Scroll untuk baca artikel
Berita

Jangan Asal Ngegas, Begini Cara Tepat Inreyen Mesin Motor Baru

×

Jangan Asal Ngegas, Begini Cara Tepat Inreyen Mesin Motor Baru

Share this article
jangan-asal-ngegas,-begini-cara-tepat-inreyen-mesin-motor-baru
Jangan Asal Ngegas, Begini Cara Tepat Inreyen Mesin Motor Baru

Bagi kalian yang baru saja membeli motor baru, pasti akan mengalami masa inreyen. Masa inreyen dilakukan supaya mesin sepeda motor memiliki performa maksimal. Inreyen alias break in yang bertujuan supaya kinerja mesin dan beberapa komponen motor bisa kian optimal. 

Bagi sebagian kalangan, inreyen motor baru dianggap sudah tidak relevan karena kemampuan mesin modern yang kian presisi. Rancangan engine modern sekarang dibuat sangat presisi sehingga diklaim tetap aman digeber. 

Meskipun komponen yang terdapat dalam motor anda sudah diuji kualitasnya oleh pihak pabrik, namun motor yang baru keluar dealer masih perlu penyesuaian.

Masa inreyen sebaiknya tetap dilakukan sebagai bentuk antisipasi. Sebab, setiap produk yang mereka hasilkan belum tentu durabilitasnya sama-sama awet untuk jangka panjang. Dengan inreyen ini, kita bisa mensirkulasikan oli secara merata dengan kondisi mesin belum bekerja keras.

Komponen-komponen bagian dalam mesin motor tersebut pada dasarnya juga harus melalui proses adaptasi guna menjaga kemampuannya untuk jangka panjang. Dengan kata lain, masa inreyen pada motor baru sebenarnya lebih mengarah kepada proses adaptasi komponen motor hingga benar-benar layak dan aman untuk digunakan.

Namun begitu, masa inreyen bagi sebagian orang dijalani dengan amat hati-hati. Hal ini dimaksudkan agar mesin tidak mengalami kendala saat masa inreyen. Ternyata, hal itu malah membuat mesin jadi cengeng. 

Lantas bagaimana prosedur inreyen yang ideal agar mesin tahan lama? Berikut inreyen ulasannya. 

Jaga Putaran Mesin Pada 500 Km Pertama

Saat membeli motor baru, usahakan untuk tidak memperlakukan motor kalian secara kasar dan ekstrim pada saat 500 km pertama, seperti memutar grip gas terlalu penuh pada saat start, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau melakukan pengereman secara mendadak. 

Atur putaran mesin yang dihasilkan oleh motor kamu dengan cara mengendalikan RPM atau putaran mesin motor di angka yang stabil. Berkendara boleh dengan kecepatan tinggi namun dengan cara membuka tutup gas dengan diurut bukan asal ngegas.

Pada tahap ini, pengendara harus berakselerasi dengan sabar agar memastikan oli mesin sepeda motor bisa merata di celah-celah dan rongga komponen mesin.

Memaksa motor untuk langsung digeber dengan kecepatan tinggi sejak awal digunakan hanya akan memperpendek usia komponen-komponen di dalamnya akibat gesekan yang berlebihan.

Waktu inreyen yang harus diperhatikan itu cara bawanya diurut dan tidak kasar. Cara ini bisa bikin mesin motor bandel dan tahan lama. 

Inreyen Statis, Perlu Untuk Motor yang Jarang Digunakan

Bagi kalian yang belum lama menambah motor baru tapi ternyata hanya sesekali digunakan, tetap perlu melakukan inreyen. Kalau motor jarang digunakan, lakukan inreyen dengan cara memanaskan mesin selama 10 menit. Inreyen seperti ini disebut sebagai inreyen statis.

Karena proses inreyen ini statis atau diam di tempat, dibutuhkan hembusa  udara untuk mendinginkan mesin. Untuk itu, kalian perlu menyalakan kipas angin yang diarahkan langsung ke bagian mesin untuk membantu proses pendinginan.

Supaya gas buang dari asap knalpot tidak berbahaya untuk kesehatan, lakukan inreyen ini pada tempat terbuka atau tempat yang bersirkulasi baik.

Ganti Oli Lebih Cepat, Antara 500-1000 Km Pertama

 

Selain itu, kalian wajib untuk servis dan ganti oli mulai 500 kilometer pertama untuk membuang gram-gram partikel logam hasil kikisan metal.

Jangan ragu menguras oli mesin meski jarak tempuh belum begitu jauh. Hal ini untuk mempermudah kinerja komponen mesin dan terhindar dari penggumpalan kotoran dan sisa gram besi hasil gesekan saat inreyen.

Hindari Berkendara Secara Agresif

Inreyen motor baru tidak cuma memberi adaptasi pada komponen mesin tapi juga kampas rem dan ban yang masih baru. Itulah mengapa, tidak disarankan berkendara agresif terutama pada saat kondisi jalan basah atau licin. 

Ban motor baru anda masih mengalami proses adaptasi sehingga grip yang dihasilkan di atas jalanan masih belum begitu optimal dan beresiko slip. 

Biasanya pada ban baru memang kurang enak untuk dipakai ngebut, karena masih ada lapisan lilinnya. Itulah mengapa perlu inreyen dulu agar lapisan lilinnya terkikis habis dan baru optimal memberi grip.

Untuk inreyen ban ini setidaknya perlu dikendarai dengan santai hingga 50 kilometer. Sehingga akan butuh waktu untuk mendapatkan daya cengkeram yang optimal

Jika ban sudah melewati masa inreyen, maka sudah lebih terasa nyaman untuk dipakai di kecepatan tinggi. Ban bisa terasa lebih stabil kala cornering atau melaju di kecepatan tinggi saat sedang menikung. 

Inreyen Kampas Rem

Bagian kampas rem juga perlu masa inreyen, dia tidak langsung menempel sempurna dengan piringan cakram saat kondisinya baru. Kampas rem yang masih baru juga belum optimal saat pengereman sehingga tidak diperbolehkan untuk mengerem mendadak.

Selama masih inreyen, daya cengkram kampas ke piringan juga tidak semaksimal biasanya. Bila dipaksa dipaksa hard braking l dengan kondisi kampas belum optimal, tentu jarak pengereman makin jauh atau kurang pakem.

Kampas Ganda dan Roller CVT di Motor Baru Juga Perlu Inreyen

Siapa bilang motor matic tidak perlu inreyen? Prosedur break in juga perlu dilakukan untuk adaptasi komponen CVT semisal pada kampas ganda dan roller CVT. Pada motor baru, bagian roller biasanya masih sangat licin sehingga kadang memberi efek sedikit menggerung atau menahan saat akselerasi awal.

Itu bisa saja terjadi karena roller CVT selip dan belum bisa bergulir dengan optimal di dalam pulley. Selanjutnya, kampas ganda juga perlu inreyen sebagaimana kampas rem.

Jenis material dan cara kerja yang hampir mirip rem tromol membuat kampas ganda kadang belum benar-benar menggigit mangkok CVT. Bila langsung digas secara agresif, biasanya muncul gejala gredek-gredek.

Inreyen Jadi Masa Adaptasi Pengguna Terhadap Karakter Motor Barunya

Masa inreyen tidak hanya berlaku pada motor, tapi juga pengendaranya untuk beradaptasi. Sangat disarankan untuk membiasakan diri dengan karakter motor baru. 

Sebagai contoh, pengguna Honda Beat 2017 perlu sedikit adaptasi bila membeli Honda Beat 2022 karena ada perbedaan posisi berkendara atau tinggi setang.

Riding position tiap motor tentu berbeda, seperti jarak setang dan jok. Hal ini mempengaruhi kemampuan pengendara untuk mengendalikan motor seperti saat belok, mengerem, atau selap-selip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *