Mobil dengan transmisi manual terbukti masih laris manis dan jadi favorit di sebagian orang di pelosok Indonesia. Padahal, kini sudah semakin banyak mobil baru hadir dengan transmisi otomatis yang praktis.
Bukan melulu disukai kalangan tua, sebagian kalangan muda juga menyukai mobil manual karena sensasi berkendara yang dinilai lebih fun dan responsif. Padahal transmisi manual ini sedikit repot saat start awal dan pindah gigi, karena harus menginjak pedal kopling.
Pada umumnya, para pengguna mobil manual ini umumnya tinggal bukan di kota besar yang lalu lintasnya jarang macet atau macetnya tidak sepadat jalanan kota besar.
Untuk menjalankan mobil manual, pengendara perlu menginjak penuh pedal kopling menggunakan kaki kiri, lalu pindahkan tuas transmisi, dan lepaskan pedal kopling perlahan-lahan sambil menginjak pedal gas sedikit demi sedikit.
Berikut ini lima alasan mengapa transmisi manual masih laris manis selain harganya yang murah.
1. Kendali Langsung Untuk Memindahkan Gigi Sesuai dengan Kecepatan
Saat kalian berkendara dengan mobil manual, kalian dapat mengontrol kelancaran perpindahan gigi naik turun agar lebih halus. Kalian dapat memilih kapan harus mengganti gigi, sehingga dapat mengoptimalkan putaran mesin dan kecepatan kendaraan untuk kondisi jalan yang berbeda.
Ketika mengendarai mobil manual, kamu dapat menjaga mobil tetap dalam putaran rendah saat melaju kencang, dengan cara memindahkan gigi ke posisi lebih tinggi. Tujuannya untuk mengurangi beban mesin mencapai putaran tinggi mengakibatkan torsi mesin terbuang sia-sia.
Kita bisa memanfaatkan match revving rpm mesin ke gigi yang dipilih dengan sedikit mengayunkan pedal gas sambil pindah gigi.
2. Mobil dengan Transmisi Manual Memberi Proses Akselerasi yang Lebih Responsif
Mobil bertransmisi manual cenderung lebih responsif sebab perpindahan gigi dapat dengan leluasa dikontrol oleh pengemudi. Saat kalian butuh melakukan akselerasi spontan untuk mendahului atau menjauhkan diri dari potensi bahaya, kalian memerlukan torsi yang ideal untuk memberi dorongan yang kuat pada mobil.
Dengan transmiai manual, kalian cukup menurunkan gigi satu atau dua tingkat lebih rendah, kemudian langsung tancap gas agar mobil melesat. Kalian juga dapat memilih posisi gigi yang tepat untuk menyalip saat melewati kontur jalan mendaki bukit dengan lebih kuat.
Pada kasus transmisi otomatis CVT, sistem transmisi di mobil tidak akan tahu kapan kalian tiba-tiba membutuhkan tenaga lebih bila tidak melakukan kickdown. Itupun laju mobil masih delay sesaat tidak langsung melesat seperti yang kita harapkan.
Untungnya, beberapa model kini menyediakan fitur layaknya tiptronic pada sistem CVT, sehingga kita bisa memakai mode manual dan menurunkan posisi gigi bila butuh akselerasi spontan.
3. Transmisi Manual Memberikan Efek Engine Brake Mobil yang Lebih Kuat
Engine brake dilakukan untuk mengurangi kecepatan dibarengi dengan menurunkan gigi ke posisi rendah. Engine braking cukup efektif digunakan saat kondisi jalan menurun dan curam.
Dalam situasi tertentu, kalian butuh bantuan mesin untuk menahan laju kendaraan, agar kinerja rem tidak bekerja semakin berat.
Dalam transmisi otomatis CVT misalnya, efek engine brake kurang optimal menahan laju kendaraan semisal di turunan panjang. Padahal, tuas transmisi sudah dipindah ke posisi L atau Low.
Dalam kondisi ekstrim seperti ini, mobil dengan transmisi manual dirasa lebih mampu mengemban beban kerja yang cukup berat. Kita bisa memindah gigi transmisi ke posisi tertentu sesuai kondisi medan jalan dan kecepatan.
Engine brake pada transmisi manual lebih maksimal memberi efek menahan laju kendaraan dari putaran mesin, sehingga membantu melewati turunan tanpa harus menyiksa rem.
Teknik ini tidak bisa dilakukan terlalu sering karena memaksa mesin untuk berada di putaran tinggi. Jadi, gunakan engine brake ini dikombinasikan dengan rem, supaya kerja keduanya tidak terlalu berat.
