Salah satu jenis Vespa yang menarik perhatian para penghobi san kolektor yaitu jenis vespa VGLB. Ini karena Vespa VGLB memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di Indonesia vespa ini sering dikenal dengan sebutan Vespa Kongo.
Bagi penggemar Vespa, Vespa Kongo layaknya harta karun karena populasinya yang langka.
Dalam sejarahnya, Vespa Kongo merupakan unit yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk prajurit TNI pada sekitar tahun 1963.
Nama Kongo sendiri diambil dari negara tempat bertugasnya para anggota Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Garuda. Karena desainnya yang membulat, kebanyakan orang menyebutnya Vespa ndog atau telur.
Sebagai sebuah skuter bersejarah, Vespa Kongo bisa disebut sebagai sebuah legenda dalam dunia otomotif nasional. Motor lawas ini punya hal yang tak ternilai oleh uang, dan unitnya pun menjadi barang bernilai seni maupun historis yang tinggi.
Kali ini kami akan mengajak kalian bernostalgia menyenangkan Vespa Kongo sebagai sebuah hadiah dari Presiden Soekarno kepada Pasukan Perdamaian PBB Asal Indonesia yang bertugas ke Kongo.
Vespa Kongo Jadi Hadiah Pasukan yang Bertugas di Kongo
Pada dekade 1950-1960an, Pemerintah Indonesia mengirimkan beberapa kontingen pasukan untuk bergabung dalam misi perdamaian PBB. Dimulai dari tahun 1956, pasukan Kontingen Garuda I dikirim ke Mesir.
Ini dilakukan Soekarno untuk membalas budi kepada Mesir dan negara-negara Liga Arab, karena menjadi yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia.
TNI terus dipercaya untuk menjadi pasukan perdamaian di negara konflik. Kontingen Garuda II dikirim ke Kongo pada 1960. Saat itu prajurit asal Indonesia ikut di bawah misi United Nations Operation in the Congo (UNOC) dengan jumlah pasukan 1.074 orang. Mereka bertugas di Kongo antara September 1960 hingga Mei 1961.
Selanjutnya Kontingen Garuda III kembali dikirim ke Kongo pada 1962 dengan jumlah pasukan 3.457 orang. Pasukan tersebut terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur, bertugas hingga akhir 1963.
Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah Soekarno memberikan hadiah kepada para pasukannya yang bertugas dalam Kontingen Garuda ke Kongo.
Para pasukan mendapatkan skuter Vespa tahun 1963-1964, yang kemudian disebut Vespa Kongo dan penghargaan juga berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit.
Perbedaan Tipe Vespa Kongo Untuk Para Pasukan
Vespa Kongo punya perbedaan dengan Vespa seri VBB, Vnb atau VLA yang unitnya dijual secara reguler. Untuk pemberian Vespa itu disesuaikan dengan kepangkatan dari para prajurit.
Vespa berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yang paling tinggi tingkat kepangkatannya, dalam Kontingen Garuda. Disusul Vespa berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah.
Ciri khas di Vespa Kongo yaitu terdapat lambang Garuda di bodi depan sebelah kiri. Sayangnya pada saat ini, lambang Garuda tersebut jarang ada di Vespa Kongo yang tersisa.
Perbedaan lainnya ada di BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) yang tertulis ex Brigade Garuda. Ini menjadi bukti fisik dari keaslian Vespa Kongo yang sulit untuk direkayasa.
Selain itu, di bagian setang sebelah kiri disematkan tanda prajurit berbentuk oval dari bahan kuningan, serta piagam penghargaan yang jadi bukti bila motor tersebut merupakan hadiah dari negara.
Bahan yang Lebih Kuat Karena Buatan Jerman
Uniknya, Vespa Kongo diproduksi di Jerman walau brand Vespa berasal dari Italia. Vespa Kongo itu diproduksi pada 1963 di Jerman.
