Scroll untuk baca artikel
Berita

Tune Up Mobil Perlu Dilakukan Secara Berkala, Segini Estimasi Biaya dan Pengerjaan yang Dilakukan

×

Tune Up Mobil Perlu Dilakukan Secara Berkala, Segini Estimasi Biaya dan Pengerjaan yang Dilakukan

Share this article
tune-up-mobil-perlu-dilakukan-secara-berkala,-segini-estimasi-biaya-dan-pengerjaan-yang-dilakukan
Tune Up Mobil Perlu Dilakukan Secara Berkala, Segini Estimasi Biaya dan Pengerjaan yang Dilakukan

Para pemilik mobil tentu familiar dengan istilah tune up. Ya, tune up ini dianggap sebagai salah satu ritual servis rutin. Istilah Tune-up merupakan prosedur standar dalam perawatan mobil secara berkala. 

Tune-up dapat diartikan sebagai prosedur perawatan kendaraan yang bertujuan untuk mengembalikan kinerja mesin agar optimal kembali. Setelah digunakan selama sekian waktu, kinerja mesin menurun karena banyak faktor, seperti kemacetan, suhu mesin yang tinggi, hingga debu dan kotoran yang membuat mesin jadi bekerja lebih berat.

Secara umum prosedur tune up bisa dilakukan saat mobil telah mencapai 3.000 hingga 10.000 kilometer atau setiap 1-4 kali dalam satu tahun. Dalam beberapa kondisi tertentu, tune up meliputi penggantian bagian-bagian yang telah aus dan menyesuaikan pengaturan mesin agar berjalan dengan optimal. 

Itulah mengapa, servis rutin membantu menjaga kinerja kendaraan dalam kondisi optimal. Jika kalian tidak melakukan servis secara teratur, mobil kesayangan dapat mengalami penurunan kinerja, seperti kehilangan tenaga, penurunan efisiensi bahan bakar, atau masalah lain yang mempengaruhi kenyamanan berkendara.

Kali ini kami akan mengulas serba-serbi tune up mobil dan dampaknya bila kalian abai melakukan tune up tersebut. 

Kapan Waktunya Tune Up Mobil?

Saat Anda membawa mobil ke bengkel, teknisi mungkin akan menawarkan servis biasa, yang fokus pada komponen yang mudah mengalami kerusakan, seperti sistem injeksi dan filter udara mesin. 

Di sisi lain, tune up adalah perawatan yang lebih mendalam dan menargetkan bagian-bagian vital dari mobil, contohnya katup mesin. Intinya, tune up lebih berfokus pada penyesuaian komponen-komponen penting pada mobil. 

Kebanyakan orang melakukan tune up setidaknya sekali dalam setahun, tergantung pada jarak yang telah ditempuh mobil tersebut. Jika Anda merasa mobil sudah mulai kurang nyaman untuk dikendarai atau mulai mengeluarkan suara kasar, inilah tanda bahwa mobil memerlukan tune up. 

Pengecekan yang Dilakukan Saat Tune Up Mobil

Salah satu manfaat utama dari pergi ke bengkel tune-up mobil adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar. Komponen kendaraan seperti busi, filter udara, dan sistem pembakaran lainnya dapat mengalami penurunan kinerja seiring waktu. Dengan melakukan tune-up secara teratur, mesin dapat bekerja optimal dengan konsumsi bahan bakar dengan lebih efisien.
 
Berikut ini komponen yang akan mengalami pengecekan ketika kalian pergi ke bengkel langganan untuk melakukan tune up berkala. 

Aki

Pengecekan pertama yang dilakukan oleh teknisi adalah aki mobil. Komponen listrik dalam mobil ini harus dicek apakah masih bisa berfungsi dengan baik atau perlu dicharge. 

Karena tanpa ada aki yang bekerja mobil akan sulit dinyalakan. Tegangan aki harus mencapai 12 volt saat mesin mati dan 14 volt saat mesin hidup. Jika tegangan di bawah itu, tentunya aki perlu dicharge.

Filter Udara

Supaya kerja pembakaran mesin berjalan dengan baik, filter udara harus dicek kondisinya. Filter udara yang kotor dapat mengurangi aliran udara ke mesin, yang dapat menurunkan performa dan efisiensi bahan bakar.

