TANGERANG – GAC Aion menjadi salah satu pendatang baru di segmen mobil listrik dengan produknya yang stylish dan canggih. Dalam merancang produk, mereka memanfaatkan platform Advanced Electrification Platform (AEP). Platform tersebut diciptakan khusus untuk mobil listrik.
Platform AEP ini merupakan cara GAC Aion menciptakan mobil listrik yang unggul dari banyak aspek. Pasalnya, masih banyak produsen otomotif yang merancang mobil listrik dengan platform peninggalan mobil konvensional bermesin bakar internal.
“Saat membeli mobil listrik murni, kamu semestinya memilih sebuah model yang dikembangkan dengan platform arsitektur eksklusif untuk kendaraan listrik. Hanya model yang dikembangkan secara eksklusif dengan platform arsitektur mobil listrik murni yang bisa disebut mobil listrik dengan energi terbarukan,” jelas Xu ZhaoYu, selaku Head of Product Training Aion South East Asia.
Dalam presentasinya, ZhaoYu menyebut beberapa keunggulan dari platform elektrik murni AEP milik GAC Aion:
- Memaksimalkan ruang
- Daya tahan baterai lebih lama
- Kabin lebih lega
- pengendalian lebih baik
- Teknologi lebih pintar
Lebih lanjut, terdapat beberapa fakta penting yang menjadi kekurangan platform yang merupakan konversi dari ICE ke EV, antara lain:
- Ruang kabin depan yang sia-sia
- jarak tempuh yang pendek
- tidak menggunakan ukuran baterai yang reguler
- lantai yang cukup tinggi
- kenyamanan dan pengalaman berkendara yang kurang baik
- Posisi baterai di belakang yang cukup berbahaya dari sisi keselamatan
1. Platform AEP Membuat Bobot Lebih Ringkas dan Efisien
Untuk produk Aeon Y Plus dibangun dengan arsitektur platform elektrik murni yang dikembangkan dari tiga keunggulan motor listrik terintegrasi (motor, kontrol elektronik, reducer) dengan keunggulan yaitu ukuran kecil, dimana 30 persen lebih ringkas dibanding jenis split type. Mobil listrik lain masih memisahkan antara motor, kontrol elektronik, reducer.
Lebih lanjut, ZhaoYu menjelaskan bila kendaraan Aion dengan platform tersebut memiliki bobot lebih ringan, karena bisa mengurangi berat hingga 20 persen. Tak kalah penting, platform AEP membuat baterai lebih efisien, karena kepadatan daya baterai 20 persen lebih tinggi dibandingkan kebanyakan mobil listrik.
2. Dimensi Lebih Ringkas dengan Kabin Lebih Luas
Platform dari AEP didesain dengan overhang depan dan belakang yang pendek namun dengan wheelbase panjang, memberi pengemudi dan penumpang sensasi berkendara yang menyenangkan. Wheelbase terpanjang di kelasnya dengan ukuran 2.750 mm, ruang kaki paling lega hingga 1.022 mm, sudut bukaan pintu terluas hingga nyaris 90 derajat.
Desain lantainya yang rata, kemudian jadi satu-satunya di kelas mobil tersebut yang menyediakan kursi dengan sudut sandaran rata hingga 180 derajat dan membuat kabinnya jadi seolah memiliki kasur berukuran 180 cm. Kursi belakangnya bisa dilipat agar memberi ruang bagasi hingga 1.200 liter.
Dimensi mobil yang luasnya kurang lebih lima meter persegi membuatnya akomodatif untuk orang tua dan anak-anak keluar masuk mobil. desain lantai yang rata memungkinkan lima penumpang duduk dengan nyaman tanpa merasa sesak, dan kamu juga tidak merasa kelelahan duduk di mobil dalam jangka waktu lama.
3. Handling Lincah Ala Mobil Sport
Soal handling, mobil ini memiliki rasio bobot hingga 50:50 yang memungkinkannya memiliki sensasi berkendara ala mobil sport. Rancangannya memastikan sasis memiliki kemampuan maksimal untuk memberikan pengendalian yang lebih baik.
platform yang juga dikembangkan khusus untuk model Y Plus ini memberi perlindungan terbaik untuk baterai, dengan insulasi yang paling aman. Lebih lanjut, baterai juga memiliki sistem pendinginan dan kontrol temperatur yang memadai. Platform dari Aion ini juga memungkinkan ruang untuk baterai yang cukup besar tanpa harus membuat ground clearance jadi lebih ceper ke tanah.
4. Telah Memiliki ADAS
Platform ini turut menggabungkan antara sistem software dengan komponen mobil untuk berkendara. Dari sini, terbentuk sistem ADAS seperti ACC, AEB, FCW, TJA, ICA, dan LDW.
Sistem software juga mendukung kemampuan camera 360 sehingga memungkinkan untuk pengemudi memantau kondisi sekitar kendaraan.
GAC Aion Y Plus, Mobil yang Jadi Andalan di Indonesia
Dalam rencana pengembangan produk di Indonesia, GAC Aion mempersiapkan model berupa Aion Y Plus. Compact SUV ini dibangun dengan AEP 2.0, dibekali motor listrik dengan kekuatan 210 hp dan torsi 225 Nm dengan penggerak roda depan.
GAC Aion Y Plus untuk pasar Indonesia tersedia dalam dua varian. Varian pertama yakni Exclusive berjarak tempuh 410 km dan dijual seharga Rp415 juta, dan untuk varian Premium dengan jarak tempuh 490 km dijual Rp475 juta OTR Jakarta.
GAC Aion Y Plus berdimensi panjang 4.535 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.650 mm, dengan wheelbase 2.750 mm. Kabinnya diklaim memiliki luas 5 meter persegi karena memiliki bentuk lantai rata. Kapasitas bagasinya dapat mencapai 1.200 liter, jika melipat semua kursi baris kedua.
GAC Aion Y Plus varian Exclusive mengusung baterai LFP (lithium ferro phosphate) berkapasitas 50,66 kWh, dengan jarak tempuh 410 km berdasarkan metode pengetesan NEDC. Adapun GAC Aion Y Plus varian Premium dibekali LFP 63,3 kWh, dengan jarak tempuh 490 km (NEDC).
Mobil listrik ini telah didukung fitur Keyless Start, Level 2 Activation and Level 2 Intelligent Driving, LCBM Full Interactive System, Intelligent Voice Control, i-Pedal, 360 Panoramic View.
Teknologi ADAS juga tak ketinggalan jadi andalan di Aion Y Plus yang meliputi Adaptive Cruise Control with Stop and Go, Traffic Jam Assist, Front Collision Warning, Automatic Emergency Brake, Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist.
(YS)






