Scroll untuk baca artikel
Berita

6 Fakta Menarik Honda CBR150R Gen 1, CBU Thailand yang Ditiru Minerva

×

6 Fakta Menarik Honda CBR150R Gen 1, CBU Thailand yang Ditiru Minerva

Share this article
6-fakta-menarik-honda-cbr150r-gen-1,-cbu-thailand-yang-ditiru-minerva
6 Fakta Menarik Honda CBR150R Gen 1, CBU Thailand yang Ditiru Minerva

Pada awal dekade 2000-an, Honda tak cuma menyediakan produk rakitan lokal di Indonesia. Pada masa tersebut, kita disuguhi motor CBU seperti Honda CBR150R yang diproduksi di Thailand. 

Sosok Honda CBR150R generasi pertama cukup fenomenal, karena punya performa oke, desain sporty, fairing ramping dan pastinya harga baru yang sangat mahal. 

Pada saat itu banderolnya mencapai hampir Rp 30 juta. Tidak heran bila CBR150R versi CBU ini kemudian dibuat tiruannya oleh Minerva yang dijual jauh lebih murah.

Honda CBR150R kiprahnya dimulai pada 2002, yang dipersiapkan sebagai penerus Honda NSR 150. Motor ini masuk ke Indonesia melalui jalur importir umum dan tidak dijual resmi oleh PT Astra Honda Motor.

CBR CBU gen 1 termasuk dalam kelas sport 150cc terbaik karena power to weight ratio yang ideal. Motornya tidak kebesaran dan lincah digunakan sehingga jadi salah satu generasi CBR paling sempurna yang ada.

Pesaing terdekatnya saat itu hanyalah Suzuki FXR 150 yang jadi primadona karena performa dan teknologinya paling canggih untuk ukuran motor sport 150 cc yang masuk Indonesia.

Sebagai produk motor sport kelas atas saat itu, Honda CBR150R CBU Thailand masih memancarkan aura kemewahan walau umurnya kini sudah lebih dari 20 tahun. Tak terlihat kalau ini motor sudah berumur karena desainnya yang advance.

Tak perlu berlama-lama, kali ini kami akan membahas beberapa fakta menarik dari Honda CBR 150R CBU Thailand, masih cocok jadi motornya anak muda!

Dirancang dengan DNA Motor Sport yang Kuat

Honda CBR 150R CBU dirancang memakai sasis yang menganut model twin spar. Desain twin spar ini punya kelebihan di sisi kestabilan karena lebih kaku.

Suspensi depannya masih teleskopik biasa dan suspensi belakang monoshock. Sistem pengereman memakai double disc brake agar makin responsif. 

Pada awalnya Honda CB150R diluncurkan dengan beberapa varian warna; yaitu merah, biru, hitam, kuning, dan edisi khusus Repsol Honda. Varian warna itu terinspirasi dari kakaknya yaitu CBR Fireblade.

Desain fairingnya ramping dan postur motornya tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk pengendara Asia dengan tinggi badan di bawah 170 cm. Dengan konsep motor sport yang kuat, maka bentuk jok dibuat terpisah antara pengendara dan penumpang. 

Ciri khas lainnya juga terletak pada desain headlamp dengan bentuk terpisah. Pada bagian dalam housing headlamp ini terdapat lampu sein berbentuk bulat. 

Desain lampu belakangnya juga cukup stylish dengan housing meruncing dipadukan dual reflektor stop lamp bulat berukuran besar dan reflektor sein yang juga berbentuk bulat tapi ukurannya lebih kecil. 

2. Tenaga Mesin yang Cukup Besar

Hal menarik berikutnya dari Honda CBR150R Gen 1 CBU Thailand ialah tenaga mesinnya yang cukup besar.  Honda CBR150R hadir dengan mesin 4 tak 150cc DOHC overbore 63,5 x 47,2 mm yang saat itu masih berpengabut bahan bakar karburator. 

Tenaga yang dihasilkan sebesar 17,8 PS pada 10.500 rpm dan torsi 12 Nm pada 8.500 rpm. Untuk unit dalam kondisi standar dan mesin sehat, kecepatan maksimumnya disebut bisa mencapai 130 km/jam. Performa segitu sudah cukup untuk penggunaan berkendara harian atau bahkan track days di sirkuit.

Bila tenaga segitu masih kurang, kalian bisa mengganti karburator bawaan dengan produk aftermarket seperti PE dan PWK karena dinilai lebih responsif.

3. Handling yang Lincah Untuk Bermanuver

Dimensi Honda CBR 150R CBU cukup ramping untuk sebuah motor sport. Kuda besi ini memiliki panjang 1.910 mm, lebar 652 mm, tinggi 1.065 mm, dan wheelbase 1.286 mm. 

Motor ini memakai ukuran ban depan 80/90 R17 dan ban belakang 100/80 R17. Karena  CBR old ini berdesain ramping, banyak yang kemudian menjuluki CBR 150 R ini dengan sebutan ‘Capung’.

Dengan desain yang ramping ditunjang tenaga motor yang memadai, motor ini memiliki handling yang lincah saat bermanuver. Didukung power yang cukup dan kontrol yang baik, memberikan pengalaman berkendara yang memuaskan.

4. Sparepart Mesin dan Rem Bisa Pakai Part Motor Lain

Dulu Honda CBR150R CBU ini jadi motor yang eksklusif dan perawatannya dianggap ribet. Namun kini kondisinya jauh berbeda karena perawatannya lebih gampang. 

Untuk sparepart original CBR150R memang cukup mahal dan membuat biaya perawatan sangat tinggi. Namun, beberapa bagian dapat diganti dengan substitusi dari berbagai model lain. 

mesinnya sama persis dengan CBR150 generasi yang lebih baru, sehingga hampir semua suku cadang mesinnya sama persis. Bahkan di beberapa kasus, mesin CBR 150 generasi terbaru yang sudah injeksi bisa dipasang ke CBR 150 Thailand yang masih karburator.

Untuk karburator bawaannya sama dengan Honda CS1. Ini karena CS1 memakai basis Honda Nova Sonic 125 yang juga diproduksi bersama CBR150R di Thailand. Lebih lanjut, kampas rem atau kabel gas, bisa pakai punya Honda Supra injeksi.

5. Harga Bekasnya Cukup Terjangkau

Sebagai motor lawas, harga bekas CBR150R CBU Thailand ini cukup anjlok. berdasarkan penelusuran kami, harga termurahnya dijual mulai Rp10 juta dan harga termahal di kisaran Rp25 jutaan.

Melihat fenomena motor lawas yang harganya melonjak, tampaknya tidak terjadi pada CBR150R ini. Alasannya karena secara umum nmotor ini dilihat kurang spesial dibandingkan motor 2 tak. Bisa dibilang CBR 150 kalahnya sama Ninja RR dengan tahun produksi yang sama. 

6. Desainnya Dijiplak Minerva 

Pada artikel sebelumnya kami sempat membahas sosok Minerva R150 yang desainnya menjiplak Honda CBR150R. Akibat kemunculan motor Minerva tersebut, membuat pamor CBR150R CBU Thailand jadi kurang mempesona gara-gara ada motor kw-nya.

Minerva R150 hadir di Indonesia dengan desain fairing yang tidak jauh beda dengan Honda CBR 150R made in Thailand. Minerva R150 biasa disebut motor klonengan karena harga murah, mesin seadanya tapi penampilan sama persis. 

Pengguna Minerva R150 pun banyak yang menutupi embos Minerva di blok mesin dan melepas livery bawaan motor agar terlihat seperti CBR150R oleh pengendara lain. Dampak hadirnya Minerva R150 ini membuat image Honda CBR150R sempat jatuh.

Kesimpulan

Honda CBR150R Gen 1 menjadi salah satu motor Honda yang ikonik. CBR150R generasi pertama didukung teknologi mesin dan tampilan yang cukup revolusioner. Salah satu yang paling khas, headlamp dengan model terpisah dengan bodi yang sangat ramping untuk ukuran motor fairing.

Hal menarik dari Honda CBR 150 CBU adalah eksklusivitasnya di jalan. Kalian akan jarang menjumpai motor ini di jalan karena sudah masuk kedalam motor hobby. Bahkan bila ingin memilikinya pun bisa ditebus dengan mahal di belasan juta rupiah saja untuk kondisi yang masih cukup layak.

Andai Minerva tidak menjiplaknya pada model R150, bukan tidak mungkin bila CBR150 jadi motor sport yang tak lekang oleh waktu. Motor ini punya tongkrongan yang enak dilihat, disandingkan dengan generasi anyar juga tidak jauh tertinggal. 

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *