Scroll untuk baca artikel
Otomotif

BYD Memulai Impor 1,5 Ribu Unit Mobil ke Indonesia!

6
×

BYD Memulai Impor 1,5 Ribu Unit Mobil ke Indonesia!

Share this article
byd-memulai-impor-1,5-ribu-unit-mobil-ke-indonesia!
BYD Memulai Impor 1,5 Ribu Unit Mobil ke Indonesia!

RiderTua.com – Sebelumnya BYD diketahui sempat memiliki masalah dalam memulai pengiriman unit mobilnya ke konsumen Indonesia. Ini karena mereka masih harus mengurusi proses administrasinya, yang sepertinya mengalami kendala. Tapi akhirnya BYD dapat menyelesaikannya, sehingga impor mobilnya bisa segera dilakukan. Terbukti dengan 1,5 ribu unit sudah mendarat di Indonesia, itupun terdiri dari tiga mobil yang telah diluncurkan sebelumnya.

BYD Segera Mengirim Mobil Listriknya ke Konsumen

Mungkin untuk merek yang baru saja hadir di Indonesia seperti BYD, memulai penjualan mobil sebenarnya bisa dengan mudah dilakukan. Tapi tidak bagi merek yang satu ini, sebab mereka masih menyelesaikan administrasinya sebelum bisa memulai impor mobilnya. Entah mengapa prosesnya memakan waktu lebih lama dari yang diduga.

Namun akhirnya BYD dapat menyelesaikan semuanya, dan mereka bisa memulai impor mobilnya dari kampung halamannya. Sebelumnya sempat terlihat sejumlah unit Atto 3 yang diangkut menggunakan truk, dan mereka mengkonfirmasi kalau mereka mulai melakukan distribusi ke dealernya. Kini dikabarkan ada 1,5 ribu unit mobilnya yang telah diimpor dan sudah mendarat di Indonesia.

Segera Dikirim

Unit yang baru saja datang tersebut merupakan tahap pertama, dan model yang diimpor tidak hanya terdiri dari Atto 3 saja, tetapi juga Dolphin dan Seal. Sehingga masih ada tahap lainnya, walau belum jelas apakah nantinya jumlah unit yang diimpornya ini akan bertambah atau tidak. Itupun tergantung dari banyaknya pemesanan mobil yang didapatnya disini.

BYD memang sudah mempersiapkan pabrik produksi mobilnya di Indonesia, dan nantinya mereka akan membangunnya di Subang, Jawa Barat. Proses pembangunannya memang akan memakan waktu lama, tapi jika sudah selesai, mereka tidak lagi bergantung pada impor. Serta konsumen tidak perlu menunggu waktu lama hingga unitnya dikirim ke rumah.

This post was last modified on 22 June 2024 08:04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *