Kondisi Jakarta dan beberapa kota di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kerap diguyur hujan. Situasi jalan yang basah diguyur hujan terutama di jam sibuk sore hari saat waktu pulang kerja jadi cukup berisiko. Pandangan tak cukup jelas saat hujan disertai angin kencang, sehingga berpotensi menjadi penyebab tabrakan beruntun.
Saat musim hujan yang tiba, pengemudi dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan saat berkendara. Hujan dapat menyebabkan kondisi jalan yang licin dan visibilitas yang terbatas, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi mereka yang tidak waspada.
Sumber masalah utama dari tabrakan beruntun adalah kelengahan pengguna jalan di belakang kita yang kurang fokus dalam menjaga jarak aman dengan mobil atau kendaraan lain didepannya.
Apalagi saat ini sedang musim hujan, dimana jarak pandang pengemudi berkurang. Kondisinya diperparah dengan jalan yang licin membuat mobil lebih mudah terlibat kecelakaan.
Kondisi yang masih kerap terjadi, fokus pengemudi teralihkan oleh aktivitas lain seperti memakai ponsel selama berkendara. Karena itu pencegahan tabrakan beruntun harus dilakukan bersama-sama. Berikut langkah yang bisa kamu dilakukan oleh untuk mencegah tabrakan beruntun.
Tetap Fokus dan Waspada Selama Berkendara
Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan bagi para pengendara mobil di Indonesia, dari yang awalnya cerah lalu menjadi hujan ekstrim membuat pengendara jadi harus ektra waspada di jalanan.
Mengemudikan mobil adalah kegiatan penuh fokus yang tidak bisa dibarengi dengan aktivitas lain. Jangan coba-coba mengemudi sambil menggunakan ponsel terutama saat musim hujan. Tujuannya supaya perhatian tetap fokus dan waspada hanya pada kondisi jalan di depan.
Hujan deras dapat menurunkan visibilitas pengendara, membuat sulit untuk melihat jalan, pengendara lain, dan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, simpan ponsel dan tingkatkan fokus ke sekeliling kendaraan. Tanpa kita sadari, hujan deras dapat membuat pengendara merasa tidak nyaman dan cepat lelah, membuat sulit untuk fokus dan meningkatkan risiko distraksi.
Tak kalah penting, persiapkan segala kebutuhan sebelum kalian mengemudi. Bila memang dibutuhkan, sebaiknya kita terlebih dahulu menyiapkan peta digital di ponsel, minuman, dan kartu e-money untuk bayar parkir atau tol sebelum melakukan perjalanan. Dengan begini kita tidak perlu mengalihkan perhatian selama berkendara.
Patuhi Aturan Kecepatan di Jalan dan Jaga Jarak Aman Antar Mobil
air hujan dapat membuat jalan dan ban mobil licin, membuat sulit untuk mempertahankan kendali mobil. Ban yang licin juga dapat memperburuk situasi jika kita melakukan pengereman mendadak.
Masih banyak pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan kecepatan di jalan. Mereka berkendara dengan kecepatan dibawah minimal atau melebihi batas maksimal di jalan sehingga memicu kecelakaan, dan ditabrak dari belakang.
Mobil yang melaju terlalu lambat membuat kendaraan lain di belakang sulit mengantisipasi jarak dan laju mobil. Sedangkan bagi mobil yang melaju terlalu kencang bisa berpotensi memicu kecelakaan jika gagal dikendalikan.
Permukaan jalan yang basah dapat membuat kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan, sehingga menjaga kecepatan dapat membantu mencegah kecelakaan.
Hal yang tak kalah penting yaitu menjaga jarak dengan kendaraan di depan kita. Cara termudah yaitu dengan teknik berhitung enam detik atau lebih dari kendaraan di depan saat hujan turun dengan lebat.
Perhitungannya sederhana, kamu bisa berpatokan pada benda statis yang dilalui kendaraan di depan, seperti tiang lampu jalan atau plang penunjuk arah, dan mulai berhitung enam detik. Ketika mobil di depan kita melintasi benda itu, beri jarak dan kurangi kecepatan hingga detik keenam, supaya memberi jarak aman.
Bila masih kurang dari enam detik dan benda itu sudah dilewati, berarti kecepatan mobilmu terlalu tinggi dan segera kurangi. Harapannya, waktu enam detik bisa cukup untuk merespons situasi darurat seperti ketika mobil di depan tiba-tiba mengerem.
Waktu tersebut cukup untuk perhitungan reaksi pengemudi mulai dari mata melihat, anggota tubuh seperti kaki merespons injak pedal rem, dan mobil bereaksi dengan mengurangi kecepatan. Terlebih, pengereman saat turun hujan tidak bisa sembarangan, dan harus dilakukan secara smooth.
Untuk itu, berkendaralah sesuai aturan dan kebutuhan. Pilih jalur yang sesuai kecepatan mobil di jalan dengan banyak ruas seperti jalan tol.
Nyalakan Lampu Utama dan Foglamp Untuk Membantu Visibilitas
Pada cuaca buruk, nyalakan seluruh lampu utama dan foglamp di mobil untuk membantu memantau situasi di sekitar. Cara ini juga akan membantu memberikan tanda pada pengendara lain posisi kendaraan kalian di jalan. Walaupun sederhana, menyalakan lampu juga dapat memperkecil resiko terjadinya kecelakaan ketika berkendara dalam kondisi hujan lebat.
Bahaya yang Mengintai Pengendara Mobil Saat Musim Hujan
Selain memperhatikan faktor cara berkendara, kalian juga patut mengetahui bahaya yang mengintai pengendara mobil saat musim hujan. Untuk itu, pengendara harus mewaspadai tiap genangan air yang meninggi. Pasalnya, di balik genangan air tersebut dikhawatirkan adalah jalan berlubang yang membahayakan.
Kalian juga harus mewaspadai gejala aquaplaning yang sangat besar terutama ketika melintas di jalan yang memiliki genangan air. Masalah aquaplaning terjadi di mana posisi ban tidak dapat menapak dengan permukaan aspal akibat tertekan genangan air.
Aquaplaning umumnya terjadi karena ban tidak mampu mengurai air dengan baik, sehingga laju mobil terasa berjalan melayang dan meningkatkan risiko bagi pengendara seperti kehilangan kendali dan mobil tergelincir.
Cara paling efektif untuk mengatasi hal ini yaitu pengemudi harus mengendarai mobil dengan sangat hati-hati. Untuk menghindari risiko ini, cobalah untuk memilih jalur yang tidak terlalu tergenang oleh air. Hindari mengubah jalur secara tiba-tiba agar tidak terkena aquaplaning.






