Scroll untuk baca artikel
Berita

6 Fakta Penting Mercedes-Benz A-Class W168, City Car yang Inovatif dan Kontroversial

×

6 Fakta Penting Mercedes-Benz A-Class W168, City Car yang Inovatif dan Kontroversial

Share this article
6-fakta-penting-mercedes-benz-a-class-w168,-city-car-yang-inovatif-dan-kontroversial
6 Fakta Penting Mercedes-Benz A-Class W168, City Car yang Inovatif dan Kontroversial

Mercedes-Benz pernah menghadirkan kendaraan dari segmen city car yaitu A-Class W168. City car ini dirancang sebagai sebuah kendaraan yang inovatif dan sukses di pasar global namun sayangnya malah kurang laris di Indonesia.

Awal mula munculnya seri A-Class ini saat Mercedes-Benz terjebak dengan jajaran model yang menua dan konservatif pada paruh pertama tahun 1990-an. Di sisi lain, industri otomotif saat itu menghadapi tuntutan menciptakan mobil yang ramah lingkungan termasuk efisien soal konsumsi BBM.

A-Class diciptakan sebagai sebuah alternatif solusi andaikata popularitas mobil besar menurun. Sebelum A-Class yang mungil hadir, Mercedes telah berkembang menciptakan segmen mobil mewah di sedan compact melalui C-Class dan 190 yang juga dikenal sebagai ‘Baby Benz’.   

Mercedes-Benz terus maju dengan menghadirkan A-Class yang khas, Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 di ajang Frankfurt Motor Show, hasil rancangan Steve Mattin. Pabrikan asal Jerman ini melihat peluang untuk menangkap pasar yang lebih luas dan melayani konsumen yang lebih menyukai kendaraan yang lebih kecil dan kompak. 

Fokus utama dalam pengembangan model ini ialah membuat mobil yang lebih hemat ruang dan irit bahan bakar sebagai penyeimbang untuk memenuhi peraturan penghematan bahan bakar.

Faktanya, A-Class malah banyak menuai kritik mulai dari awal saat baru diciptakan hingga kini saat mobilnya sudah berhenti diproduksi. Berikut ini kami akan mengulas beberapa fakta penting seputar Mercedes-Benz A-Class yang jadi model kontroversial. 

1. Mercedes-Benz A-Class Desainnya Bersahaja

 

Melihat desainnya yang imut, modis, dan logo tiga bintang menegaskan aura kemewahan. Pada masanya A-Class begitu disukai kalangan mamah muda berduit.

Namun fakta sesungguhnya agak melenceng dari ekspektasi kalangan pengguna setia Mercedes-Benz. Desain A class ini benar-benar berbeda dibanding desain Mercedes-Benz sebelumnya yang menonjolkan kemewahan. Keseluruhan desain bergaya membulat yang dirancang kompak. 

Lebih lanjut, detil interior maupun eksteriornya juga cukup sederhana seperti city car pada umumnya. Kualitas interior dan eksterior yang jauh dari harapan pengguna Mercedes-Benz yang menginginkan material nomor satu. 

2. Konsep Revolusioner Mercedes-Benz A-Class W168 Ala Sandwich 

Mercedes-Benz A-Class jadi mobil yang cukup kontroversial. Steve Mattin selaku desainer A-Class generasi pertama merancang A-Class W168 dengan konsep sandwich. Sandwich body adalah skema rancang bangun mobil dimana mesin diletakkan pada sedikit titik dengan posisi rendah di bagian depan. 

Ini sebenarnya merupakan konsep safety agar penumpang atau pengemudi tidak terhantam mesin saat terjadi tabrakan dari depan. Konsep ini membuat kompartemen penumpang ada di tengah-tengah saat tabrakan dari depan. Rancangan tersebut membuat mesin langsung jatuh ke bawah saat ada benturan keras dari depan, supaya tidak menghantam ruang penumpang. Banyak orang yang lantas mengagumi desain A-Class dengan konsep ‘sandwich’-nya

3. Gagal Pengujian Moose Test di Kawasan Skandinavia

 

Kontroversial lainnya dari A-Class generasi pertama ialah sempat gagal dalam Moose Test yang dilakukan oleh  lembaga independen Swedia, Teknikens Varld. Mobil ini terguling saat test berkendara zigzag melewati rintangan yang disimulasikan sebagai hewan yang menyerang jalan. 

Moose Test ini jadi parameter penting bagi mobil yang akan dijual di kawasan Eropa Utara atau Skandinavia. Tes manuver seperti ini cukup sering dipakai untuk menghindari hewan yang secara serampangan masuk ke jalan.

Mercedes-Benz pun segera memperbaiki masalah ini supaya W168 lulus moose test bagi kendaraan yang akan dipasarkan pada wilayah Eropa Utara. Pabrikan yang bermarkas di Stuttgart itu lantas bekerja sama dengan pemasok suku cadang Bosch untuk menciptakan mobil mungil yang lebig stabil. 

Mercedes-Benz mengkonfigurasi ulang model suspensi dan pilihan ban, dan sebagai pabrikan pertama di dunia, yang menggunakan ESP (Electronic Stability Program) sebagai standar di A-Class.

4. Perawatan Mobil yang Cukup Rumit dan Sering Turun Mesin

Perawatan mobil ini cukup rumit dan disarankan untuk tidak melakukan servis mobil selain di bengkel resmi atau spesialis Mercedes-Benz. Misalnya saja pedal gas mobil ini sudah throttle by wire yang sensitif akan bensin berkualitas jelek. 

Pada generasi awal A-Class ini bisa disebut sebagai produk gagal karena jauh dari kesan nyaman Mercedes-Benz. Banyak yang menyebut kalau A-Class W168 seperti Mercy jadi-jadian, dan kapok memelihara mobil ini. 

Cukup rumit melakukan perawatan rutin pada A-Class ini, karena konsep sandwich membuat ruang di engine bay sangat sempit.  Mekanik meskipun spesialis Mercedes-Benz cenderung tidak menyukai pengerjaan sebuah A Class khususnya W168 yang tipe A140.

Ruang mesin mobil ini begitu sempit, dan untuk beberapa jenis servis membuat mobilnya harus diangkat. Ada mekanisme untuk membuat posisi mesin dilepas dari dudukannya agar bisa dilakukan servis atau maintenance. Karena desain ruang mesinnya yang serba sempit, sehingga nyaris semua perbaikan harus turun mesin agar dapat ruang yang lega. 

Melihat perawatannya yang merepotkan, biayanya bisa jauh lebih mahal dari C-Class W202 atau W203 yang tahunnya setara. Bahkan soal kemewahan dan performanya jauh dibawah sebuah C-Class.

5. Fiturnya Cukup Beragam Namun Interior Tidak Istimewa

 

Sebagai city car termahal di Indonesia. Mobil ini telah dilengkapi airbag, power window, central lock, dan rem ABS yang sudah menjadi standarnya. Cukup beragam tapi tidak istimewa karena built quality interiornya. 

Bahan interiornya murahan tidak mencerminkan Mercedes-Benz. A-Class W168 menghadirkan interior yang bukan ‘Mercedes’ banget. 

Dashboard dan doortrim mobil ini bahannya plastik biasa tidak ada lapisan soft touch apalagi aksen wood panel. Setir berbahan polyurethane, mirip seperti city car Jepang kala itu. Kita dipaksa melupakan wood panel dan soft touch yang sejak lama jadi ciri khas interior Mercedes-Benz.

Mercedez-Benz A-Class W168 terbagi dalam beberapa tipe dan varian. Dari paling bawah yaitu A140 Classic dan A160 Elegance dengan perbedaan pada mesin dan transmisi serta sunroof. 

Untuk varian yang lebih tinggi dan langka yaitu A190 Avantgrade dengan panoramic roof dan mesin 1900cc. Varian paling jarang dari generasi W168 di Indonesia adalah A170 CDI dengan mesin turbo diesel common rail.

6. Performa dan Impresi Berkendara yang Biasa Saja 

Mercedes-Benz A-Class W168 terbagi dalam beberapa tipe dan varian. Dari paling bawah yaitu A140 Classic dan tipe diatasnya A160 Elegance. Berdasarkan nomenklatur lama, seri tersebut menunjukkan kapasitas mesinnya yaitu 1.400 cc dan 1.600 cc. Melihat kapasitas mesinnya di seri A-Class A140 cuma 1400/1600cc, maka tenaganya juga tidak istimewa di kisaran 80–100 hp. 

Mobil ini rata-rata dijual second dengan harga murah karena beragam kelemahannya seperti kopling keras, suspensi keras, dan setirnya berat. Bila dibandingkan dengan Jazz generasi pertama bahkan kalah oke.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *