JAKARTA – BYD bersama Arista Group meresmikan 9 diler BYD ARISTA secara serentak. Adapun seremonial ini dilakukan dengan Grand Opening Ceremony BYD Arista Summarecon Bekasi. Acara peresmian dipusatkan di BYD Arista Summarecon Bekasi, menandakan pertumbuhan pasar EV yang pesat di wilayah tersebut.
Adapun dealer BYD Arista Summarecon Bekasi berada di lokasi strategis Bekasi Central Business District, Jl. Bulevar Utara Ahmad Yani KB/008 No.55, RT.005/RW.003, Marga Mulya, Kec. Bekasi Utara.
“Indonesia selalu menjadi salah satu pasar yang penting bagi BYD. Peresmian sembilan diler BYD Arista merupakan wujud nyata komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dengan standar kualitas global di setiap diler. Melalui diler-diler baru ini, BYD siap mendukung perubahan gaya hidup masyarakat menuju era mobilitas listrik yang berkelanjutan,” ujar Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division saat peresmian BYD Arista Summarecon Bekasi.
Ekspansi terbaru ini menandai tonggak penting dalam memperkuat komitmen kedua perusahaan untuk menyediakan layanan penjualan, purna jual, serta suku cadang (3S) kendaraan listrik berkualitas tinggi.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan kendaraan listrik berkualitas tinggi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Upaya ini meliputi perluasan jaringan penjualan dan purna jual, pengembangan infrastruktur pengisian daya, penyediaan skema pembiayaan yang mudah diakses, serta pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia dalam kesempatan yang sama.
Arista Miliki Jaringan Dealer BYD Terbesar di Indonesia
BYD terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui perluasan jaringan diler dan pusat layanan purna jual yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain di Bekasi, Arista juga meresmikan dealer BYD yang akan menjangkau masyarakat di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera. embilan diler baru tersebut berlokasi BYD Arista Summarecon Bekasi; BYD Arista Pondok Indah Jakarta; BYD Arista Puri Jakarta; BYD Arista PIK Jakarta; BYD Arista Kelapa Gading Jakarta; BYD Arista Serang Banten; BYD Arista Yogyakarta; BYD Arista Kenjeran Surabaya; dan BYD Arista Pekanbaru.
“Hari ini menandakan BYD telah membuka total 24 cabang di 13 kota, dari total target 50 cabang di akhir tahun,” ucap Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia dalam sambutannya, Senin (7/10).
Kini, BYD Arista hadir dengan total 24 outlet yang siap melayani kebutuhan konsumen akan kendaraan listrik inovatif dan berkualitas tinggi. Dari sekian banyak perusahaan yang menjadi dealer BYD, Arista yang mendominasi jumlah outlet BYD terbanyak di Indonesia.
“Investasi kami yang paling besar di BYD ini. Grand opening pertama pada Februari lalu di BSD untuk membuka 8 cabang secara serentak. Kali ini grand opening yang kedua untuk membuka 9 cabang,” tegas Hartono Sohor, Chairman Arista Group dalam sambutannya.
Dalam membangun era elektrifikasi, Arista punya komitmen yang serius dan tinggi bersama BYD mengembangkan pasar mobil listrik di Indonesia. Demi memikat calon konsumen, Arista membangun jaringan dealer di lokasi strategis pada tiap kota yang mereka pilih.
“Posisi cabang kita ada di lokasi strategis dan dekat dengan segmen market konsumen. Dealernya ada di lokasi prime dan terbaik di masing-masing kota, sehingga bisa compete dengan merek-merek lain,” tegas Ali Hanafiah, President Director BYD Arista.
Ali melihat sambutan positif masyarakat terhadap inovasi mobil listrik ini juga perlu didukung dengan jaringan dealer yang semakin meluas dan dekat dengan calon konsumen. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat langsung keunggulan mobil listrik beserta layanan aftersales yang tersedia.
Dengan semakin banyaknya jaringan dealer BYD yang diresmikan oleh Arista, Ali berharap bila hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membeli mobil listrik yang dirilis brand otomotif asal China tersebut. Keraguan yang ada di benak masyarakat perlahan berkurang dengan semakin banyaknya infrastruktur penunjang kebutuhan mobil listrik.
“Sekarang kita buka sembilan cabang, kenapa kami begitu percaya dg BYD? Dalam mengelola bisnis otomotif, jaringan itu penting. Dealer lain masih wait and see, keberadaan network ini menambah kepercayaan konsumen utk beli BYD,” tutur Ali.
Dealer BYD Arista Telah Menyediakan Layanan Aftersales Mobil Listrik yang Komprehensif
Dalam proses transformasi ke era mobil listrik, Arista sebagai perusahaan main dealer BYD juga twlah menyediakan layanan aftersales yang komprehensif. Jaringan dealer BYD Arista telah memiliki alat-alat khusus untuk perawatan maupun perbaikan mobil listrik termasuk untuk penggantian baterai.
Selain itu, tiap dealer juga memiliki ruang khusus untuk penyimpanan baterai, yang dirancang cukup dingin agar baterai tetap aman. Lebih lanjut, teknisi di BYD Arista juga telah mendapat pelatihan khusus menangani mobil listrik termasuk apabila terjadi insiden.
“BYD sudah siap untuk menghadapi malpraktik pada baterai, dimana special tools untuk handling baterai ini beda. Berdasarkan pengalaman saya melihat bengkel mobil listrik lain yang mewah, baterainya cuma ditahan pakai drum saat melepasnya,” jelas Ali
Lebih lanjut, Ali menyebut bila Blade Battery milik mobil listrik BYD ini tidak mudah terbakar saat terjadi insiden yang merusak komponen selnya. Kemudian untuk penanganan insiden terbakar di mobil listrik, telah mempersiapkan alat pemadam khusus.
Keamanan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama BYD di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BYD untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna kendaraan listrik BYD dalam jangka panjang.
Tim QC terus memantau kualitas produk dan akan bertindak aktif melakukan pencegahan sebelum terjadi sesuatu yang dapat membahayakan konsumen guna memastikan standar keselamatan tertinggi.
“Blade baterai ini kalau ada insiden tidak terbakar, segala sesuatunya sudah diminimalisir risiko dan teknisi sudah ditraining. APAR yang digunakan di kendaraan listrik juga berbeda,” beber Ali.
(YS)