Saat melakukan tune up, filter ini akan dibersihkan sehingga udara membantu pembakaran dan tenaga yang dihasilkan bagus. 

Jika kondisi masih bagus, filter udara biasanya cukup dibersihkan saja. Tapi jika kondisinya sudah terlalu kotor dan banyak endapan kotoran yang sulit dibersihkan, maka filter udara akan diganti dengan yang baru. 

Throttle Body

Bagian ini juga perlu diperiksa untuk mengecek kondisinya apakah masih bersih atau tidak, sekaligus mengatur idle RPM yang tepat sesuai kebutuhan mesin. 

Saat mengecek kondisi throttle body ini sekaligus memeriksa kondisi injektor bahan bakar. Injektor bahan bakar yang kotor dapat menghambat aliran bahan bakar ke mesin. 

Celah pada Busi

Bagian celah busi sudah disetel dari pabrik dengan jarak tertentu. Tapi karena penggunaan, pembakaran busi dan tekanan kompresi yang terjadi dalam ruang bakar membuat jarak celah berubah. 

Oleh karena itu, perubahan pada celah busi perlu dicek  agar pengapian yang keluar dari busi tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. 

Busi menjadi salah satu komponen penting di kendaraan bermotor. Fungsi busi bertugas sebagai komponen yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

Karena pengguna sehari-hari, kinerja busi akan semakin menurun. Busi yang apinya sudah jelek atau tidak optimal biasanya akan diganti dengan yang baru.

Penggantian Fluida

Saat tune up ada beberapa jenis fluida pada mesin yang mungkin sudah waktunya diganti seperti oli transmisi, minyak rem, oli power steering, oli garden, dan oli mesin. 

Namun, tidak semua cairan tersebut diganti secara bersamaan setiap tune up. Pihak bengkel akan melihat riwayat servis sebelumnya dan menentukan manakah yang perlu melakukan penggantian terlebih dahulu. 

Celah pada Katup

Pengecekan celah katup dibutuhkan untuk mengetahui apakah posisinya masih sesuai kebutuhan mesin atau perlu disetel ulang. Jika terjadi perubahan posisi akan menimbulkan suara berisik dan kebocoran kompresi. 

Celah katup yang tidak sesuai dapat menyebabkan mesin berisik dan kehilangan tenaga. Montir akan memeriksa dan mengatur celah katup sesuai dengan spesifikasi pabrik. 

Pada mobil yang masih menggunakan penyetelan manual, maka celah katup harus disetel pada kerapatan di angka 0,1 hingga 0,3 millimeter. Apabila celahnya terlalu rapat atau terlalu renggang, berisiko pada penurunan performa dari mesin.

Pemeriksaan Tegangan V-belt

V-belt harus diperiksa secara berkala. Apabila tegangannya terlalu kendor maka harus segera disetel ulang. Namun perlu diingat, proses penyetelan tersebut hanya berlaku pada mesin yang memiliki tensioner manual (tensioner ulir).

Estimasi Biaya Tune Up Mobil

Harga atau biaya tune up mobil bisa berbeda-beda di setiap bengkel. Jadi, ada bengkel yang memang mematok tarif cukup terjangkau hingga sangat mahal, tergantung merek dan model mobilnya. 

Pada umumnya, biaya jasa tune up ini berkisar antara Rp250 ribu sampai dengan Rp500 ribu di bengkel umum dan spesialis, tergantung bengkel dan mobil yang akan melakukan tune up. Biaya jasa tersebut biasanya sudah termasuk untuk cairan cleaner throttle body dan jasa pengecekan beberapa bagian di atas. 

Untuk itu kalian perlu bertanya kepada pihak bengkel soal biaya tune up di bengkel tersebut, apakah sesuai budget atau tidak. Hal lain yang perlu diingat, harga tersebut biasanya belum termasuk dengan biaya untuk penggantian atau perbaikan komponen yang sudah rusak atau sudah tidak layak digunakan pada mobil kalian.

Biaya tune up bakal membengkak bila kalian juga perlu melakukan penggantian part seperti misalnya busi, oli dan filter oli, atau filter udara. Kadang, bengkel tidak memasukkan biaya jasa penggantian beberapa komponen fast moving tersebut karena sudah include dengan harga komponen. 

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *