Scroll untuk baca artikel
Berita

5 Fakta Penting Isuzu Panther Matic, Sepi Peminat Padahal Canggih

×

5 Fakta Penting Isuzu Panther Matic, Sepi Peminat Padahal Canggih

Share this article
5-fakta-penting-isuzu-panther-matic,-sepi-peminat-padahal-canggih
5 Fakta Penting Isuzu Panther Matic, Sepi Peminat Padahal Canggih

Banyak orang yang tidak tahu kalau Isuzu Panther di Indonesia dulu pernah hadir pula dalam varian transmisi otomatis. Wajar saja, populasi Panther matic ini unitnya tak banyak, kalah jauh dibanding Panther dengan transmisi manual yang laris manis.

Sebagai informasi, populasi Isuzu Panther Matic ini, ada di generasi Panther kapsul dan Touring. Dahulu, mobil dengan transmisi otomatis cenderung dihindari masyarakat karena dianggap lebih boros dalam pemakaian konsumsi bahan bakar. Transmisi matic dulu perawatannya dianggap jauh lebih merepotkan dibanding mobil dengan transmisi manual.

Karena alasan tadi, membuat Panther matic menjadi sepi peminat. Terlebih, kebanyakan pengguna Panther ada di wilayah-wilayah pelosok yang jarang menghadapi kemacetan seperti di kota besar. Namun kini kondisinya mulai berbalik, dimana mobil matic semakin dicari karena alasan kepraktisannya.

Karena populasinya yang minim, orang pun tak mengetahui bila Isuzu Panther matic ini punya beberapa keunggulan. Transmisi maticnya juga kuat disiksa karena merupakan matic torque converter 4-percepatan konvensional.

Lantas, apa saja hal menarik yang ada pada sosok Isuzu Panther matic ini? Apakah performa mobil tersebut cukup oke untuk mobil pekerja keras? Berikut ini ulasannya.

1. Populasinya Jarang, Harga Bekas Panther Matic Mulai Rp80 Jutaan

Bicara soal MPV matic diesel era 2000-an, pilihannya cukup terbatas. Kebanyakan orang cenderung memilih Kijang Innova diesel daripada Isuzu Panther Kapsul/Touring dengan transmisi otomatis, karena Kijang Innova lebih mewah dan nyaman.

Setelah 20 tahun berlalu, rupanya Isuzu Panther matic bisa jadi alternatif menarik ketimbang Kijang Innova dari segi harga bekas. Panther Matic bekas dijual dengan harga pasaran mulai dari Rp80 jutaan, untuk keluaran 2001.

Sementara itu untuk Panther Touring matic keluaran 2005 yang seangkatan dengan Kijang Innova Diesel gen 1, harga pasarannya di angka Rp150 juta. Ada Selisih Rp10-20 juta lebih murah, dan jelas ada beberapa kompensasi yang tidak tersedia di Panther Matic.

Soal teknologi mesin, Panther Matic yang masih indirect injection dengan turbo mungkin kalah dari Kijang Innova yang sudah turbo commonrail. Meskipun demikian, kenyamanan khas Panther jelas tak bisa disepelekan.

2. Isuzu Panther Matic Punya Komponen Gearbox yang Badak dan Mudah Dirawat

Tidak seperti mobil-mobil modern yang kebanyakan memakai transmisi otomatis seperti CVT (Continuously Variable Transmission) atau Dual Cluth Transmission (DCT), Panther matic masih memakai transmisi otomatis konvensional 4-percepatan.

Isuzu menggunakan gearbox Aisin AW03-72 yang juga dipakai pada Suzuki APV, Toyota Kijang Kapsul, Suzuki Vitara, Mitsubishi Kuda, hingga Volvo 960. Perlu diketahui bila Aisin merupakan perusahaan transmisi yang masih tergabung sebagai anak usaha Toyota. 

Tidak perlu takut soal ketersediaan komponen transmisi matic, ini karena ketersediaan sparepart Aisin relatif mudah dicari. Kampas koplingnya bisa pakai merk Aisin. Pilihan subtitusinya ada dari Volvo, APV, sampai Toyota Crown

Selain itu, bengkel spesialis transmisi otomatis era sekarang juga banyak bermunculan, dan mampu melakukan perawatan transmisi milik si ‘kucing hitam’. Untuk perawatan rutin transmisi matic di Isuzu Panther juga tidak sulit. Kalian hanya butuh penggantian oli transmisi yang rutin setiap 20 ribu kilometer.

Jumlah oli yang dibutuhkan mobil ini sebanyak tiga liter, jangan lupa juga untuk rutin membersihkan strainer atau filter olinya. Overhaul transmisi matic Panther umumnya terjadi pada usia di atas 15 tahun, atau dengan jarak tempuh di atas 150.000 KM.

3. Transmisi Matic yang Modern dan Kuat Disiksa

Meskipun mobil lawas, sistem perpindahan gigi otomatis pada Panther bekerja secara full electrical meski tekniknya masih sangat sederhana, perpindahan gigi otomatis lebih tepat waktu dan presisi.

Pada tuas transmisi terdapat pilihan P R N D 2 dan L, di mana pada gigi L atau low gear dilengkapi tekanan oli tambahan agar mampu menyalurkan torsi mesin cukup besar saat menanjak. 

Panther matic memiliki fitur OD/OFF sehingga memudahkan saat hendak menyalip, atau melahap tanjakan panjang yang ketinggiannya tanggung dan butuh bertahan di gigi tiga.

Masih soal fitur transmisi, lock up di matic milik Panther bekerja di awal pada saat masuk gigi 3, sehingga transmisinya bisa menghemat konsumsi bahan bakar.

Transmisi matic Isuzu Panther ini tidak dilengkapi brake band atau kampas model bando. Kelebihan sistem transmisi otomatis pada Panther matic didukung tiga clutch, yaitu overdrive direct clutch, forward clutch dan direct clutch. Untuk mendukung kerja perpindahan gigi otmatis, memakai tiga solenoid.

Terdapat 4 brake, yaitu overdrive brake, second coast brake, second brake serta first & reverse brake. Gearbox Aisin AW03-72 ini memiliki tiga one way clutch yaitu over drive one way clutch, one way clutch no 1 dan one way clutch no 2.

4. Mesin Lawas yang Irit dan Kuat Minum Solar Bersubsidi

Isuzu Panther matic dibekali mesin yang serupa dengan versi manual, yaitu 4JA-1L. Mesin dengan kode 4JAI-L ini mampu memproduksi tenaga sebesar 80 Ps pada 3500 RPM dan torsi hingga 191,5 Nm pada 1800 rpm.

Konsumsi BBM Isuzu Panther matic tetapi bisa mirip iritnya dibanding versi manual. Pada versi manual, Panther Touring mampu menempuh jarak hingga 12 kilometer dengan satu liter solar.  

Pada era ini juga, Panther memakai turbocharged pada mesinnya untuk mengejar efisiensi bahan bakar. ​Spesifikasi mesin diesel Isuzu Panther tak butuh solar dengan cetane number yang tinggi, alias bisa memakai Bio Solar yang punya cetane number 48 dengan kandungan sulfur 3.500 part per milion (ppm).

Karena spesifikasi solar yang dibutuhkan mesin Panther cukup rendah, maka Panther tidak bakal bermasalah ketika diisi Dexlite dari Pertamina yang memiliki cetane number 51 dengan kandungan sulfur minimal 1.200 ppm.

5. Performa Gampang Diupgrade Makin Responsif

Varian transmisi otomatis pada Panther kapsul dirancang untuk memberikan kenyamanan berkendara. Meskipun demikian, perpindahan gigi otomatis bagi sebagian pengguna Panther dirasa lambat atau seperti telat oper gigi. 

Untuk kasus tersebut, sebenarnya disebabkan karena Panther masih memakai  OBD 1, belum OBD 2 sehingga sistem akan salah membaca kebutuhan perpindahan gigi berdasarkan iput dari sensor TPS. 

Sistem transmisi konvensional di Isuzu Panther ini perpindahan giginya memang diatur oleh TPS. Agar perpindahan gigi otomatisnya tetap responsif, maka perlu sedikit oprekan pada bagian TPS supaya mengirim sinyal perpindahan gigi lebih awal.

Kalian bisa mengubah settingan TPS lebih rendah dari posisi normal yang berada di angka 0,59. Posisi normal/standar ada di 0.58-0.59 volt kita geser ke 0.44-0.45 volt. 

Agar tarikan makin kencang, bisa dengan oprek bosch pump dengan mengganti rotor head yang ukurannya lebih besar. Untuk rotor head bosch pump bawaan itu ada yang ukuran 10 ada yang 11, kalian tinggal upgrade jadi ukuran 12. 

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *