Kita sering sekali melihat kejadian kecelakaan yang dialami oleh pemotor di jalan. Entah itu antara sesama motor, atau mobil dengan motor. Tapi kebanyakan penyebabnya utama dari pengguna sepeda motor ketimbang pengendara mobil.
Penting mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan sepeda motor. Tujuan agar kita selalu waspada saat berkendara di jalan.
Jangan sampai, kita sebagai pemotor jadi penyebab kecelakaan karena risiko yang cukup fatal. Dari sisi pengguna mobil, kita bisa lebih antisipatif terhadap ulah pemotor yang sering sembrono.
Kecelakaan lalu lintas bisa menyebabkan kerugian baik materi (harta) berupa kerusakan kendaraan, hingga nyawa. Bukan hanya diri Anda sendiri yang rugi, orang lain pun bisa dirugikan akibat kecelakaan yang terjadi.
Kami telah merangkum sejumlah 10 hal yang seringkali menjadi penyebab kecelakaan sepeda motor. Berikut ini ulasannya.
1. Tidak Konsentrasi Ketika Mengendarai Sepeda Motor
Kehilangan konsentrasi sebentar saja saat berkendara bisa berakibat fatal termasuk mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Konsentrasi bisa hilang karena berbagai sebab seperti mengantuk, badan kurang fit, banyak pikiran, kondisi mabuk hingga bermain handphone saat sedang berkendara.
2. Kondisi Sepeda Motor Tidak Layak Jalan
Kondisi sepeda motor memberi pengaruh besar pada keamanan saat berkendara. Setidaknya kondisi motor haruslah standar dan layak jalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ada beberapa kondisi dimana motor sebaiknya tidak dipakai karena dinilai tidak layak jalan. Mulai adalah ban gundul atau pakai ban cacing (ban dengan ukuran kecil atau velg kecil), rantai dan gear yang aus (harus segera diganti), rem yang kurang berfungsi dengan baik, busi yang sudah sering mati, dan lain-lain.
Lampu utama yang mati juga bisa jadi penyebab kecelakaan di malam hari. Hal yang bisa terjadi adalah menabrak kendaraan di depan atau juga bisa ditabrak dari belakang. Saat kondisi sedang hujan atau berkabut perlu menyalakan lampu agar visibilitas lebih jelas, kendaraan lain pun bisa mengetahui posisi kamu.
3. Tidak Mematuhi Aturan Lalu Lintas
Saat kita sudah membawa STNK dan SIM, pakai helm, kondisi motor layak jalan, hingga kondisi fisik maupun konsentrasi sudah maksimal, namun bisa saja kecelakaan tetap terjadi.
Ada hal-hal di luar faktor tadi yang bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas roda dua. Biasanya terjadi karena kecerobohan pengendara lain abai terhadap rambu lalu lintas.
Banyak perilaku tidak tertib yang dilakukan pengendara sepeda motor. Mulai dengan melawan arus, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, hingga melaju di jalur cepat atau jalur busway. Akibat pelanggaran dari kendaraan lain yang ceroboh, lantas menabrak motor kalian yang posisinya tidak bersalah.
Rambu lalu lintas merupakan aturan yang dibuat pemerintah untuk menertibkan pengendara di jalan raya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Rambu yang dimaksud berupa lampu lalu lintas, rambu petunjuk, rambu perintah rambu larangan dan rambu peringatan.
4. Faktor Bencana Alam dan Kecerobohan Pejalan Kaki
Kita juga harus waspada saat berkendara di musim hujan. Saatntueun hujan badai, tak jarang ada pohon tumbang yang bisa menimpa pengguna jalan.
Kondisi jalan yang rusak juga patut diwaspadai karena bisa jadi penyebab kecelakaan bagi roda dua. Kita tidak tahu apakah ada lubang yang dalam di balik genangan. Salah ambil jalur, pemotor bisa terperosok masuk ke lubang di jalanan.
Penyebab lain bisa karena penyebrang jalan yang menyeberang tanpa tengok kanan dan kiri. Banyak pejalan kaki yang ingin buru-buru main nyelonong saat menyebrang jalan.
5. Manuver Motor yang Lebih Sulit Ditebak
Pengendara motor cenderung melakukan manuver yang sulit ditebak. Meskipun sudah menyalakan lampu sein untuk memberi tanda, tidak jarang akhirnya mengubah arah tiba-tiba dengan manuver tajam. Ini tentunya membingungkan pengguna jalan lain.
Berbeda halnya dengan pengendara mobil. Walau lupa menyalakan lampu sein, manuver arah mobil cenderung lebih gampang diprediksi. Ini karena dimensi yang lebih besar dan ruang gerak yang tak sebesar motor.
6. Pemotor Masih Belum Tertib, Jarang Menyalakan Lampu Sein Saat Belok dan Pindah Jalur
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, pengendara motor masih belum terbiasa menyalakan lampu sein saat belok dan pindah jalur. Ditambah lagi dengan manuver berubah arah yang tiba-tiba, membuat pengendara di belakangnya bingung.
Sedangkan pada pengendara mobil sudah semakin sadar akan dimensi kendaraan yang besar. Untuk pergerakan sudah cukup tertib dalam memberikan sinyal seperti ketika akan berhenti, menyalip, menepi, bahkan pindah lajur.
7. Bermanuver Asal Terobos Kanan-Kiri
Karena merasa dimensinya kecil dan ramping, beberapa pengguna motor sering yang asal dalam berkendara. Selama ada celah, langsung masuk meskipun kadang sudah ada signal peringatan yang diberikan kendaraan depan.
Mendahuli kendaraan lain di jalan boleh-boleh saja. Namun ada tata cara yang harus ditaati. Tujuannya agar kecelakaan bisa dihindari. Misalnya ada mobil ingin belok kiri masuk gang, motor dari sisi kiri jangan main nyelip, supaya tidak terjepit antara mobil dan trotoar
8. Motor Butuh Ruang Gerak yang Cukup Besar Untuk Keseimbangan
Tanpa disadari, motor sebenarnya juga butuh ruang gerak yang cukup agar tetap bisa menjaga keseimbangan. Bila terlalu mepet antar sepeda motor, ada risiko bersenggolan dan jatuh karena hilang keseimbangan.
Antar pengendara motor itu butuh jarak antara 1-2 meter untuk menghindari bersenggolan. Apabila ketika jarak motor terlalu dekat dengan kendaraan lain, akan lebih berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Berbeda kondisinya dengan mobil. Meskipun jarak dengan mobil lain terlalu dekat berdampingan, kemungkinan oleng kanan-kiri seperti motor tidak ada.
9. Menghadapi Pengendara Motor yang Masih Pemula
Orang yang baru belajar motor atau kurang jam terbang akan kesulitan mengendalikan motor juga situasi sulit pada saat berkendara. Umumnya pengendara yang kurang berpengalaman akan terus gas pol saat jalanan basah, licin dan berpasir. Akibatnya sepeda motor tergelincir.
10. Pemotor yang Memakai Ponsel Saat Berkendara
Poin terakhir yang kini semakin banyak jadi penyebab kecelakaan di kalangan pemotor ialah berkendara sambil memakai ponsel. Kita seringkali melihat pemotor yang texting sambil berkendara.
Bahkan untuk memakai aplikasi maps pun harus dipegang dengan tangan kiri karena tidak memasang holder. Padahal ini jelas berbahaya
Saat mengetik WhatsApp dan melihat maps, tangan Anda lepas dari kemudi dalam waktu lama. Begitu juga dengan perhatian Anda teralihkan dari jalanan karena melihat layar.
Menulis chatting hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja kok. Jadi lebih baik berhenti sebentar daripada celaka karena hilang konsentrasi.
Kesimpulan
Perilaku pengendara roda dua yang tidak aman dalam berkendara di jalan raya kerap jadi biang keladi kecelakaan. Penyebab kecelakaan yang sering terjadi mulai dari lengah, tidak tertib, tidak terampil, mabuk dll.
Faktor lingkungan seperti jalan dan kepadatan volume kendaraan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dalam hal ini, volume kendaraan yang semakin tinggi tidak diimbangi dengan fasilitas dan kualitas jalan.
Agar lalu lintas berjalan dengan aman dan lancar, maka pengendara terutama pemotor harus berperilaku aman dalam berkendara di jalan raya. (YS)






