Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Aleix Espargaro dan Aprilia Sedang Mempertimbangkan Dua Set-up Berbeda Tergantung Trek

4
×

Aleix Espargaro dan Aprilia Sedang Mempertimbangkan Dua Set-up Berbeda Tergantung Trek

Share this article
aleix-espargaro-dan-aprilia-sedang-mempertimbangkan-dua-set-up-berbeda-tergantung-trek
Aleix Espargaro dan Aprilia Sedang Mempertimbangkan Dua Set-up Berbeda Tergantung Trek

RiderTua.com – Aprilia mengalami kemajuan besar dalam hard braking pada RS-GP24 namun dengan mengorbankan cornering speed yang menjadi keunggulan dari RS-GP23. Ini adalah masalah yang sering dihadapi pabrikan MotoGP. Untuk konsisten sepanjang musim, sering kali kita perlu mengkompromikan kekuatan untuk mengatasi kelemahan yang lebih besar.

Aleix Espargaro mengatakan, “Jika melihat kalender penuh maka keseimbangannya lebih baik. Kita bisa menghentikan motor dengan lebih baik sekarang dan ini adalah masalah terbesar musim lalu. Tetapi pada tahun lalu, kami menjadi nomor satu. Di tikungan terakhir di Mugello, saya berada di level lain dan tidak seperti ini lagi. Tetapi ini adalah bagian dari balapan. Kita harus menemukan keseimbangan selama satu musim. Tidak hanya di Mugello tapi di lebih dari 20 balapan.”

Aleix Espargaro dan Aprilia Sedang Mempertimbangkan Dua Set-up Berbeda Tergantung Trek

Aleix Espargaro menambahkan, “Di sirkuit cepat seperti di Mugello, Barcelona dan Silverstone motornya masih sangat bagus, tapi tidak seperti tahun lalu. Motor versi 2024 jauh lebih berat yang memiliki downforce lebih banyak dan berbeda, sehingga cukup banyak mempengaruhi motor dan juga posisi berkendara kami sedikit berbeda. Jadi kami membuat motor secara berbeda.”

Salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan oleh Aleix Espargaro dan Aprilia adalah dua set-up dasar yang berbeda, untuk menyesuaikan dengan gaya trek berbeda yakni trek cepat dan mengalir atau trek stop-and-go. “Ini adalah pertama kalinya kami berpikir untuk memiliki dua set-up. Satu untuk trek stop-and-go dan satu lagi untuk mencoba dan tidak kehilangan banyak hal di sirkuit cepat seperti Barcelona, ​​Assen,” ungkap rider berusia 34 tahun itu.

“Di Barcelona pada tikungan 13 dan 14, saya cukup kesal karena saya tidak bisa menyamai kecepatan motor ’23 dan Raul (Fernandez) lebih baik dari saya di tempat tersebut. Tapi saya lebih cepat di tikungan 1 dibandingkan motor ’23. Juga cepat di tikungan 10 dengan hard braking di ujung lintasan lurus. Kami memahami keseimbangan untuk masa depan karena masih banyak musim yang menanti kami,” pungkas kakak Pol Espargaro (KTM) itu.

Meskipun kehilangan performa di beberapa tempat bikin frustrasi, kondisi Aprilia saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu (walaupun dalam pilihan 7 trek yang sedikit berbeda). Rekan setimnya Maverick Vinales saat ini berada di peringkat 6 dan menjadi pembalap Aprilia teratas di klasemen, sementara Espargaro di peringkat 8. Namun musim lalu, Aleix hanya berada di peringkat 9 dan Vinales ke-10 di klasemen pada tahap ini.

Peningkatan awal juga tercermin pada klasemen tim yang meningkat dari 108 poin (2023) menjadi 182 (2024), serta kejuaraan konstruktor dari 99 (2023) menjadi 138 (2024). Demikian pula KTM, yang musim lalu unggul 36 poin dari Aprilia di klasemen konstruktor setelah 7 seri, kini hanya unggul 2 poin dalam perebutan peringkat terbaik di belakang Ducati.

This post was last modified on 22 June 2024 11:17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *