Scroll untuk baca artikel
Berita

5 Jenis Bus Besar yang Jadi Andalan Perjalanan Antar Kota, Mulai dari Bus HD Sampai SDD

×

5 Jenis Bus Besar yang Jadi Andalan Perjalanan Antar Kota, Mulai dari Bus HD Sampai SDD

Share this article
5-jenis-bus-besar-yang-jadi-andalan-perjalanan-antar-kota,-mulai-dari-bus-hd-sampai-sdd
5 Jenis Bus Besar yang Jadi Andalan Perjalanan Antar Kota, Mulai dari Bus HD Sampai SDD

Melakukan perjalanan antar kota lewat jalur darat kini semakin banyak pilihan moda transportasi yang tersedia. Tak cuma memakai kereta api, karena bus antar kota menghadirkan banyak opsi yang aman dan nyaman. Kita bisa memilih jenis bus dan kelas yang diinginkan sesuai kemampuan budget perjalanan.

Untuk memenuhi kebutuhan sarana transportasi, karoseri mulai berinovasi dengan bus yang mereka bangun. Terdapat beberapa varian yang ditawarkan oleh karoseri Adi Putro untuk bodi Jetbus buatannya. 

Varian tersebut antara lain HDD, MHD, SHD, UHD, dan SDD. Istilah ini kemudian digunakan oleh industri karoseri lain dan jadi suatu standar rancang bangun dalam di segmen big bus.

1. Jenis Bus High Deck (HD)

Body bus HD atau high deck merupakan varian pertama dari model body bus dengan dek tinggi. Dimensi bus HD memiliki tinggi 3.4-3.7 meter. Awal mula kemunculan bus HD sekitar tahun 2010, yang kebanyakan dari produk-produk bus buatan karoseri Adiputro dan Rahayu Santosa.

Perlu diketahui, bus zaman dahulu ketinggian dek dengan kabin pengemudi sama. Sedangkan untuk model HD, posisi dek penumpang posisinya lebih tinggi kurang lebih antara 15-20 cm dari bangku pengemudi.

Kaca depan masih single glass alias kaca tunggal. Jika dilihat dari luar tampak seperti bus pada umumnya tapi posturnya lebih jangkung. Ini karena posisi supir lebih rendah dari kursi penumpang. 

Ruang bagasi pun juga lebih besar, efek dek penumpang yang ditinggikan. Makin leluasa untuk membawa bagasi hingga paket.

2. Bus Medium High Deck (MHD)/ High Deck Double Glass (HDD)

Bus HDD adalah singkatan dari High Deck Double Glass. Kini inovasinya berkembang jadi bus Medium High Glass atau MHD yang secara postur sama saja dengan HDD.

Jelas sekali dari arti singkatan HDD kalau bus ini punya kaca depan yang terbagi dua bagian juga (double glass). Secara dimensi, bus HDD ini beda tipis dengan bus HD.

Namun ada sedikit mispersepsi yang kadang membingungkan orang awam antara bus HDD dan SHD karena bentuk luarnya yang mirip.

Bus tipe HDD ini punya sedikit lebih rendah dari SHD. Varian HDD ini mempunyai ketinggian maksimum 3.770 mm, beda sedikit dengan SHD yang tingginya 3.820 mm. Bus HDD posturnya kurang lebih setara dengan model Bus HD (High Deck) sebelum ada trend kaca ganda (double glass).

Kalau mau lebih detail lagi sekat kaca (topi) tipe HDD di produk Jetbus 2 garapan karoseri Adi Putro juga lebih tipis dari SHD. Satu lagi paling mudah membedakannya dengan melihat posisi Wiper seri HDD juga hanya satu dan posisinya ada di bagian paling atas.

Lebih detil lagi, sekat pembatas antara kaca depan juga box potongan di atas fender wheel lebih tipis. Begitu juga jarak kaca belakang dengan lubang sirkulasi di kap mesin pada bus HDD lebih sempit.

Jenis bus HDD menjadi opsi bagi perusahaan transportasi yang ingin bus berdimensi tidak super tinggi, tapi tetap punya kaca ganda kekinian. Biasanya model kaca depan bertumpuk ini lebih adem bagi pengemudi karena tertutup ‘topi’ atau sekat pemisah kaca atas dan bawah.

3. Bus Super High Deck (SHD)/ Xtra High Deck (XHD)

SHD itu singkatan dari Super High Deck. Bus jenis SHD ini dimensinya mencapai ketinggian 3.820 mm. Bus ini memiliki panjang 12 m untuk sasis biasa dan mencapai 13,5 m untuk bus tronton atau triple axle.

Perbedaan paling terlihat yaitu di sekat kaca depan atau topi seri SHD lebih tebal. Kemudian  tipe SHD punya dua wiper persis di atas topinya yang terdiri dari dua wipper kiri-kanan.  Arah gerak wiper kaca atas sama seperti kaca bawah yang menyapu air mengarah dari pinggir ke tengah.

