Beberapa waktu terakhir, banyak daerah yang mengalami hujan hampir setiap hari. Intensitasnya pun beragam mulai dari gerimis hingga hujan deras seperti badai. Saat kita berkendara, tak jarang menghadapi situasi cuaca yang tidak bersahabat.
Tiba-tiba saja, cuaca berubah mendung dan hujan turun dengan sangat lebat ketika kita berkendara. Bila sudah begini, visibilitas berkendara jadi sangat terbatas karena tertutup lebatnya hujan.
Saat hujan badai, lampu utama kadang tidak begitu memberikan penerangan yang jelas. Kita akan masih kesulitan untuk melihat dengan pasti kondisi jalanan di depan.
Jika tidak hafal medan, keadaan ini akan cukup membahayakan. Visibilitas yang sangat terbatas membuat kita sulit membaca situasi di depan mata.
Untuk tetap aman dan nyaman saat mengemudi di kondisi cuaca ekstrem seperti ini, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Ini adalah beberapa saran untuk mengemudi di tengah risiko badai.
Berikut ini langkah yang perlu kalian lakukan saat tiba-tiba saja terjebak badai selagi mengemudi.
1. Kurangi Kecepatan, dan Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan dan Samping
Ketika jalanan sedang basah, maka kurangilah kecepatan. Karena semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka semakin besar kemungkinan terjadinya aquaplaning.
Kurangi kecepatan agar memiliki waktu dan ruang untuk bereaksi jika terjadi aquaplaning atau kehilangan kendali. Alangkah lebih baik bila kita pelan-pelan saja ketika melalui jalan gelap yang basah.
Begitu hujan turun dengan deras disertai angin kencang, kurangi kecepatan mobil hingga maksimal di angka 50 km/jam di jalan tol dan 30 km/jam di jalan arteri. Tetap fokus pada kondisi di depan, dan jangan teralihkan perhatian dengan bermain ponsel.
Jaga jarak yang cukup jauh dengan kendaraan di depan untuk antisipasi pengereman yang lebih licin saat hujan lebat. Lakukan manuver dengan hati-hati agar tidak membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hindari pengereman mendadak pada jalan basah demi menghindari risiko aquaplaning.
Jika kamu perlu mengurangi kecepatan atau berhenti, lakukan secara perlahan dan injak rem dengan hati-hati supaya tidak membuat ban terkunci.
2. Nyalakan Lampu Utama Serta Foglamp, Jangan Nyalakan Hazard
Ketika hujan sangat deras, maka gunakanlah lampu utama dan juga foglamp untuk membantu menerangi jalan yang berkabut. Lampu mobil memiliki peran penting saat mobil berjalan di bawah guyuran hujan.
Lampu mobil berfungsi untuk mendeteksi obyek yang ada di depan sekaligus memperjelas pandangan pengendara. Jangan gunakan hazard walau berkendara di bawah guyuran hujan lebat, karena bisa menyebabkan kebingungan kepada pengendara lain.
Jangan lupa, nyalakan fog lamp saat dirasa visibilitas kurang jelas. Fog lamp dapat meningkatkan visibilitas pengendara di malam hari ataupun jalanan yang berkabut akibat hujan deras hingga saat berada di suhu yang dingin berkabut. Artinya, lampu ini bisa berfungsi sebagai tambahan penerangan dari lampu utama.
Foglamp dengan warna cahaya kekuningan bisa membantu menerobos pekatnya kabut atau hujan lebat bila dibandingkan dengan headlamp LED. Saat menyalakan lampu utama, sekaligus kita memberi tanda melalui taillamp kepada kendaraan di belakang.
3. Manfaatkan Marka dan Ikuti Kendaraan di Depan dengan Jarak Aman
Saat hujan lebat, dan headlamp dirasa kurang terang untuk membelah pekatnya kabut, kita bisa mengekor kendaraan di depan dalam jarak aman. Tujuannya sebagai pemandu arah dan kondisi jalanan yang ada didepannya.
Hal terpenting saat mengekor, jangan nyalakan lampu jauh, karena akan silau pada spion mobil di depan. Jaga jarak dengan selisih yang lebih jauh ketimbang cuaca cerah selama berkendara ketika hujan. Biarkan mobil di depan menjauh dengan jarak sekitar 6 detik dari mobil kalian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan menjaga jarak dengan kendaraan di depan dapat mengantisipasi rem mendadak dari pengguna jalan lain. Selalu perhatikan obyek besar seperti pohon yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.
Segera menghindar jika tiba-tiba ada belokan atau misalnya pohon tumbang yang baru terlihat setelah beberapa meter. Cukup angkat kaki dari pedal gas dan tetap waspada terhadap kondisi sekitar mobil.
Karena jalanan tidak begitu jelas, kita juga bisa memanfaatkan pada garis marka untuk menjaga posisi kendaraan di lajur yang tepat. Atur spion kiri agar mengarah ke bawah untuk bantuan melihat marka di tepi jalan.
Dengan begini, kita tidak akan terperosok ke pinggiran, tidak terlalu tengah atau terlalu pinggir.
4. Waspada Dengan Kubangan
Saat kondisi hujan, selain jalan yang licin dan konsentrasi terganggu, jarak pandang juga akan menjadi terbatas. Saat hujan umumnya banyak terdapat genangan air, sehingga kalian disarankan lebih hati-hati untuk memperhatikan kondisi lubang jalan, genangan air, hingga selokan, agar tidak terjebak atau terperosok di dalamnya.
Kubangan dan genangan air di jalan saat sedang berkendara di guyuran hujan lebat bisa jadi berbahaya. Karena, bisa saja ada lubang dalam dibalik kubangan atau genangan tersebut.
Lebih parahnya ketika melewati kubangan, mobil yang kita kemudikan terjeblos dan membuat kaki-kaki dan ban rusak. Hal lainnya saat kita tidak mengurangi kecepatan saat melewati genangan yaitu bisa menyebabkan cipratan air besar yang bisa mengganggu pengendara lain.
5. Berhenti dan Menepi Ketika Jarak Pandang Hanya 1 Meter
Jika hujan turun sangat deras sekali dan membuat jarak pandang terbatas misal hanya sekitar 1-2 meter saja, maka pikirkanlah untuk menepi dan berhenti mengemudi hingga cuaca kondusif. Jarak pandang menjadi acuan keselamatan berkendara saat hujan lebat. Jangan dipaksakan karena berbahaya untuk perjalanan panjang kalian.
(YS)






