologi |
Keuntungan |
|
EGR |
– Menurunkan emisi NOx dan PM – Menghemat bahan bakar – Memperpanjang usia oli mesin – Mengurangi keausan mesin |
|
PCV |
– Mencegah emisi gas buang crankcase ke atmosfer – Menjaga kebersihan ruang mesin – Memperpanjang usia oli mesin – Mengurangi tekanan dalam ruang mesin – Mencegah kebocoran oli |
|
DOC |
– Mengubah NOx menjadi gas yang lebih ramah lingkungan (nitrogen dan oksigen) – Mengurangi emisi hidrokarbon dan karbon monoksida (CO) – Sederhana dan minim perawatan |
Keuntungan Bagi Pemilik Truk Fuso
Bagi pemilik truk, teknologi ini tak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga mendatangkan keuntungan.
Pengurangan emisi gas buang berarti konsumsi bahan bakar lebih hemat, usia mesin lebih panjang, dan nilai jual kembali yang lebih tinggi.
Lebih menarik lagi, teknologi ini menjadi kunci bagi truk untuk memenuhi standar emisi Euro 4, regulasi emisi yang lebih ketat di Eropa, kini telah diterapkan di Indonesia.
Di Eropa, truk tanpa teknologi ini takkan bisa beroperasi di wilayah Euro 4 dan terancam denda emisi. Kalau di Indonesia pemakluman regulasi Euro 4 masih sedikit ketang.
Kesimpulannya, EGR, PCV, dan DOC adalah pahlawan teknologi yang tak tergantikan dalam menjaga udara bersih dari emisi truk diesel.
Hal ini selaras dengan langkah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), melalui Sales & Marketing Director-nya, Aji Jaya, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah Indonesia.
“Kami sebagai market leader di kendaraan komersil di Indonesia tentunya akan selalu support kebijakan-kebijakan dari pemerintah, salah satunya dengan penerapan teknologi Euro4 di seluruh varian kendaraan truk kami,” ujar Aji di sela-sela pameran GIIAS 2024.
Aplikasi Teknologi pada Truk Fuso Canter dan Fighter X
Penerapan teknologi Euro4 tidak hanya menunjukkan kepatuhan KTB terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin di pasar kendaraan komersial dengan menawarkan produk yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Dengan mengusung standar Euro 4, mesin 4V21 pada Canter dan mesin 6M60 pada Fighter X dilengkapi dengan teknologi Common Rail, mampu menghasilkan tenaga mesin yang maksimal dan torsi yang lebih tinggi pada rentang RPM yang lebih panjang.
Hal ini memungkinkan performa kendaraan menjadi lebih optimal, menjadikan Canter dan Fighter X pilihan unggul bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi dan kekuatan dalam kendaraan komersial mereka.
Teknologi ini tidak hanya meningkatkan daya dan efisiensi mesin, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi, sejalan dengan komitmen untuk menjaga lingkungan.
eCanter bisa Menghemat 40% Biaya Operasional
Mitsubishi Fuso tak hanya menghadirkan teknologi EGR, PCV, dan DOC untuk mengurangi emisi gas buang truk dieselnya, namun juga melangkah lebih jauh dengan menghadirkan eCanter, truk listrik penuh yang revolusioner.
Mitsubishi Fuso eCanter menawarkan berbagai keuntungan bagi para pemilik bisnis dan lingkungan. Pertama, eCanter tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga membantu mengurangi polusi udara dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Hal ini sejalan dengan komitmen Fuso untuk kelestarian lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara di perkotaan.
Kedua, eCanter menghadirkan penghematan biaya operasional yang signifikan, hingga 40% lebih efisien dibandingkan dengan truk diesel konvensional.
Biaya listrik untuk mengisi daya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya bahan bakar fosil. Ditambah lagi, eCanter memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga biaya perawatan dan pemeliharaan pun lebih rendah.
Ketiga, eCanter dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan canggih yang meningkatkan keselamatan pengemudi dan pejalan kaki.
Electronic Stability Program (ESP) membantu menstabilkan kendaraan saat pengereman berbahaya, Land Departure Warning System (LDWS) membantu pengemudi tetap di jalurnya.
Lalu Acoustic Vehicle Alert System (AVAS) memberikan peringatan kepada orang sekitar, Intelligent Headlight Control (IHC) secara otomatis menyesuaikan pencahayaan di malam hari, dan kaca spion kabin yang terintegrasi dengan kamera belakang meningkatkan visibilitas saat parkir.
Kesimpulan
Mitsubishi Fuso menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap kelestarian lingkungan melalui kombinasi teknologi ramah lingkungan dan kendaraan listrik.
eCanter bukan hanya solusi transportasi yang inovatif, tetapi juga contributing to a cleaner and safer future for all.
Kehadiran mereka tak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia, performa mesin truk, dan kepatuhan terhadap regulasi emisi.