Pertama untuk kaca utama bawah khusus pandangan sopir dan kaca atas untuk pandangan penumpang. Bus SHD ini juga memberi kesan seperti bus tingkat karena kaca pandang yang terpisah. Posisi penumpang jauh lebih tinggi, sedangkan  posisi pengemudi yang lebih turun ke bawah.

Dengan posisi duduk yang tinggi ini para penumpang  jadi punya pandangan sangat luas ke arah jalan. Dek yang super tinggi ditambah dengan kualitas peredaman juga membuat bus lebih kedap dari kebisingan suara mesin.

Bagasi bus SHD pun luas, karena mempunyai deck yang super tinggi. Kelebihan lain bus SHD ialah pada bagasi yang bisa mengangkut motor dalam posisi tegak tanpa perlu melepas roda.

Bus SHD mampu menyediakan ruang bagasi yang sangat lapang, sehingga dapat dimasukkan lima sepeda motor ke dalamnya.

Tak jarang, perusahaan bus juga menyediakan layanan pengiriman motor dalam semalam memanfaatkan bus SHD ini. Di dalam bagasi sudah terpasang bracket untuk dudukan motor yang akan dikirim. Motor tinggal dimasukkan bagasi dan diikat tali pada bracket yang sudah ada.

Perbedaan Bus SHD dan HDD

Walau terlihat mirip, secara dimensi dan bentuk bus SHD maupun HDD ini cukup berbeda. Perbedaan fisik yang terlihat dari seri Jetbus HDD dan SHD secara tinggi, kedua tipe ini hanya memiliki selisih sebanyak 15 cm.

Mulai dari panel penyimpanan di atas fender wheel ini bus SHD lebih tebal, juga jarak kaca belakang dengan lubang sirkulasi pada bus SHD cukup jauh. Kemudian, jika dilihat dari samping maka ukuran fender yang ada di atas roda depan akan berbeda. Ukuran fender SHD lebih tinggi dibanding dengan HDD, begitu juga dengan ukuran pintu bagasi yang lebih besar. 

Terakhir yang bisa dilihat untuk membedakan keduanya adalah jumlah kisi-kisi udara pada bagian belakang bus, tepatnya kap mesin. Karena SHD lebih tinggi, jumlah kisi-kisinya lebih banyak, ada lima garis, sedangkan HDD hanya empat.

4. Bus Ultra High Deck (UHD)

Jenis bus UHD merupakan kombinasi antara tipe bus Double Decker dan Super High Decker (SHD). Tingginya sekitar empat meter. Begitu masuk ke dalam bus, akan terlihat sekat antara kabin pengemudi, awak bus, dan penumpang.

Pada bus UHD ini seluruh penumpang ada di lantai dua, sedangkan dek bawah seluruhnya digunakan untuk bagasi dan sisanya untuk ruang pengemudi.

Kelebihan dari bus UHD adalah bagasinya yang super lega. Bus UHD merupakan gabungan dari konsep High Decker dan Double Decker. Umumnya bus jenis ini memiliki dimensi tinggi sekitar 4 meter dengan lebar 2,5 meter.

Bus UHD tingginya sama seperti bus double decker tapi panjang ke belakang dari UHD sekitar 100 mm lebih pendek dibanding double decker. Bus UHD juga menggunakan sasis spaceframe yang membuat bus ini memiliki bagasi yang luas.

Bus UHD merupakan kebutuhan para Perusahaan Otobus (PO) yang mengonginkan dalam bisnis transportasi bisa mengantar penumpang sekaligus paket barang berukuran besar termasuk sepeda motor. Itulah mengapa, bus UHD ini direkomendasikan memakai sasis jenis tronton.

Postur yang menjulang tinggi butuh centre of gravity yang besar, sehingga dengan bertumpu pada tiga sumbu roda ini bakal lebih stabil. Sasis bus biasa tidak akan kuat dan sulit untuk seimbang dalam menopang bodi UHD. 

Karena ruang atas seluruhnya dimanfaatkan sebagai kabin penumpang, maka posisi toile berada di lantai bawah. Ini membuat penumpang harus menuruni tangga terlebih dahulu yang berada di tengah kabin.

5. Bus Double Decker

Bus SDD atau Super Double Decker, merupakan jenis bus tingkat dengan tinggi 4,15 meter. Sebagaimana bus tingkat pada umumnya, terdiri dari dua lantai yang seluruhnya digunakan sebagai kabin penumpang.

Bus double decker ini dirancang dengan kelas yang berbeda tergantung dari operator bus yang menjalankannya. Kelebihan dari bus double decker ini ada pada kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak dari jenis bus yang lain. Total jumlah penumpang yang bisa dibawa mencapai 50 orang dengan kelas yang cukup mewah.

Ada yang langsung memakai tiga kelas sekaligus dalam satu bus seperti di PO Rosalia Indah, yaitu Sleeper Bus dan Super Executive (seat 2-1) di lantai satu sedangkan Executive Plus (seat 2-2) di lantai dua. Ada juga yang seluruhnya memakai kelas eksekutif seat 2-2 seperti pada PO Lorena dan PO Karina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *