Beberapa minggu terakhir, Jakarta dan beberapa kota besar dihadapkan dengan cuaca panas dan minim hujan. Suhu udara di siang hari bisa mencapai 36 derajat sehingga membuat berkendara di tengah hari jadi kurang nyaman.
Kondisi suhu udara yang tinggi secara langsung juga bisa berdampak pada suhu di dalam kabin mobil. Pada kendaraan sering kali diparkir di luar ruangan biasanya membuat temperatur suhu di dalam kabin juga turut meningkat drastis. Situasi ini jauh dari suhu ideal yang nyaman untuk mulai berkendara.
Saat masuk kabin, suasana interior biasanya gerah dan pengap. Mengandalkan AC saja tidak cukup untuk membuang hawa panas dengan cepat. Hindari langsung menyalakan AC dengan suhu paling dingin dan kipas paling kencang saat baru masuk ke kabin yang panas.
Kalian dapat melakukan beberapa hal berikut ini agar hawa panas yang ada di dalam kabin segera netral kembali. Dengan demikian, hawa panas dan pengap dari interior bisa lekas sirna.
1. Menyalakan Mesin Terlebih Dahulu
Langkah pertama yang wajib dilakukan pengendara sebagaimana dikutip dari laman resmi Suzuki saat mulai berkendara di kabin yang panas adalah menyalakan mesin mobil terlebih dahulu. Pastikan transmisi mobil dalam posisi parkir atau netral.
Kedua, pastikan AC belum dihidupkan atau dalam posisi tidak aktif, sehingga mesin diberikan waktu untuk bekerja secara bertahap setelah lama berhenti.
2. Membuka Kaca Jendela Mobil
Setelah menyalakan mesin mobil, pengendara dianjurkan untuk membuka seluruh kaca jendela. Mulai dari kaca pengemudi, penumpang baris pertama, hingga kaca mobil penumpang baris kedua.
Membuka kaca mobil ini dilakukan untuk sirkulasi udara yang ada di dalam mobil. Udara panas dan pengap dari kabin bisa segera keluar dan berganti udara luar.
Sirkulasi udara akan menetralkan suhu yang lama terperangkap di dalam mobil tadi, sehingga udara dalam mobil kembali aman untuk dihirup pengendara. Usahakan saat membuka jendela di tempat yang memiliki udara segar, bersih, terhindar dari debu dan bau yang kurang sedap.
3. Menyalakan AC di Suhu Ideal
Setelah kabin dirasa tidak lagi pengap, langkah selanjutnya adalah menyalakan AC mobil. Pastikan untuk menyalakan AC mobil di suhu yang paling rendah dan tingkat hembusan besar, atau dapat pula menggunakan fitur AC Auto selama 2 menit sambil kaca jendela masih terbuka. Tujuannya untuk menetralkan kembali suhu di area kabin mobil.
Setelah 2 menit dan suhu kabin kembali normal, kaca mobil dapat kembali ditutup dan suhu AC dapat diatur menjadi normal yaitu pada kisaran suhu 22-24 derajat celcius.
Mengatur suhu optimal AC mobil memang cukup tricky. Agar kamu nyaman namun juga tetap efisien dalam perjalanan, disarankan untuk mengatur suhu AC diangka yang moderat, yakni antara 23 hingga 25 derajat Celcius. Tujuannya agar kerja komponen AC tak terlalu berat selama dalam perjalanan.
Bagi mobil yang sudah dilengkapi dengan fitur climate zone, bisa mengoptimalkan fitur tersebut agar AC bisa mengatur suhu ideal untuk setiap penumpang.
Antisipasi Agar Mobil Tidak Sumpek Saat Mulai Dikendarai di Siang Hari
Untuk menghambat peningkatan suhu drastis di tengah cuaca panas dan pantulan sinar matahari langsung ketika sedang diparkir, pemilik kendaraan perlu melakukan langkah preventif supaya kabin bisa lebih adem. Ketika mobil akan parkir di tengah suhu panas atau di bawah paparan langsung sinar matahari dengan rentang waktu yang lama, perlu memilih lokasi parkir yang teduh.
Dengan parkir di tempat yang teduh, membuat suhu kabin pun bisa tetap terjaga. Selain itu juga bisa mencegah komponen yang ada di kabin cepat getas atau kusam akibat terlalu sering terkena sinar matahari langsung.
Menggunakan Sarung Mobil selama Parkir
Apabila sulit mendapat lokasi parkir yang teduh, selalu sedia sarung mobil untuk melindungi hawa panas masuk ke dalam kabin. Pilih sarung mobil yang mempunyai kualitas material yang baik atau yang tidak berdampak buruk pada lapisan permukaan cat kendaraan.
Sarung mobil memiliki banyak manfaat karena selain berfungsi sebagai penghambat paparan sinar matahari langsung ke mobil, sarung mobil juga berguna untuk melindungi keawetan bodi eksterior mobil dari warna yang pudar akibat terpaan cuaca.
Rajin Bersihkan Kabin Dari Sampah Berbahaya
Ketika mobil akan parkir di tengah suhu panas atau di bawah paparan langsung sinar matahari dengan rentang waktu yang lama, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan barang-barang yang disimpan di dalam mobil.
Di tengah kondisi cuaca panas, pemilik kendaraan sebaiknya segera membuang sisa sampah makan atau minuman dan menghindari penyimpanan barang berbahan dasar aerosol yang mudah menguap seperti parfum, deodorant spray, pengharum mobil spray, pemantik api (mancis), dan lain sebagainya.
Hal ini dikarenakan barang-barang dengan kandungan aerosol akan rentan meledak jika terpapar panas. Botol minum air mineral juga jangan disimpan dalam kabin, apalagi bila masih menyisakan air minum. Plastik di botol saat terkena panas bakal menghasilkan reaksi kimia yang bisa merusak kualitas air minum.
Pilih Kaca Film Berkualitas
Tanpa disadari, kaca film menjadi aksesoris tambahan yang penting dan bisa diandalkan dalam menangkal cuaca panas ekstrim. Jika kamu yang masih suka menggunakan kaca film yang tembus pandang, mungkin sudah waktunya untuk menggunakan kaca film yang sedikit gelap atau mengganti dengan produk kaca film dengan daya tolak panas lebih baik.
Kaca film yang berkualitas bisa menyerap panas dan sinar UV dengan lebih maksimal. Hasilnya, bisa membuat kamu berkendara lebih efisien lantaran tak memerlukan AC dengan suhu lebih dingin.
(YS)






