Penyebab motor brebet bisa bervariasi, mulai dari masalah pada sistem bahan bakar, sistem pengapian, hingga kondisi mesin yang menurun kinerjanya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab motor brebet dan bagaimana cara mengatasinya untuk menjaga kenyamanan berkendara.
Motor brebet sebenarnya menjadi indikasi kalau beberapa komponen motor kesayangan mulai bermasalah, dan pertanda perlu melakukan servis.
Gejala brebet ini biasanya muncul saat motor berjalan dan grip gas mulai diputar lebih dalam. Tarikan motor jadi tersendat dan pada beberapa kasus motor malah mati dan mogok.
Ada beberapa penyebab motor brebet yang wajib kalian ketahui, agar nantinya bisa melakukan perbaikan secara cepat. Sebab, gejala brebet ini penanganannya kadang tidak sesulit yang kita kira.
Cara penanganan ini juga bisa digunakan sebagai pencegahan agar motor tidak lagi brebet saat berkendara.
1. Oktan Bahan Bakar Tidak Sesuai
Penyebab motor brebet atau tersendat yang cukup sering terjadi adalah pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pabrikan. Misalnya saja motor dengan kompresi 10,5:1 dianjurkan memakai bensin RON 92, tapi oleh pemiliknya selalu memakai bensin murah RON 90 setiap hari.
Ngadat seperti ini terjadi karena knocking pada mesin yang mengakibatkan motor brebet sebagai akibat pembakaran yang kurang sempurna. Bila masih nekat memakai bahan bakar di bawah standar, siap-siap saja motor kesayangan bakal ‘batuk-batuk’.
Biasanya setiap pabrikan sudah menetapkan jenis bensin yang digunakan oleh tiap model sepeda motor yang disesuaikan dengan tingkat kompresi mesin, agar performa sepeda motor bisa lebih optimal.
Pada beberapa motor terbaru harus menggunakan Pertamax atau bensin RON 92 ke atas agar lebih optimal dalam proses pembakaran mesin dan menghasilkan performa yang semestinya.
Sering kali pengguna sepeda motor tidak menghiraukan jenis bahan bakar yang dianjurkan pabrikan, sehingga bisa mengakibatkan motor brebet saat dikendarai.
Jadi solusinya gunakan bahan bakar yang sesuai anjuran dari pabrikan. Dengan menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan oleh pabrikan, gejala brebet bisa hilang.
2. Air Masuk Ke Tangki
Penyebab motor brebet bahkan membuat motor tidak bisa menyala adalah karena masuknya air ke tangki bahan bakar. Air akan menyebabkan pembakaran terganggu karena mengurangi bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran.
Air bisa masuk ke tangki bahan bakar biasanya karena salah dalam metode pencucian motor, rembes saat hujan atau salah tempat saat membeli bensin eceran.
Kios penjual bensin eceran kadang menjual bensin pada kemasan botol yang kurang bersih. Ini menyebabkan tangki motor terdapat endapan air dan kotoran.
Bila sudah begini, kalian perlu menguras tangki bensin, kemudian mengisinya dengan bensin yang baru. Selain itu, perlu juga perlu mengganti filter bensin yang sudah terkena air karena pasti ada endapan di dalam filter yang sulit dibersihkan.
Selagi dikuras, kita juga perlu membersihkan kotoran yang mengendap pada tangki bensin. Dengan begini, sisa-sisa endapan air bisa dipastikan hilang.
3. Kondisi Busi Mulai Soak
Penyebab selanjutnya yang bisa bikin motor ngadat yaitu karena busi yang mulai lemah. Aliran setrum dari koil tidak bisa dikonversi secara sempurna saat menghasilkan bunga api di ruang bakar. Kualitas api busi yang melemah pastinya membuat pembakaran tidak optimal, sehingga muncul gejala brebet.
Apabila busi dalam kondisi kotor, terlalu renggang atau bahkan mengalami kerusakan, maka pembakaran di ruang mesin menjadi kurang sempurna. Bila terlihat banyak jelaga hitam, coba bersihkan busi sampai bersih terlebih dahulu kemudian pasang kembali.
Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan kondisi busi masih bagus. Usia busi yang sudah cukup lama juga bisa membuat api yang dihasilkan tak lagi sempurna.
Sebagai informasi, untuk usia pakai optimal busi standar di motor hingga 6.000 kilometer, busi platinum mencapai 10 ribu kilometer, dan untuk busi iridium optimal digunakan hingga 15 ribu kilometer.
4. Filter Udara Kotor
Penyebab motor brebet yang satu ini sebenarnya mudah diatasi. Seiring pemakaian, filter udara lama kelamaan kotor karena menyaring debu dari udara luar yang masuk ke dalam ruang bahan bakar.
Nah, debu yang sudah menumpuk ini bila dibiarkan membuat celah-celah filter udara jadi mampet. Alhasil, throttle body atau karburator tidak bisa menghisap udara dengan optimal.
Filter udara yang mampet bisa menyebabkan motor brebet dan bahkan mesin mati secara mendadak karena tidak mendapat suplai udara.
Perlu kalian ketahui, masa pakai filter udara menurut buku panduan pemilik mencapai jarak tempuh 16 ribu kilometer. Pemakaian ini lebih cepat apabila di kawasan perkotaan atau wilayah industri yang banyak debu.
Untuk filter jenis kertas seperti bawaan motor harus diganti pada periode tersebut. Agar lebih aman, penggantian filter dilakukan setiap setahun sekali atau sekitar 12 ribu kilometer. Namun untuk filter jenis busa atau kawat kassa tidak perlu diganti tapi cukup dicuci pakai bensin.
5. Setelan Klep dan Stasioner Mesin Tidak Sesuai
Permasalahan brebet bisa muncul karena kerenggangan setelan klep yang tidak sesuai. Apabila setelan klep terlalu rapat atau terlalu longgar, maka akan mempengaruhi jumlah gas yang masuk ke ruang pembakaran mesin. Seiring pemakaian, kerenggangan klep bisa berubah atau bergeser akibat putaran mesin yang terus menerus.
Itulah mengapa motor perlu melakukan servis rutin atau tune up, agar bisa mengecek setelan klep mesin apakah masih oke atau perlu disetel ulang. Biasanya saat servis rutin, mekanik akan kembali menyetel ulang klep sesuai dengan kerenggangan yang ideal.
Lebih lanjut, setelan stasioner atau langsam mesin yang terlalu kecil juga bisa membuat tarikan terasa agak brebet. Ini disebabkan karena campuran udara dan bensin di injektor atau karburator kurang pas.
Penyetelan stasioner ini bisa dilakukan sendiri, asalkan punya perhitungan atau pengalaman dalam memperkirakan berapa putaran yang pas.
Untuk skutik, rentang putaran mesin yang ideal berkisar antara 1.600-1.800 rpm. Misalnya saat langsam terdengar putus-putus, bisa mengatur idle mesin jadi lebih besar dengan memutar idle screw ke kiri hanya seperempat putaran.
(YS)