4. Bisa Membantu Menahan Kecepatan Saat Rem Bermasalah
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, dalam kondisi tertentu rem mobil kadang bisa bermasalah entah kurang pakem karena ada kebocoran atau ngeloss karena kepanasan.
Bila sudah begini, kita bakal kerepotan mengurangi laju kendaraan. Transmisi otomatis yang tak memiliki mode manual sulit digunakan untuk engine brake.
Jika rem tak berfungsi maksimal, kita masih bisa kendalikan posisi transmisi langsung bila memakai mobil manual. Kita bisa memanfaatkan engine brake sebagai ‘rem darurat’. Caranya dengan menurunkan posisi gigi setahap demi setahap.
Nantinya laju mobil akan tertahan gigi dan putaran mesin tertentu. Mobil bisa terus melambat walau agak sulit untuk langsung berhenti sebagaimana bila memakai rem.
5. Mobil dengan Transmisi Manual Bisa Nyalakan Mesin dengan Jump Start Saat Aki Tekor
Kelebihan yang cuma dimiliki transmisi manual ialah bisa jump start. Jika listrik aki tekor atau habis, kalian masih dapat menyalakan mobil untuk berjalan. Kita bisa jump start dengan cara mendorong mobil yang mogok karena aki soak.
Caranya tak terlalu sulit, masukkan transmisi ke gigi 2, kemudian tahan pedal kopling (posisi setengah kopling) saat mobil sedang didorong. Setelah mesin mulai bekerja, langsung injak pedal gas perlahan agar mesin tidak mati.
Dengan transmisi otomatis, kalian tidak bisa melakukan ini. Saat aki tekor hanya bisa menunggu bantuan untuk jumper aki atau beli aki baru.
6. Transmisi Manual Membuat Pengemudi Lebih Fokus
Mengendarai mobil manual akan membuat pengemudi lebih aktif. Karena ia harus menginjak pedal kopling dan memindahkan posisi tuas transmisi naik atau turun sesuai laju kendaraan. Belum lagi saat kondisi macet, kaki kiri harus selalu aktif menginjak pedal kopling untuk mengimbangi gas. Jadi, tingkat kewaspadaan pengemudi mobil terjaga.
Dua alasan itu pula yang membuat pengemudi mobil manual cenderung lebih fokus dibandingkan pengemudi mobil dengan transmisi otomatis. Ini karena sistem transmisi akan berpindah secara otomatis menyesuaikan kecepatan kendaraan, sehingga membuat pengemudi lebih santai tanpa memikirkan oper gigi.
7. Mobil Manual Harganya Lebih Murah, Perawatan Mudah
Alasan lain kenapa mobil manual masih digemari adalah harga barunya yang lebih murah. Ini karena transmisi manual umumnya tersedia di tipe bawah dan menengah. Agak jarang suatu model menyediakan transmnisi manual pada tipe teratas kecuali untuk jenis mobil performa tinggi.
Kelebihan lainnya adalah biaya perawatan mesin yang lebih terjangkau karena saat melakukan servis, hanya beberapa komponen yang perlu diganti, semisa kampas kopling atau master kopling atas/bawah yang umum mengalami kerusakan.
Sementara jika transmisi otomatis rusak, sering kali pemiliknya harus menggantinya secara gelondongan seperti pada transmisi CVT. Sementara itu untuk transmisi otomatis konvensional tetap butuh overhaul yang biayanya bisa di atas Rp10 juta.
8. Transmisi Manual Lebih Irit BBM?
Mobil dengan transmisi manual cenderung lebih hemat bahan bakar karena perpindahan gigi kita atur sesuai selera dan kebutuhan. Artinya, pengemudi bisa menjaga putaran mesin tetap rendah.
Sementara pada mobil metik, perpindahan gigi diatur oleh komputer. Kadang, ECU ini baru memindahkan gigi di putaran yang sedikit lebih tinggi mengikuti rpm optimal mesin.
Kesimpulan
Berdasarkan beberapa fakta di atas, terbukti bila transmisi manual masih memiliki beberapa kelebihan tertentu yang tak dimiliki transmisi otomatis. Itulah mengapa mobil manual masih begitu laris di kota-kota kecil.
Situasi kota kecil dengan infrastruktur tak sebaik kota besar menuntut ketangguhan transmisi manual. Kalian tentu juga bakal kerepotan andaikata bawa mobil matic kemudian aki tekor di tengah jalan terpencil yang sulit mencari bengkel aki.






