SEOUL – Kebakaran mobil listrik yang menjalar dengan hebat ke sekitarnya bikin heboh Korea Selatan. Pemerintah pun dituntut untuk membuat regulasi mobil listrik yang lebih ketat demi meningkatkan keamanan dan keselamatan.
Kebakaran mobil listrik yang membuat heboh Korea Selatan, seperti dilaporkan Reuters, terjadi pada 1 Agustus 2024 kemarin di Incheon. Api terpantau mulai muncul dari mobil listrik Mercedes-Benz yang kemudian membakar 140 unit mobil lainnya yang sama-sama sedang parkir di area bawah tanah apartemen.
Pemadam kebakaran juga butuh waktu lama untuk mengatasinya. Mereka butuh delapan jam sampai kebakaran mobil listrik di Incheon bisa benar-benar dipadamkan.
National Fire Agency di Korea Selatan mengakui kalau api yang muncul dari baterai mobil listrik bisa terbakar selama berjam-jam. Api itu juga sulit dipadamkan.
“Kebakaran mobil listrik tidak bisa dipadamkan dengan alat pemadam api pada umumnya yang didistribusikan secara domestik atau pun internasional karena eksplosi termal dari baterai lithium bekapasitas besar di bawah kendaraan,” ucap institusi tersebut, seperti dikutip dari Nikkei Asian Review.
Para ahli maupun berbagai kelompok masyarakat di Korea Selatan pun mendesak pemerintah menerbitkan regulasi keamanan baru untuk memitigasi risiko kebakaran mobil listrik di area permukiman.
Akademisi Universitas Daelim Kim Pil-soo, misalnya, menilai kebakaran mobil listrik di Incheon menjadi indikasi terbaru bagi pemerintah untuk segera memperketat aturan.
“Pertama-tama, cara paling penting untuk mereduksi frekuensi kebakaran mobil listrik adalah dengan memerintahkan pengecasan mobil listrik yang dilakukan di parkiran bawah tanah tidak boleh sampai 90 persen dari kapasitas baterai,” tandas Kim mencontohkan.
Salah satu kelompok masyarakat di Daegu juga meminta pemerintah memindahkan banyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini berada di parkiran bawah tanah apartemen ke ruang terbuka. Pasalnya, sangat banyak warga Korea Selatan yang tinggal secara rapat di apartemen atau rumah susun.
Di Korea Selatan, angka kebakaran yang melibatkan mobil listrik meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data dari pemerintah, pada 2023 jumlahnya mencapai 72 insiden, meningkat dari 43 insiden pada 2022 serta 24 insiden pada 2021.
Korporasi-korporasi otomotif juga mendapatkan tekanan dari publik untuk mengungkap lebih banyak informasi terkait baterai mobil listrik mereka. Hyundai Motor, pabrikan otomotif terbesar di ‘Negeri Ginseng’, sudah mengumumkan via situs resmi mereka detail baterai mobil listrik yang digunakan di tiap model.
Mercedes-Benz tak lama kemudian mengikuti langkah Hyundai Motor.
Akademisi Universitas Sejong Kim Dae-jong menyatakan 10 persen dari mobil di Korea Selatan kini adalah mobil listrik. Ia juga menyebut baterai mobil listrik Mercedes-Benz saat ini adalah jenis murah yang diproduksi di China.
Mercedes-Benz, ketika dimintai konfirmasi, tidak memberikan respons. [Xan]






