Scroll untuk baca artikel
Berita

5 Mobil yang Gagal Laris di Indonesia, Harga Bekasnya Apakah Murah Meriah?

×

5 Mobil yang Gagal Laris di Indonesia, Harga Bekasnya Apakah Murah Meriah?

Share this article
5-mobil-yang-gagal-laris-di-indonesia,-harga-bekasnya-apakah-murah-meriah?
5 Mobil yang Gagal Laris di Indonesia, Harga Bekasnya Apakah Murah Meriah?

Bicara mobil gagal, banyak parameter yang membuat suatu model tidak diminati oleh konsumen di Indonesia. Walau punya beberapa keunggulan, nyatanya ada banyak mobil yang akhirnya mengirbarkan bendera putih dari pasar otomotif nasional. 

Penyebabnya beragam, bisa karena model atau spesifikasinya kurang sesuai selera, harga barunya mahal, sparepart sangat mahal dan bengkelnya sedikit, atau mungkin produk sejenis dari merek lain yang jauh lebih baik. 

Konsumen di industri otomotif di Indonesia cukup kompleks dan dibutuhkan perhitungan yang cermat supaya suatu produk bisa diterima masyarakat.

Konsumen mobil di Indonesia karakternya juga cukup unik, karena tidak cuma mengandalkan jaringan purna jual yang mudah dan desain menarik saja sebagai dasar menentukan pilihan mobil. 

Masyarakat masih melihat soal desain, memikirkan soal kemampuan mobil memakai bahan bakar murah, penggerak roda belakang, nilai prestise suatu model, durabilitas untuk bepergian jauh, mutu produk, kenyamanan, dan masih banyak lagi.

Di sisi lain, mobil yang gagal laku di Indonesia di pekan lalu, biasanya akan berdampak ke harga bekasnya. Tidak jarang, harga bekas mobil tersebut cukup jatuh karena memang sedikitnya peminat. 

Namun, tidak semua mobil yang gagal laris sekarang harga bekasnya merosot, karena ada sebagian konsumen yang baru tergoda membeli unit bekasnya beberapa waktu terakhir. Bila sudah kondisi bekas, pastinya harga jual lebih terjangkau. 

Momentum inilah yang lantas dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berburu unit ‘gagal laku’ tersebut. Ini karena banyak konsumen mobil bekas mengerti soal built quality dan ketersediaan sparepart maupun perawatan yang cukup mudah. 

Ketimbang beli baru harganya mahal, maka konsumen rela menunggu unit bekasnya yang lebih terjangkau. Lantas apa saja mobil gagal laris yang pernah menyemarakkan jagat otomotif nasional? Mari kita ulas dalam artikel ini. 

1. Chevrolet Tavera, Mobil Kembaran Isuzu Panther

Menyebut nama Chevrolet Tavera mungkin sedikit asing bagi sebagian orang. Buat kamu yang belum tahu, Chevrolet Tavera ini adalah kembaran Isuzu Panther tapi versi bermesin bensin. 

Mengapa bisa beda jenis mesin? Ini karena Isuzu dan General Motors telah lama menjalin kerja sama, maka GM bisa menciptakan versi bensin dari Panther dengan brand Chevrolet. 

Chevrolet Tavera dibuat mengambil desain dari Isuzu Panther generasi kedua alias Panther kapsul. Tujuannya sederhana, Tavera ini disiapkan untuk konsumen yang suka dengan desain Isuzu Panther tapi tidak suka mesin diesel. 

Saat itu, stereotype mobil diesel itu kotor dan kumuh. Alasannya karena setiap antre mengisi solar di SPBU pasti bareng bus dan truk. 

Tenaganya memang tidak terlalu istimewa, tapi cukupan saja karena mesin Tavera hanya memproduksi sebesar 114 hp dan torsi maksimal 180 Nm. Pilihan transmisi tersedia manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan. 

Sayangnya, eksistensi dari Chevy Tavera terbilang singkat, karena mobil ini berhenti diproduksi di tahun 2007. Rupanya, masyarakat tetap mengidolakan Panther dengan segala kekurangannya. 

Lantas berapa sih harga pasaran Chevrolet Tavera ini? Berdasarkan penelusuran kami di marketplace mobil bekas, kembaran Isuzu Panther versi bensin ini dijual mulai dari Rp55 juta sampai dengan Rp80 juta. 

Harganya cukup terjangkau, tapi dikompensasi dengan konsumsi bensin yang dianggap cukup boros biaya bila dibanding mesin diesel yang solarnya masih murah. Itulah mengapa, pamor Tavera sulit menandingi Panther.

2. Toyota Etios Valco, City Car Asal India

Memiliki nama besar dan jaringan dealer di seluruh Indonesia tak menjamin seluruh model Toyota bisa laris manis. Ada beberapa model yang alami nasib tidak mujur seperti Toyota Etios ini. Hatchback yang didatangkan dari India tersebut pamornya kalah dari Toyota Agya karena dimensinya yang hampir mirip. 

Bahkan Etios versi sedan pun hanya datang ke Indonesia sebagai unit fleet armada taksi. Etios ternyata sudah discontinue penjualannya di Indonesia sejak akhir 2017. Fakta menarik dari Etios ini adalah direncanakan sebagai penerus kejayaan dari Toyota Starlet sebagai hatchback murah namun malah gagal laris.

Padahal, Toyota Astra Motor sudah memiliki Yaris yang lebih keren, fitur lengkap, dan pastinya lebih disukai masyarakat walau harganya hampir Rp300 juta. Etios gagal total karena spesifikasinya mirip Agya, bermesin 1.200 cc dengan transmisi hanya ada manual. 

Etios tidak semurah Agya dan tidak memiliki nilai gengsi Yaris, maka produk tersebut hanya menjadi bayangan dari saudara-saudara hatchbacknya. Selain itu Etios tidak ditawarkan dengan transmisi otomatis, dan ini membuat konsumen berpaling. Saat kemunculannya permintaan transmisi otomatis cukup tinggi. 

Bicara soal desain, Etios ini tidak sesuai dengan selera konsumen di Indonesia. Desainnya menyesuaikan pasar India yang kalau mendesain mobil suka kurang menarik. Fitur yang ditawarkan biasa saja dan wiper depan cuma 1, seperti Datsun Go. 

Bila kamu mencari city car bekas dari merek Toyota dengan harga cukup terjangkau, Etios Valco bisa jadi salah satu pilihan. Setidaknya, suku cadang merek Toyota relatif mudah dicari di dealer resmi. 

Berdasarkan penelusuran kami di marketplace mobil bekas, Etios Valco dijual mulai dari Rp65 juta sampai Rp110 juta.

3. Toyota NAV1, MPV Boxy Versi Murahnya Alphard

Siapa bilang mobil yang diluncurkan oleh Toyota jaminan pasti laris manis di Indonesia? Belum tentu karena selain Etios Valco masih ada NAV1 yang kurang diminati masyarakat saat masih dipasarkan dalam kurun waktu 2014-2017.

Kamu yang mencari MPV boxy yang nyaman dan kaya fitur, bisa melirik Toyota NAV1 versi bekasnya. Sebab NAV1 ini jadi produk yang life cycle-nya sangat singkat hingga akhirnya digantikan oleh Voxy. Pendek kata, Toyota NAV1 kalah saing dengan Nissan Serena bahkan Mazda Biante sekalipun. 

Agak unik memang melihat kondisi Toyota NAV1 ini, karena semestinya bisa jadi MPV mewah yang cukup laris saat itu. Namun pada kenyataannya, NAV1 kalah peminat karena kalah di berbagai aspek dibanding MPV medium dari merek lain.

Soal kenyamanan masih kalah dibanding Serena C26, fitur masih kalah dengan Mitsubishi Delica, dan mesinnya  belum mampu mengalahkan Skyactiv Mazda Biante. Untuk ukuran mobil mewah, harganya sudah relatif murah mengingat ini adalah mobil tahun muda. Kini Toyota NAV1 harganya berkisar Rp129 juta sampai dengan Rp210 juta.

4. Suzuki Celerio

Segmen city car yang pangsa pasarnya begitu besar di Indonesia ternyata tak membuat Celerio bisa laris manis, walau berlabel merek Suzuki. Mobil ini kurang mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. 

Celerio pertama kali diperkenalkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada Juni 2015 dan didatangkan secara utuh dari India. Mobil ini bermesin 998 cc tiga silinder berkode K10B. Hadir dengan dua pilihan transmisi yaitu manual 5 percepatan dan CVT. 

Sebenarnya secara spesifikasi, tak ada yang salah karena mirip Karimun Wagon R, bahkan transmisi otomatisnya pakai CVT. Namun karena bukan LCGC maka membuat harga barunya jadi mahal, sekitar Rp155-167 juta. Akhirnya, nasib Celerio kalah pamor dari Ignis yang muncul belakangan karena desainnya juga lebih menarik. 

Untuk ukuran mobil bekas, harga Suzuki Celerio ini cukup baik. Di marketplace mobil bekas, Celerio dijual pada kisaran harga Rp85-90 jutaan.

5. Nissan Evalia, Sulit Geser Dominasi Gran Max dan Luxio

Nissan yang sukses dengan produk MPV melalui Grand Livina dan Serena mencoba peruntungan dengan memasukkan NV200 alias Evalia ke pasar Indonesia. Mobil ini diciptakan untuk meneruskan kesuksesan Nissan Livina yakni sebagai mobil keluarga. 

Tapi, publik Indonesia sudah tahu kalau NV200 sebagai basis utama Evalia adalah mobil angkutan barang sebagai blind van di banyak negara. Hasilnya cukup bisa ditebak, Evalia sulit bisa laris karena memang mobil ini adalah minibus seperti Daihatsu GranMax.

Nissan Evalia merupakan mobil yang sangat bagus untuk sebuah mobil barang, namun tidak sebagai mobil penumpang. Harganya jadi kemahalan karena mengisi celah antara Grand Livina san Serena. 

Ini tidak sebanding dengan kenyamanan yang ditawarkan masih serasa naik mobil niaga. Kemudian desain yang wagu atau aneh tidak bisa memikat bagi konsumen kita. 

Lantas bagaimana dengan pasaran mobil bekas dari Nissan Evalia ini? Harga cukup bersahabat bagi kamu yang mencari mobil keluarga berukuran besar. Nissan Evalia dijual mulai dari Rp64 juta sampai dengan Rp115 juta untuk tipe Highway Star.

Kesimpulan 

Melihat harga jual kembali dari mobil yang gagal laku di Indonesia, biasanya ditawarkan dengan harga cukup miring. Tapi, ada beberapa model seperti misalnya Celerio, Evalia atau NAV1 yang harganya masih lumayan tinggi untuk tipe tertinggi mereka. 

Rupanya, masyarakat Indonesia masih melihat kelebihan fitur dan nama besar suatu merek sebagai value dalam membeli sebuah mobil. Jadi, beli bekas bisa jadi alternatif menarik bukan? 

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *