Scroll untuk baca artikel
Berita

5 Kekurangan yang Kerap Terjadi di Mobil Bermesin Diesel, Perlu Kamu Pertimbangan Sebelum Membeli

×

5 Kekurangan yang Kerap Terjadi di Mobil Bermesin Diesel, Perlu Kamu Pertimbangan Sebelum Membeli

Share this article
5-kekurangan-yang-kerap-terjadi-di-mobil-bermesin-diesel,-perlu-kamu-pertimbangan-sebelum-membeli
5 Kekurangan yang Kerap Terjadi di Mobil Bermesin Diesel, Perlu Kamu Pertimbangan Sebelum Membeli

Saat ini mobil bermesin diesel semisal SUV semakin disukai masyarakat. Ini karena mesin punya torsi besar dan masih bisa mengisi solar berkualitas rendah. Mobil bermesin diesel juga sering disebut “mobil bandel” karena kinerja yang stabil dan tahan lama.

Dengan begini, biaya perjalanan jadi cukup ekonomis karena solar bersubsidi harganya cukup murah. 

Pada mesin diesel, torsi besarnya diraih pada putaran mesin rendah. Ini artinya karakter mesin bertenaga jika untuk menarik atau menggendong beban berat.

Torsi besar ini bermanfaat ketika situasi berada di luar aktivitas perkotaan, seperti menarik beban berat di pergunungan atau menanjak di jalan berlumpur atau berbatu.

Keuntungan memakai mesin diesel adalah torsi besar. Mesin diesel mampu memproduksi torsi yang lumayan besar di putaran bawah. Dengan begini, pengemudi tak perlu usaha ekstra menginjak gas dalam-dalam untuk melewati tanjakan atau akselerasi awal.

Meskipun mesinnya sering dianggap bandel, mobil diesel memiliki sejumlah kekurangan. Berikut ini beberapa hal negatif yang biasanya terjadi pada mesin diesel terutama di mobil lawas.

1. Mesin Diesel Rawan Terkena ‘Masuk Angin’

Sistem kerja mesin diesel jelas berbeda dengan mesin bensin. Pada mesin diesel tangki tidak boleh dibiarkan nyaris kosong. Sebaiknya, isi bahan bakar selalu dalam keadaan setengah penuh agar mesin panther tidak gampang masuk angin.

Kondisi ini sering terjadi saat mobil melewati tanjakan atau turunan dengan bahan bakarnya hanya sedikit. Apabila kondisi tangki terisi sedikit solar maka pada saat posisi menanjak cairannya akan mengumpul di bagian belakang tangki. 

Akibatnya, pompa bahan bakar yang ada di tangki sisi depan hanya akan menghisap udara saja, dan dampaknya mobil pun menjadi mogok. Udara akan ikut terhisap naik melalui selang bahan bakar. Udaranya akan masuk kedalam tabung sedimenter dan membuat gelembung udara bersarang didalam pipa atau selang bahan bakar. 

Jika dibiarkan akan membuat tekanan bahan bakar menjadi melemah atau ngempos. Padahal, di mesin diesel tekanan injeksi bahan bakar harus tinggi. 

Masuk angin ditandai dengan tenaga mesin yang tiba-tiba turun bahkan bisa sampai mati. Mesin tidak ada tenaga padahal pedal gas sudah diinjak dalam-dalam. Kendaraan susah untuk dinyalakan, kalaupun bisa dinyalakan tidak dapat bertahan lama dan mobil akan segera mati lagi.

Terakhir, setelah mengalami los power kemudian mesin akan mati dan tidak dapat dinyalakan kembali. Ini sangat berbahaya jika hal ini terjadi tiba-tiba disaat anda sedang dalam kondisi mendaki tanjakan, mobil anda bisa melorot.

2. Mesin Diesel Tetap Bisa Mogok Kalau Banjir-Banjiran

Namanya mesin bakar, cara kerjanya yaitu menghasilkan kompresi dengan mencampur bahan bakar dan udara yang diledakkan di ruang bakar. Adanya unsur air dengan jumlah cukup besar pastinya membuat pembakaran bermasalah.

Namun jika air masuk ke ruang bakar melalui filter udara, maka mobil bermesin diesel pun akan mogok. Jadi istilah mobil diesel tahan banjir itu tidak sepenuhnya tepat. Jadi, pastikan tinggi air tidak melebihi filter udara bila ingin menerjang banjir.

Harus diingat, jika dalam keadaan tidak terdesak, jangan paksakan mobil kamu untuk terjang banjir. Apapun jenis mesin mobilnya, water hammer pun tetap menghantui saat coba menerjang banjir.

Kalau mobil kamu sejenis jip yang sudah pasang snorkel bisa lebih aman terobos banjir, asal tetap hati-hati dan waspada. Asupan udara ke mesin sudah dihisap dari snorkel yang posisinya cukup tinggi.

3. Mesinnya Bising dan Getaran yang Heboh

Mesin diesel khususnya di mobil lawas biasanya menghasilkan suara yang lebih keras dan getaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan mesin bensin. Ini dapat mengurangi kenyamanan berkendara, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Di masa lalu, mesin-mesin diesel konvensional baik itu indirect injection atau direct injection lebih berisik dibandingkan mesin bensin. Hal ini tak lepas dari proses pencampuran udara bertekanan tinggi dan bahan bakar diesel yang menimbulkan ledakan yang kuat. Nah ledakan inilah yang kadang menimbulkan suara khas yang agak bising atau getaran besar. 

Hingga kini masih banyak orang menilainya seperti itu, namun sebenarnya mesin diesel modern telah jauh berkembang jadi lebih senyap dibandingkan zaman dulu.

Seiring perkembangan teknologi, mesin diesel telah dipadukan dengan beberapa komponen pendukung seperti turbocharger, common rail, dan direct injection semakin dimaksimalkan. Inovasi dari dudukan mesin dan peredaman juga bisa mengurangi getaran mesin diesel sampai kabin.

4. Sulit Hidup dalam Cuaca Dingin

Pada negara empat musim, kerja mobil bermesin diesel seringkali lebih berat saat musim dingin atau turun salju. Mesin diesel sering kali mengalami kesulitan saat dihidupkan dalam kondisi cuaca dingin. 

Kondisi di kawasan pegunungan atau dataran tinggi di Indonesia yang juga cukup dingin kadang juga membuat mobil bermesin diesel tidak langsung nyala saat dihidupkan.

Hal ini disebabkan oleh sifat bahan bakar diesel yang lebih kental pada suhu rendah, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk memanaskan mesin.

Mesin diesel bergantung pada suhu tinggi yang dihasilkan oleh kompresi untuk menyalakan bahan bakar yang disuntikkan. Hal itu membuat mesin lebih sulit dinyalakan dalam cuaca dingin daripada mesin bensin. 

Kualitas solar juga bisa berubah saat kondisi sekitar cukup dingin, misalnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi yang suhu di malam hari bisa 15 derajat Celcius. 

Kandungan minyak nabati yang biasanya terdapat dalam Biosolar  gampang mengental karena suhu udara dingin. Saat suhu turun signifikan, akan menciptakan gumpalan yang justru berpeluang menyumbat saluran bahan bakar sampai dengan filter solar.

Proses menghidupkan mesin diesel saat cuaca dingin bahkan membutuhkan beberapa kali starter. Hal ini masih cukup wajar karena komponen pemantik berdaptasi dahulu menciptakan percikan api sampai bisa menggerakkan komponen mekanikal mesin. 

5. Top Speed yang Tidak Secepat Mobil Bensin

Dalam kondisi standar, mobil bermesin diesel konvensional biasanya kalah dari segi top speed dibanding mobil bermesin bensin yang sejenis. Memang dalam rancangannya, mesin diesel difokuskan untuk menghasilkan torsi besar sejak putaran bawah. 

Tujuannya jelas untuk mesin pekerja keras yang bisa mengangkut barang atau berjibaku di medan off road. Pada mobil penumpang, konsep mesin diesel sedikit bergeser sebagai mesin yang lebih efisien untuk kebutuhan harian.

Torsi besar dihasilkan pada putaran rendah, sehingga mesin diesel tidak perlu kerja keras saat akselerasi awal saat stop and go. Lain cerita dengan mesin bensin yang cenderung lebih boros dalam situasi stop and go karena kalah torsi.

Namun bila digunakan cruising jarak jauh yang cenderung butuh kecepatan tinggi, mesin bensin  mampu melesat lebih kencang karena menang tenaga. Seiring kemajuan teknologi, mesin diesel dengan sokongan turbocharged bisa mengimbangi performa mesin bensin.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *