Scroll untuk baca artikel
Berita

5 Hal Menarik Suzuki Shogun ‘Kebo’, Bebek 4-tak Pertama Suzuki di Indonesia

×

5 Hal Menarik Suzuki Shogun ‘Kebo’, Bebek 4-tak Pertama Suzuki di Indonesia

Share this article
5-hal-menarik-suzuki-shogun-‘kebo’,-bebek-4-tak-pertama-suzuki-di-indonesia
5 Hal Menarik Suzuki Shogun ‘Kebo’, Bebek 4-tak Pertama Suzuki di Indonesia

Memasuki penghujung dekade 90-an, para pabrikan roda dua mulai menghadirkan motor bermesin 4-Tak, termasuk Suzuki. Brand berlogo huruf S ini kemudian meluncurkan Shogun 110, sebagai bebek 4-tak pertama mereka di Indonesia. 

Suzuki Shogun pertama kali meluncur pada 1995. Mengusung kode FD110. Shogun generasi pertama ini juga dikenal dengan julukan Shogun kebo. Motor ini diproduksi mulai 1995 hingga 1999.

Shogun generasi ini mengusung desain bodi serupa Tornado, dengan perbedaan ada pada mesin. Suzuki Shogun menggunakan mesin 4-tak, sedangkan Tornado masih 2-tak. 

Suzuki Shogun generasi pertama selalu diingat oleh para pecinta roda dua, khususnya penggemar motor kencang. Ini karena Shogun jadi bebek 4-tak yang performa mesinnya paling oke saat itu. 

Suzuki Shogun 110 penjualannya cukup laris dan jadi motor bebek yang dipakai oleh banyak kalangan. Mulai dari ibu-ibu hingga kaum pekerja, bagi mereka Suzuki Shogun 110 adalah alat transportasi yang irit dipakai sehari-hari.

Itu tadi sekilas kehebatan Suzuki Shogun. Berikut ini kami akan mengulas lebih jauh sosok Shogun Kebo yang performanya terkenal paling sangar di kelas bebek 4-tak. 

1. Desain Suzuki Shogun Kebo Adopsi Basis Dari Tornado


Suzuki Shogun merupakan motor bebek Suzuki pertama yang dibekali mesin 4-tak. Sebelumnya, Suzuki kerap menghadirkan motor-motor bebek dengan mesin 2-tak, seperti keluarga RC Series, Crystal hingga Tornado.

Shogun generasi pertama meluncur memakai rem teromol depan belakang yang eksis dari 1995-1997. Suzuki Shogun diposisikan sebagai motor bebek 4-tak mengisi segmen entry level 110cc. Kehadiran Shogun menjadi lawan tangguh bagi Honda Astrea Grand atau Yamaha Crypton.

Saat itu, Shogun menggebrak dengan desain yang meruncing, yang tampak pada model lampu utama dengan kesan membulat ala UFO, rem depan tipe tromol. Lalu adanya bentuk sayap dan bodi belakang yang menggembung serupa dengan desain Tornado GS.  

Karena desainnya yang mengotak dan dimensinya yang lumayan bongsir, Shogun generasi awal ini kerap dijuluki Shogun Kebo.

Kemudian pada 1997, Suzuki menyegarkan Shogun dengan rem cakram di depan, dan model ini eksis hingga 1999. Selain rem cakram, Shogun tahun ini juga mengalami ubahan di mesin terutama kruk as.

2. Performa Gahar Shogun Kebo, Setara Motor Bebek 125 cc Modern

Shogun 110 lansiran 1996-2000 sering menyabet juara di ajang balap roadrace pada zamannya. Wajar saja, tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar dari bebek sejenis keluaran merek kompetitor. 

Konon kabarnya, Shogun Kebo bisa mencapai top speed 120 km/jam on speedometer dalam keadaan standar. Ini karena Shogun 110 memakai tipe mesin “high revving engine” (mesin kitiran tinggi) khas Suzuki. 

Shogun jadi motor bebek 4-stroke pertama dengan kapasitas mesin 110cc, ketika pabrikan tetangga masih mengusung mesin 97cc. Suzuki membekali Shogun 110 dengan mesin tipe 4-stroke, silinder tunggal, pendingin udara, OHC, 2 valve, berkapasitas 109cc. 

Shogun punya karburator yang terbilang “oke” dengan nilai kepresisian tinggi, Mikuni V M 17. Jettingnya pun terbilang boros, dengan pilot jet 17,5 (setara Keihin 38) dan main jet 90. Dibandingkan karburator motor bebek 125 terbaru, ada yang cuma disuplai main jet ukuran 75.

Power yang dihasilkan mencapai 9,8 ps @7.000 rpm. Tenaganya melampaui tenaga Supra X 125 yang merupakan bebek 125 cc yang cuma 9,3 PS tenaganya. Shogun 110, cuma kalah torsi saja dari dibanding bebek 125 cc. 

Bisa dilihat dari angka stroke atau langka piston 48,8 mm. Stroke segitu mirip seperti mesin Satria FU dan FI, serta Thunder 125 dan GSXR 150. Secara kodrat memang mesin langkah pendek mampu dipaksa untuk berputar hingga rpm sangat tinggi.

3. Limiter CDI Jauh Lebih Tinggi

Untuk Shogun kebo, limiter-nya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan motor lain. CDI lansiran Shindengen ini dipercaya punya kurva pengapian yang mantap dan limiter tinggi. Kabarnya, CDI Shogun kebo bisa membuat putaran mesin bisa digeber hingga 13 ribu rpm. 

Karena limiternya ‘loss’, jadinya motor bebek ini bisa digeber hingga rpm tinggi. Limiter di CDI berfungsi untuk menjaga durabilitas mesin agar tidak bekerja terlalu keras karena putaran yang sangat tinggi. 

Dengan begini, bagian mesin tetap aman alias disesuaikan dengan kemampuan optimal mesin. Jika tidak dibatasi, mesin bisa jebol.

Limiter di Shogun Kebo jauh di atas motor bebek lain sekitar 8.000 rpm sampai 9.000 rpm. Angka limiter untuk bebek sport Satria FU dan GSX-R150 juga masih di bawah Shogun kebo, yaitu sekitar 10.500 rpm sampai 11.500 rpm. 

Saat itu, beberapa lokasi parkir di fasilitas umum seperti rumah sakit hingga mall kerap membuka lahan tersendiri yang khusus untuk Suzuki Shogun 110 Kebo ini. Pasalnya, CDI Suzuki Shogun 110 kerap dicuri untuk dipasang di motor balap.

4. Rancangan Mesin Ala Spek Kompetisi

Walau motor bebek diciptakan untuk berkendara harian ke kantor atau ke sekolah, tapi Suzuki tetap totalitas merancang mesin Shogun Kebo agar menghasilkan performa terbaik di segmen Cub. 

Bisa kita bedah soal rancangan mesin di Shogun punya per klep double di setiap klepnya, hal ini memberikan reaksi buka tutup klep yang bagus sehingga kuat di putaran tinggi.

Shogun Kebo juga memakai noken as yang sudah didesain sedemikian rupa untuk mencapai efisiensi volumetrik. Selain itu, lift noken as di Shogun Kebo lebih besar daripada punya Shogun 125.

Lalu desain cylinder head yang kubahnya cekung banget, mendekati konsep Hemi-spherical. Desain seperti ini digunakan di mesin mobil Plymouth Hemicuda. Jadi bisa dimodifikasi dengan pasang klep besar dan sudut klep bisa miring banget.
 
Desain cylinder seperti itu memberikan beberapa manfaat. Klep besar membuat asupan udara banyak masuk, klep miring bikin udara masuk tetap deras karena udaranya belok dulu ke arah kemiringan itu. Bentuk kubah cekung bisa bikin arah ledakan jadi lurus seperti lampu senter kena pantul di reflektor cekung senter.

5. Harga Bekas Mulai Naik

Shogun kebo jadi salah satu generasi sukses motor bebek Suzuki di Indonesia. Shogun menyediakan paket lengkap dari sisi performa yang tenaganya paling besar tapi bensinnya tidak rakus. 

Kenyamanannya oke, handling lincah, suaranya juga halus. Dengan beberapa keunggulan tadi, Shogun 110 kini mulai banyak yang direstorasi. Harganya perlahan naik, dengan kondisi standar di kisaran Rp3 juta. Untuk kondisi bahan dijual seharga Rp1,5 juta. 

Sementara itu untuk unit dalam kondisi bagus atau hasil restorasi, harganya cukup tinggi di kisaran Rp5 juta hingga Rp7,5 juta. Shogun kebo bekas yang kondisinya proper masih cukup banyak dijual di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Kesimpulan

Shogun 110 merupakan motor legendaris keluaran Suzuki yang banyak dikenal oleh masyarakat Jawa dengan Shogun Kebo. Alasannya karena body motor yang terlihat lebih gemuk.

Motor ini dulu cukup populer karena tenaganya paling galak. Meskipun demikian, soal fungsi dan kenyamanan khas motor bebek juga tidak dikesampingkan. Motor ini cukup laris, mulai dari dipakai ibu-ibu hingga kalangan pekerja untuk motor harian mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *