JAKARTA – Hyundai segera menantang Toyota di segmen mobil hybrid Indonesia. Toyota pun meresponsnya dengan mengatakan kalau persaingan bukan hanya soal produk.
Seperti diberitakan sebelumnya, All New Hyundai Santa Fe bermesin konvensional maupun hybrid dipastikan meluncur di Indonesia pada Oktober 2024. All New Santa Fe akan menjadi pembuka jalan Hyundai di pasar mobil hybrid nasional, setelah sebelumnya selalu ‘bermain’ di teknologi mobil listrik murni dalam mempenetrasi pasar kendaraan elektrifikasi di negeri ini.
Pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air sendiri saat ini dikuasai oleh Toyota. Jenama tersebut menjadi yang terdepan berkat penetrasi yang kuat di segmen mobil hybrid lewat Toyota Yaris Cross, Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Alphard, Toyota Vellfire, Toyota Corolla Cross, Toyota Prius, Toyota Toyota Corolla Altis, Toyota Camry.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menyambut baik rencana Hyundai untuk ikut ‘sikut-sikutan’ di pasar mobil hybrid. Menurut dia, penambahan pesaing di dalam kompetisi merupakan sesuai yang sangat wajar.
“Sangat kami terima dengan terbuka selama yang penting, yang selalu garisbawahi, adalah apakah produk-produknya memberikan kontribusi ke pasar, membuat pasar naik, membuat industri otomotif naik, dan kemudian berkontribusi terhadap penurunan emisi dan lain-lain,” kata Anton menanggapi pertanyaan Mobil123.com pada awal September 2024 di Jakarta.
“Selama kembali ke situ, kami sangat menyambut karena itu adalah memang apa yang kami cita-citakan dengan strategi Multi Pathway, dengan adanya variasi teknologi,” lanjut dia.
Di sisi lain, Anton mengingatkan kalau persaingan di pasar otomotif tidak hanya terkait dengan produk. Terdapat pula aspek lain yakni layanan kepada konsumen.
Toyota, lanjutnya, tidak hanya berpikir masalah produk baru atau teknologi baru, melainkan juga bagaimana diler-diler atau para frontliner bisa memberikan layanan lebih baik lagi di sektor penjualan atau pun purnajual. Total ekosistem layanan menjadi determinan yang tak kalah penting dalam persaingan di pasar otomotif.
Ia menyebut bahwa Toyota hingga kini belum sempurna. Meski demikian, Anton yakin kalau Toyota punya pengalaman, jaringan, program layanan yang cukup kuat.
“Ada beberapa konsumen yang dalam membeli fokus pertamanya hanya produk. Tapi, kalau memang pelayanannya tidak cukup baik, akhirnya membuat konsumen kembali lagi ke merek-merek yang memberikan pelayanan terbaik,” nilai Anton. [Xan]






