Minibus hingga akhir dekade 1990-an jadi kendaraan yang disukai masyarakat, karena memiliki daya tampung penumpang yang besar. Tidak seperti MPV yang dibangun dengan sasis monokok, minibus wujudnya lebih sederhana dengan sasis ladder frame dan minim fitur kenyamanan.
Saat itu, Daihatsu jadi brand yang cukup tenar sebagai produsen minibus melalui Zebra. Daihatsu Espass pertama kali diluncurkan kepada publik Indonesia pada awal tahun 1995. Zebra Espass cuma beredar antara tahun 95-99, generasi setelahnya nama Espass hilang, hanya dipakai nama Neo Zebra.
Pada generasi Zebra Espass, model tersebut sekaligus mempopulerkan konsep pintu geser yang bukaannya luas. Konsep pintu geser ini tidak banyak digunakan oleh minibus lain pada saat itu, hanya Zebra Espass dan Mazda E2000 saja yang memakai sliding door ini.
Kali ini kami akan mengajak kalian bernostalgia dengan sosok Zebra Espass sebagai mobil keluarga serba bisa. Simak ulasannya berikut ini.
1. Zebra Espass Desain Mukanya Eksentrik dan Aerodinamis
Daihatsu Zebra Espass meluncur pada 1995, yang hadir untuk menggantikan posisi Daihatsu Zebra Hijet yang telah dipasarkan selama lebih dari satu dekade.
Espass menjadi evolusi minibus modern, desainnya fresh dan kemudi ergonomis. Sosok Espass ini gampang dikenali karena bentuk mukanya dengan sudut membulat.
Desainnya lebih aerodinamis dan modern pada lekuk pilar A. Kemudian posisi menyetir lebih enak karena sudut setir lebih rebah.
2. Daihatsu Zebra Espass, Mempopulerkan Sliding Door
Daihatsu Zebra Espass identik sebagai minibus murah dengan pintu geser. Selain Espass, tidak ada minibus sejenis seperti Suzuki Carry yang memakai sliding door pada pintu tengah.
Pada akhir 1990an hanya ada Mazda E2000 dan Nissan Serena yang juga memakai sliding door, dimana kedua model ini merupakan MPV kelas atas.
Faktanya, penggunaan pintu sliding atau geser pada lini produk Daihatsu sudah ada sejak era Zebra Astrea Bodytech. Sekitar tahun 1993, Daihatsu menyediakan varian pintu geser atau yang biasa disebut sliding door pada Zebra bikinan karoseri Astrea.
Ciri khasnya yaitu jendela pintu tengah memakai model naik turun engkol, jendela samping belakang masih model tip top. Kemudian, pintu tengah sliding sekarang ada dua di sisi kanan dan kiri.
Espass kemudian mewariskan pintu sliding yang jadi fitur standar, dimana mobil ini dibuat oleh APM sebagai manufaktur.
3. Daihatsu Menyediakan Espass Versi Minibus dan Pick-Up
Awalnya, Daihatsu menyediakan Espass dengan varian pickup dan minibus dengan tipe ZL-9. Keduanya sama-sama dibekali mesin 1.300 cc karburator, dengan tenaga 75 hp, yang sistem pembakarannya masih menggunakan platina.
Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1997, Daihatsu memperkenalkan Espass Supervan. Minibus ini didukung mesin lebih besar, berkapasitas 1.600 cc yang juga masih mengandalkan karburator dengan kode HD-C, namun sudah CDI. Outputnya sedikit lebih besar yakni 87 HP.
Awal tahun 2000an, Daihatsu mengembalikan nama Espass jadi NeovZebra sekaligus menambah tipe-tipe baru. Pada edisi ini, kemampuannya lebih tangguh dan jarang rewel karena Daihatsu telah memperbaiki kelemahan sejak era Espass.
Berdasarkan urutannya, terdapat tipe ZL, ZT, ZX, dan ZSX. Tipe ZL dan ZT menjadi tipe terbawah bermesin 1.300 cc dengan upgrade sistem pengapian dari platina menjadi CDI. Sementara ZX dan ZSX sebagai trim teratas disediakan dengan mesin 1.600 cc.
Mulai masuk 2000 ke atas, Daihatsu mengganti mesin Espass dengan seri HD-E 1.5 liter pada tipe ZSX, yang sudah mulai ada perbaikan dari sisi pendinginan mesin.
4. Tersedia Dalam Tiga Varian Mesin yang Gampang Dioprek
Selama diproduksi, Daihatsu Espass hingga Neo Zebra tersedia dalam tiga varian mesin yaitu 1.3 liter, 1.6 liter, dan yang paling baru yaitu 1.5 liter. Berikut ini spesifikasi detil dari masing-masing varian mesin tersebut:
- 1.298 cc 4-silinder sejajar, 16 valve SOHC berpendingin cairan. Tenaga 75 hp/5.600 rpm dan Torsi 114 Nm/3.800 rpm. Pada mesin 1.300 cc ini, konsumsi bahan bakar espass tergolong irit.
- 1.598 cc 4-silinder sejajar, 16 valve SOHC berpendingin cairan. Tenaga 87 hp/5.600 rpm dan Torsi 135 Nm/3.200 rpm.
- 1.498 cc 4-silinder sejajar, 16-valve SOHC berpendingin cairan. Tenaga 87.5 hp/6.000 rpm dan Torsi 130 Nm/3.800 rpm.
- 1.298 cc 4-silinder sejajar, 16-valve SOHC berpendingin cairan. Tenaga 78 hp/6.000 rpm dan Torsi 118 Nm/4.200 rpm.
Daihatsu Espass memiliki karakter mesin oversquare dengan redline mulai 6.500 rpm. Ini membuat mesinnya enteng bila dibejek sampe 8.000 rpm, sehingga top speed Espass bisa lebih unggul. Namun jangan dibiasakan ngegas hingga redline agar mesin tetap awet.
5. Mobil Keluarga dengan Harga Terjangkau
Espass sangat cocok untuk dipakai jalan-jalan bersama keluarga. Kabinnya yang luas membuat mobil ini terasa lega. Dengan jumlah kursi sebanyak tiga baris, mobil ini muat untuk dinaiki 8 orang (termasuk sopir).
Bicara soal harga, Espass kini berkisar antara 25-30 jutaan tergantung kondisi mobilnya. Kalau barangnya masih bagus, mesin oke, bodi oke, biasanya ditawarkan dengan harga di atas 30 juta.
Espass juga memiliki harga jual yang stabil. Jadi semisal Anda punya Espass, kemudian sudah puas memakainya dan berkeinginan untuk menjualnya, Anda tidak perlu khawatir soal harga jual mobil ini.
Jangankan merugi, bahkan kalau mujur maka bisa mendapat untung. Bukan rahasia lagi salah satu kelebihan yang dimiliki pengguna mobil bekas itu terkadang bisa mendapat untung ketika menjualnya kembali.
6. Sparepart yang Murah Meriah
Selain harga mobilnya yang murah, spare part Espass juga terjangkau dan mudah ditemukan di toko-toko spare part. Ketersediaan suku cadang sangat banyak, baik itu original maupun KW.
Perawatannya pun cukup mudah, karena banyak bengkel pinggir jalan yang bisa menangani gangguan-gangguan pada mobil ini.
7. Kelemahan Khas Motuba
Mesin Gampang Kepanasan
Isu overheat seolah jadi hal yang cukup sering terjadi pada Zebra Espass. Penyebabnya karena karena radiatornya yang kecil, cuma 1 ply.
Suspensi Keras Serasa Naik Pick Up
Daihatsu Espass memakai suspensi depan MacPherson strut dan belakang Rigid axle dengan per daun.
Suspensi di Daihatsu Espass minibus disebut terlalu keras untuk sekelas mobil keluarga. Alasannya karena mobil ini suspensinya sama dengan yang digunakan pada model pickup.
Plat Bodi Rentan Keropos
Mayoritas body Daihatsu Espass merupakan keluaran Karoseri pabrikan alias Astra. Namun sayangnya built quality saat itu kurang baik karena plat tipis gampang penyok, dan karatan karena tidak pakai dempul.
Kesimpulan
Berdasarkan beberapa fakta di atas, apabila kamu suka dengan model streamline ala Espass, bisa memilih Neo Zebra yang sudah banyak mendapat perbaikan secara spesifikasi.
Pada radiatornya telah mengalami pembaharuan sehingga tidak lagi gampang overheat. Selain itu tenaga mesin 1.500 cc juga tidak jaub berbeda dari versi 1.600 cc, tapi bisa lebih efisien.
(YS)