Vespa Kongo ini, karena perakitannya dilakukan di Jerman, oleh Vespa GmbH Augsburg yang berdiri pada tahun 1958. Karena dibuat di Jerman Vespa ini punya pelat bodi monokok yang lebih bagus dan kuat dari Vespa biasa.
Sosok Jacob Oswald Hoffmann adalah orang yang berjasa memasukkan Vespa ke Jerman. Kerjasama Vespa dengan Hoffmann putus awal tahun 1955 karena Hoffmann kemudian ingin mendesain model skuter bergaya sport sendiri.
Setelahnya, Vespa GmbH Augsburg kemudian berdiri sebagai sebuah perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation. Mereka kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt.
Vespa Augsburg juga menjalin kerja sama dengan Messerchmitt untuk membuat model 150 Touren dan GS, yang kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi.
Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan puncak perubahan skuter dan diproduksinya dalam jumlah tidak terlalu banyak.
Perbedaan Vespa Kongo dengan Seri Reguler
Vespa Congo diorder oleh Indonesia saat kerjasama Piaggio sebagai prinsipal Vespa dengan Augsburg berlangsung.
Vespa Kongo yang dibuat oleh Vespa GmbH Augsburg memiliki beberapa perbedaan spesifikasi dan fitur daripada unit yang diproduksi oleh Piaggio di Italia. Sebagai informasi, basis model yang digunakan oleh Vespa Kongo ialah VBB1T maupun VBB2T.
Berbeda dengan Vespa jenis VBB lainnya yang memakai velg ring 8, Kongo memakai velg lebih besar dengan ring 10. Kemudian bentuk speedometer Vespa kongo berbentuk kotak, tidak seperti kepunyaan VBB lain yang berbentuk oval.
Vespa Kongo juga sudah memakai aki di sistem kelistrikannya yang jarang diaplikasi model Vespa lain kala itu.
Selain itu, Vespa Kongo punya saklar yang terletak di setang sebelah kiri. Sedangkan untuk Vespa VBB Italia lainnya, pada setang sebelah kiri tidak punya saklar seperti ini. Lalu, nomor mesin Vespa Kongo diawali dengan kode VGLA1M atau VGLB1M.
Vespa Kongo Jadi Barang Langka dengan Harga Selangit
Vespa Kongo masih menjadi salah satu barang incaran kolektor fanatik Vespa. Selain punya nilai sejarah, populasinya yang tidak banyak di Indonesia, membuat harganya gelap.
Para pecinta Vespa tulen biasanya tak pikir panjang untuk merogoh kocek yang dalam untuk mendapatkan Vespa Kongo yang mereka impikan. Untuk harga Vespa VGLB atau kongo memang tidak ada harga pasaran yang pasti.
Namun saat ini jika dilihat dari website jual beli dan informasi dari komunitas, harga Vespa Kongo sudah di atas Rp50 juta, bahkan bisa menyentuh angka Rp300 juta.
Meskipun harganya begitu tinggi, namun para pemilik Vespa Kongo juga enggan menjual tunggangan klasik milik mereka. Alasannya sederhana, populasi Vespa Kongo semakin langka dan unit dalam kondisi layak dengan surat-surat lengkap semakin sulit ditemukan.
Kesimpulan
Itu tadi perjalanan Vespa Kongo yang unik dan sarat sejarah. Skuter ini bisa dibilang sebagai motor ‘limited edition’ karena bukan dibuat langsung oleh Piaggio-Vespa di Italia.
Vespa Kongo dibuat oleh Vespa GmbH Augsburg yang memiliki beberapa perbedaan spesifikasi dan fitur daripada unit yang diproduksi oleh Piaggio di Italia.
Desain Vespa yang diproduksi di Jerma ini juga lebih unik dan canggih. Ini karena Vespa GmbH Augsburg telah memakai aki dalam sistem kelistrikannya yang membuat jadi lebih modern ketimbang Vespa sejenis pada masa itu.
(YS)






