Pembangunan infrastruktur jalan tol yang gencar dilakukan pemerintah di pulau-pulau besar memberi keuntungan bagi pengguna moda transportasi umum. Waktu perjalanan semakin singkat dan jalan tol memungkinkan untuk digunakan bus berbody besar hingga bus tingkat.
Melihat kelebihan dari akses jalan tol entah itu Trans Jawa atau Trans Sumatera, perusahaan otobus semakin banyak yang mengoperasikan bus triple axle yang dikenal sebagai bus tronton. Sasis dengan tiga as roda ini memungkinkan untuk dibangun bus dek tinggi hingga untuk bus tingkat antar kota.
Pemakaian tiga axle tersebut lebih stabil dan kokoh untuk gross weight vehicle atau bobot keseluruhan mencapai 25 ton. Tak cuma itu, bus tronton dinilai nyaman untuk perjalanan jarak jauh karena memakai suspensi udara yang lebih lembut dalam meredam guncangan jalan.
Bus tronton yang ada di Indonesia masuk ke dalam kelas premium, yang sekarang ini masih dikuasai merek-merek asal Eropa. Tercatat, ada empat merek yang merilis bus tronton yakni Mercedes-Benz, Scania, MAN, hingga Volvo.
Bus tronton memiliki regulasi panjang hingga 13,5 meter, sementara bus reguler panjangnya dibatasi hingga 12 meter.
Agar kuat membawa muatan penumpang dan bodi dengan tonase yang lebih berat maka perlu mesin yang lebih powerful. Rata-rata bus tronton punya mesin mesin berkapasitas antara 11.000 cc sampai 13.000 cc
Kali ini, kami akan mengajak kalian mengenal tiap seri bus tronton yang dirilis masing-masing pabrikan tersebut. Simak ulasannya berikut ini.
1. Mercedes-Benz OC 500 RF 2542
Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 mengusung format tiga gandar dan punya dua varian, untuk maxi (bus super high deck) dan double decker.
Adapun seri OC 500 RF 2542 merupakan sebuah nomenklatur khas Mercedes-Benz yang menunjukkan spesifikasi dan lokasi pembuatan sasis tersebut. Untuk kode OC memiliki arti sasis dilengkapi dengan konfigurasi mesin belakang dan diproduksi di Mercedes-Benz Samano, Spanyol.
Kemudian angka 500 artinya adalah seri dari tipe sasis masuk kategori bus premium. Seri 500 ini juga digunakan pada Mercedes-Benz pada 0500R 1836 yang merupakan sasis premium double axle di di Indonesia.
Kemudian angka ’25’ menunjukan daya angkut bus tersebut, sebesar 25 ton. Sedangkan angka ’42’ menunjukkan tenaga mesinnya yang dikalikan 10, sebesar 420 HP.
Bus bermesin belakang ini dibekali mesin dengan kode OM 457 LA Euro3 11.967 cc. Sementara itu, perpindahan gigi memakai transmisi otomatis ZF Ecolife 6AP 2000B/3.36-06.2.
Mercedes-Benz sebagaimana biasa menyuguhkan kokpit yang ergonomis dan minim ribet. Setirnya didukung fitur tilt dan telescopic, sehingga memberi kenyamanan pengemudi soal sudut kemiringan setir yang ideal dengan postur tubuh mereka.
Lebih lanjut, OC 500 RF 2542 memakai sistem suspensi udara 2 balon di as depan dan 4 balon udara di masing-masing gandar belakang.
Volvo B11R 430 HP dan B11R 450 HP Euro 5
Volvo kembali meramaikan kancah bus premium di tahun 2019 dengan membawa sasis triple axle B11R 430 HP. Volvo B11R dibekali mesin enam silinder 10.837 cc turbodiesel dengan output 370 HP dan torsi maksimum 1770 Nm.
Mesin yang digunakan pada B11R 430 HP serupa dengan yang digunakan Volvo Truck FMX 370. Soal kenyamanan, bus ini memakai suspensi udara yang dikontrol secara elektronik dengan Electronically Controlled Suspension (ECS).
Sukses dengan varian 430 HP, PT Indotruck Utama selaku distributor kemudian memperkenalkan B11R 450 HP Euro 5. Sesuai dengan namanya, sasis premium ini sudah memenuhi standar emisi Euro 5 di Eropa.
Lantas bagaimana penyesuaian yang dilakukan untuk Indonesia yang baru memakai standar emisi Euro 3 untuk mesin diesel? Volvo B11R dilengkapi dengan mesin Volvo D11 enam silinder segaris yang menghasilkan tenaga 450 hp dan torsi 2.150 Nm.
Tenaga yang dihasilkan dari mesin kemudian disalurkan dengan transmisi I-Shift 2412 D, sistem automated gear-changing system, atau transmisi manual yang dibuat otomatis.
Untuk memenuhi standar emisi Euro 5, mesin Volvo D11 dipasang lagi dengan Selective Catalytic Reduction (SCR). SCR menggunakan cairan AdBlue atau urea untuk mengurangi emisi gas buang. Jadi pada asap yang keluar dari ruang mesin, disemprotkan dengan AdBlue sehingga kadar Nox turun dan sesuai dengan standar Euro 5.
Untuk kenyamanan berkendara, sistem suspensi yang digunakan pada Volvo B11R memakai suspensi udara yang dikendalikan secara elektrik. Bus bisa dimiringkan ke kiri/kanan, ditinggikan, atau direndahkan sesuai kebutuhan, dan Kaki-kakinya telah memakai stabilizer di depan dan belakang.
Sebagai informasi, PT Indotruck Utama kini telah merakit sasis Volvo B11R tersebut memakai fasilitas grup Indomobil oleh PT National Assemblers di Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Scania K410iB, Si Griffin Swedia
Scania K410 iB merupakan sasis bus kelas premium triple axle, dimana chassis ini memiliki tenaga yang besar dan didukung dengan teknologi terbaru Opticruise.
Bus ini dibekali mesin 13 Liter DC13 107 K01 EURO 3, 6- silinder inline, turbocharged, intercooled, dengan teknologi Scania PDE Injection (separate electromagnetically controlled unit injectors) and air cleaner.
Tenaga yang dihasilkan sebesar 410 hp @ 1.900 rpm dan torsi
2000 Nm @ 1000 – 1350 rpm.
Transmisinya cukup canggih memakai gearbox GRS895R dengan 12 kecepatan yang dilengkapi Opticruise dan Downhill Speed Control. Berikut ini teknologi yang tercakup dalam sistem Opticruise pada Scania K410iB:
- Automatic Gear Shifting” on manual gearbox
- Cruise Control
- Downhill speed control
- Mode berkendara Economy, Standard dan Power Mode.
Terdapat MID berupa Layar Display 6,5 inci untuk memberi informasi seputar kendaraan kepada pengemudi. Setirnya telah memakai tilt and telescopic sehingga memudahkan pengemudi mengatur posisi setir yang ergonomis sesuai postur mereka.
Untuk mengurangi kecepatan, didukung retarder yang terhubung dengan transmisi dengan beberapa level. Ketika retarder aktif, maka bus akan mengurangi putaran mesin yang membuat laju kendaraan juga bisa lekas melambat.
Kemudian, untuk menjamin kenyamanan penumpang dengan Suspensi Udara yang terbaik dikelasnya menggunakan Electronic Level Control (ELC) sehingga memungkinkan adanya fitur Kneeling untuk memudahkan penumpang naik dan turun.
MAN R37/R44, Bus Tronton yang Langka di Indonesia
Merek lainnya yang ikut memasarkan bus triple axle yaitu MAN dengan produk MAN R37 dan MAN R44. Merek asal Jerman ini memang tidak begitu banyak merilis sasis untuk bus di Indonesia. Bus tingkat triple axle bermerek MAN ini didatangkan oleh PT Duta Putra Sumatera (DPS) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk.
Populasi bus tronton MAN memang cukup langka, kebanyakan hanya digunakan untuk bus tingkat wisata di Jakarta.
Untuk bus antar kota yang memakai sasis brand Jerman ini di Jawa hanya yaitu PO Nusantara di Kudus dengan seri MAN R37. Bus ini mengusung mesin D2676 Common-rail 12.419 cc dengan output 466 PS @1.900 RPM dan torsi 2.100 Nm @1.000-1.400 rpm.
Sementara itu, PO Pelita Paradep di Medan memakai MAN R77 dengan spesifikasi lebih sangar yaitu 480 hp dan torsi 2.300 Nm di 950-1.400 rpm. Tenaganya jauh di atas sasis tronton lainnya yang hanya 410-450 hp.
(YS)






