Scroll untuk baca artikel
Berita

7 Teknologi dan Fitur di Mobil yang Dirasa Menjengkelkan, Apa Saja?

×

7 Teknologi dan Fitur di Mobil yang Dirasa Menjengkelkan, Apa Saja?

Share this article
7-teknologi-dan-fitur-di-mobil-yang-dirasa-menjengkelkan,-apa-saja?
7 Teknologi dan Fitur di Mobil yang Dirasa Menjengkelkan, Apa Saja?

Mobil-mobil modern dipenuhi dengan teknologi dan fitur canggih, namun ternayta inovasi yang dihadirkan tersebut sebagian diantaranya buruk. Kenapa demikian? Ini karena fungsi fitur tersebut kadang mengganggu kenikmatan berkendara.

Fitur yang diciptakan dengan tujuan untuk memberi kenyamanan berkendara pun ketika digunakan malah jadi membuat jengkel. Ini karena fitur tersebut bekerja tidak sesuai kehendak atau keinginan pengemudi.

Alhasil, teknologi tersebut fungsinya malah jadi tidak sesuai tujuan awal untuk memudahkan saat berkendara. Pengemudi yang suka kepraktisan jelas tidak menyukai hal seperti ini. 

Lantas apa saja fitur di mobil yang kini sering menjengkelkan? Berikut ini ulasannya. 

1. Lane Keeping Assist

Di atas kertas, fitur keselamatan aktif dalam teknologi ADAS ini adalah ide yang jenius. Mobil mengetahui di mana tepi jalan berada, dan membantu Anda tetap di jalur jika Anda kurang fokus atau teralihkan perhatiannya. Fungsi awalnya disiapkan sebagai teknologin yang benar-benar penyelamat.

Saat fitur ini bekerja, kemudi mobil memaksa Anda untuk kembali ke arah yang semestinya. Kita bisa berpindah jalur tapi harus menyalakan lampu sein agar fitur ini memahami maksud kita melewati marka jalan.

Di masa lalu, kita dapat menonaktifkan teknologi Lane Keeping Assist dengan satu tombol. Tetapi sekarang, biasanya teknologi ini akan otomatis aktif setiap kali Anda menyalakan mobil. 

Bagi orang yang suka berkendara agresif, suka selap=selip atau zig-zag tanpa menyalakan lampu sein, fitur LKA ini jelas menjengkelkan karena sulit untuk berpindah jalur karena arah setir ditahan oleh sistem ADAS. 

2. Gagang pintu Pop-out, Berpotensi Macet atau Menjepit Jari Tangan

Gagang pintu pop out kian populer pada mobil modern, mulai dari Tesla, hingga Wuling Cloud di Indonesia telah memakainya. Para desainer menyukai gagang pintu yang dapat tersembunyi, rata body karena gagang tersebut menciptakan tampilan yang bersih pada sisi mobil. 

Orang-orang di dunia nyata membenci gagang pintu karena gagang tersebut dapat membeku di musim dingin. Kalau dibuka paksa, gagangnya bisa menjepit jari Anda saat gagang pintu ditarik tanpa unlock dari remote kunci terlebih dahulu. 

3. Panel Head Unit Full Touch Screen

Head unit dengan layar sentuh merupakan fitur yang kini sudah menjadi standar di mobil keluaran terbaru. Menurut produsen mobil, kita sebagai pengguna mobil adalah generasi yang terobsesi dengan ponsel pintar. Di sisi lain, keberadaan satu layar besar untuk mengatur setiap fungsi di mobil jauh lebih murah daripada memasang banyak tombol.

Namun dengan penggunaan head unit touch screen yang bisa mengatur beragam fitur kendaraan, bisa merepotkan bagi pengguna yang masih awam. Kita harus mencari satu-persatu posisi menu fitur yang akan kita gunakan.

Terlebih, kadang layar head unit bekerja lambat, terlalu panas, dan tata letaknya membingungkan bahkan lebih membuat frustrasi bila kita butuh memakai suatu fitur sesegera mungkin.

4. Fitur Voice Command

Berkebalikan dengan fitur head unit touch screen, kini kalian dapat menghindari menyentuh layar bila ingin mengoperasikan suatu fitur. Caranya hanya dengan menggunakan asisten suara, yang dengan senang hati melakukan tugas yang kalian perintahkan. 

Penggunaan voice command hanya bisa efektif selama kalian berbicara dengan sangat jelas, dan dalam keheningan total. Dan jangan menyela saat asisten suara sedang memberikan respons. Kelihatannya tidak praktis tapi cara itu lebih mudah daripada tombol. 

5. Handle Glovebox Model Lawas

Saat Anda masuk ke dalam mobil, dan melihat pegangan fisik yang tergeletak glove box di sisi penumpang. Desain handle yang jadul untuk membuka kotak sarung tangan secara manual, itu terlihat tidak menarik dan estetik. 

Untungnya, hal yang menjengkelkan ini telah diperbaiki oleh para produsen mobil, yang sekarang senang menyembunyikan tombol pembuka kotak sarung tangan di tempat lain di kabin. Mobil baru mengikuti jejak mobil premium dengan memakai sistem bukaan konsol secara pop-up. Kita tinggal memencetnya kemudian konsol glovebox terbuka.

6. Teknologi yang Mematikan Sementara Volume Audio Saat Mobil Mundur

Cara cepat menghentikan suara radio atau pemutar musik di mobil kalian itu ternyata cukup sederhana. Kalian tinggal berhenti kemudian masuk gigi mundur. Secara otomatis, sistem di head unit akan mengurangi suara musik atau bahkan mematikannya saat kamera mundur menyala.

Tujuannya positif, agar kita tetap fokus dan waspada saat memundurkan mobil. Alunan musik seringkali dianggap distraksi yang membuat konsentrasi pengemudi jadi kurang waspada selagi melihat sisi belakang.

Teknologi ADAS berbasis kamera, sensor, radar, dan bantuan rem otomatis yang telah dipasangkan oleh produsen mobil pada mobil baru, masih dianggap mustahil bagi manusia untuk mengurangi volume suara dari lagu yang kita setel. 

Hal yang menjengkelkan dari teknologi ini ialah mengapa suara dari head unit langsung dihentikan, bukan dikurangi saja agar suara musik masih terdengar walau pelan. 

7. Pergerakan Pintu Belakang Elektrik yang Terlalu Lambat

Pintu belakang elektrik membantu orang tua dan yang lemah membuka ruang bagasi mobil. Pintu ini memungkinkan Anda mengunci mobil saat Anda berjalan pergi tanpa harus mencari kunci. 

Namun, pintu belakang otomatis juga kerap menjengkelkan karena bergerak dalam waktu yang lambat saat terbuka atau menutup. Hal menjengkelkan lainnya saat sensor anti terjepit ini terlalu sensitif waktu membaca ada benda ringan seperti bulu atau daun yang menempel di sela-sela membuat pintu tidak bisa langsung tertutup dan harus dibuka lagi walau sudah setengah jalan.

Kesimpulan

Dari tujuh poin di atas, membuktikan bila keberadaan fitur baru tidak selalu bakal berjalan sesuai ekspektasi. Ternyata saat digunakan, fitur di sebuah mobil kadang malah jadi menjengkelkan saat berkendara. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *