Tren motor lawas kembali populer dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya, motor-motor keluaran 80-90an mulai jadi incaran penghobi, salah satunya yaitu Honda Astrea Grand Bulus.
Honda Astrea Grand bulus mengaspal di Indonesia mulai tahun 1991 sampai 1993. Grand Bulus ini beberapa komponennya masih asli buatan Jepang. Ini bisa dibuktikan dengan emblem made in Japan juga terlihat di beberapa komponen Honda Astrea Grand bulus.
Ya, generasi pertama dari keluarga Astrea Grand ini punya desain yang ikonik. Selain itu, motor bebek yang hadir pada dekade 90-an ini punya beragam kelebihan, termasuk soal irit yang kebangetan.
Desain Grand Bulus ini jadi identitas khas motor bebek Honda era 90-an awal. Tidak seperti Yamaha dan Suzuki dengan produk motor bebek 2-tak desainnya berkarakter sporty, Honda mendesain Astrea Grand dengan gaya yang cenderung kalem dan bersahaja.
Sebagai informasi, Astrea Grand generasi pertama ini pada bagian batok lampu belakangnya membulat seperti cangkang kura-kura, sehingga dijuluki sebagai Grand bulus.
Kemudian pada 1994, Federal Motor selaku agen pemegang merek (APM) melakukan penyegaran terhadap Astrea Grand. Pembaharuan termasuk pada desain lampu belakang yang menggunakan ducktail dan tambahan spoiler.
Kali ini kami akan membahas lima aspek menarik dari Astrea Grand Bulus, motor bebek yang irit dan ikonik era 90-an.
1. Grand Bulus Punya Desain Klasik dan Ikonik
Astrea Grand bulus bisa dibilang merupakan motor bebek sejuta umat di era 90-an. Desainnya klasik tapi tidak kuno. Honda Astrea pun lebih banyak dibeli oleh kalangan dewasa seperti bapak-bapak, kalangan PNS, hingga ibu rumah tangga.
Desain Astrea Grand Bulus ini dirancang agar fungsional untuk berbagai keperluan. Mulai dipakai antar anak sekolah hingga dipakai buat angkut barang dan hasil pertanian. Ini karena desain joknya rata, didukung sasis motor ini terbukti awet dan kuat.
Untuk Grand Bulus keluaran awal yang dijual antara 1991—1992 memiliki ciri khas blok mesin berwarna abu-abu, bodi sayap warna putih, dan spakbor depannya tidak memiliki mata kucing. Spakbor depannya juga sudah dilengkapi dengan mata kucing.
Untuk Grand Bulus keluaran 1993, menggunakan aksen hitam pada bodi, sayap dan blok mesin.
Saat bebek jadul ini kembali naik daun, malah disukai kalangan muda yang menggemari aksen retro klasik. Desain Astrea Grand yang bersahaja ini membangkitkan kenangan masa lampau bagi banyak orang.
2. Posisi Berkendara yang Nyaman, Termasuk Bagi Penumpang
Masih membahas seputar desain, kali ini berkaitan dengan rancangan motor Astrea Grand Bulus yang mengutamakan kenyamanan. Astrea Grand Bulus dibangun memakai rancangan rangka monokok, kombinasi antara pipa dengan pelat baja yang disatukan. Kemudian rangkanya ditutup cover plastik dan diatasnya ada jok untuk pengendara.
Banyak orang jatuh cinta pada Astrea Grand ialah karena kenyamanannya. Tak harus dipakai ngebut, yang penting bisa sampai tujuan dengan aman dan nyaman.
Bentuk joknya rata antara pengendara dengan penumpangnya, dengan busa agak tebal. Shockbreakernya juga empuk baik yang depan maupun belakang.
Posisi kaki seperti duduk normal di kursi membuat tidak mudah kesemutan. Kombinasi tersebut membuat orang yang mengendarai motor ini tidak cepat lelah walau berkendara dalam waktu lama.
3. Honda Astrea Grand Bulus, Mesinnya Bandel dengan Tenaga Oke
Honda Astrea Grand bulus saat itu terkenal sebagai motornya bapak-bapak, yang terkenal bandel dan irit mesinnya.
Astrea Grand Bulus memiliki mesin 4-tak 96cc yang diklaim lebih bertenaga, dengan output sebesar 7,4 hp pada 8.000 rpm dan torsi maksimum sebesar 7,6 Nm pada 6.000 rpm.
Transmisi manual Honda Astrea Grand sudah pakai sistem rotary 4 percepatan seperti bebek modern. Kalau sudah mencapai posisi gigi 4 bisa langsung ke posisi netral.
Untuk ukuran motor sekarang, tenaga segitu tidak besar namun sudah cukup untuk memenuhi berbagai aktivitas.
Walau kapasitas mesinnya cuma 96 cc, tapi mesin ini bisa digeber hingga 90km/jam di speedometernya. Lari motor bebek lawas ini hampir mirip seperti Honda Beat keluaran terbaru. Torsinya juga cukup untuk melewati medan pegunungan, tak kalah dengan motor matic kekinian.
4. Motor yang Terkenal Sebagai Dewanya Irit
Irit adalah sebuah keniscayaan bagi Astrea Grand Bulus. Stigma masyarakat apabila menyangkut tentang keluarga model Astrea Grand Series adalah keiritan bensinnya yang luar biasa.
Bagaimana tidak, Astrea Grand Bulus ini untuk angka konsumsi BBM ada di kisaran 60 km/liter berdasarkan realtime pemakaian. Padahal motor ini masih memakai karburator, bukan injeksi seperti motor modern.
Touring jarak jauh pakai Astrea Grand dijamin tidak tekor duit bensin, karena cukup diisi Pertalite sudah bisa jalan tanpa masalah. Dengan kapasitas tangki sekitar 3 literan, kalian bisa ajak Grand Bulus berkendara hingga jarak 200 kilometer.
Mesinnya yang memakai kompresi rendah pun cukup diisi dengan bensin RON 90 seperti Pertalite. Artinya, isi Pertalite Rp35 ribu bisa jalan dari Jakarta – Bandung bolak balik. Lumayan hemat bagi kalian yang doyan turing santai.
5. Sparepart Masih Mudah Didapat, dan Masih Cukup Terjangkau
Sebagai motor sejuta umat pada masanya, tak heran bila ketersediaan sparepart Honda Astrea Grand Bulus cukup melimpah. Walau motor bebek ini sudah lama tak diproduksi tapi masih banyak tersedia di toko sparepart hingga di kota kecil sekalipun.
Sparepart Astrea Grand series saat ini masih banyak ditemukan, baik di bengkel maupun online shop karena banyak kesamaan dengan Astrea Supra. Selain itu, banyak bengkel-bengkel yang menerima restorasi atau membangun kembali motor lawas Jepang tersebut.
Apapun kerusakan yang terjadi di Honda Astrea Grand, kalian tidak perlu cemas bakal menemukan kendala yang berarti soal ketersediaan partnya. Beberapa komponen mesin masih bisa substitusi dengan sesama bebek Honda lain bahkan yang usianya lebih muda.
Karena motor bebek ini kembali populer, maka banyak toko sparepart motor yang restock part Astrea Grand ini. Part body asli kini mungkin sulit didapat, tapi banyak part body aftermarket yang kualitas bahan plastiknya tak kalah bagus dengan yang asli.
Spesifikasi Teknis Honda Astrea Grand Bulus
- Dimensi Motor: Panjang 1.854 mm, Lebar 667 mm, Tinggi 1.043 mm.
- Performa Mesin: Mesin 4-langkah, dengan diameter x langkah 50 mm x 49,5 mm.
- Sistem Pengapian: Elektronik, CDI, yang menghasilkan pengapian yang andal dan lebih presisi.
- Pengereman: Rem tromol baik di bagian depan maupun belakang.
Kesimpulan
Dengan desainnya yang lawas, Astrea Grand Bulus tak kehilangan peminat. Bahkan kini kembali naik daun karena banyak digunakan kalangan muda.
Tak cuma soal desain klasik, Astrea Grand Bulus dicintai karena keiritan dan durabilitas yang telah teruji selama lebih dari 30 tahun.
Performa motor ini juga tidak buruk, dan masih handal untuk naik turun jalan pegunungan walau bukan dikategorikan sebagai motor kencang.
(YS)






