Headrest di kursi merupakan salah satu fitur keselamatan dan kenyamanan mendasar di mobil. Perlu Anda ketahui, headrest ini bukan singkatan dari head-rest yang berarti tempat untuk mengistirahatkan atau sandaran kepala. Headrest ini singkatan dari head restraint yang berarti penyangga kepala.
Fungsi dan tujuan utama diciptakan sandaran kepala pada mobil adalah untuk mencegah terjadinya Whiplash (kondisi dimana kepala terayun ke depan dan belakang akibat benturan) jika terjadi kecelakaan.
Untuk itu, kita perlu tahu bagaimana mengatur posisi headrest yang ideal. Tujuannya bukan sekedar memberi nyaman tapi yang terpenting ialah tidak membuat cidera leher maupun kepala saat mengemudi atau terjadi insiden.
pabrikan telah merancang posisi dan tingkat kekerasan busa headrest agar bisa menyangga dengan nyaman. Di sisi lain, headrest juga berfungsi meredam hentakan ke kepala saat terjadi benturan.
Saat terjadi tabrakan dari bagian depan, gaya dorong mobil turut mendorong tubuh pengemudi atau penumpang ke depan. Dalam hal ini, sabuk pengaman berfungsi menahan tubuh tetap pada kursi.
Nah, gaya dorongan balik inilah yang kemudian diserap oleh headrest sehingga kepala tetap tegak dan leher tidak patah karena hempasan dan cidera ketika kepala mengantam headrest.
Fungsinya yang sangat vital membuat headrest pada kursi dengan model headrest terpisah perlu disetel dengan tepat. Penyetelan dilakukan dengan posisi jangan terlalu tinggi atau rendah dari kepala.
Posisi Ideal Saat Penyetelan Headrest
Pabrikan kendaraan telah memperhitungkan ukuran serta ketinggian headrest di setiap kursi kendaraan secara proporsional sesuai postur pengemudi. Pada mobil mewah, bagian headrestnya bisa diatur agar kepala tegak atau agak menunduk.
Sandaran kepala pada kursi baris pertama biasanya berukuran lebih tinggi dan lebar sehingga kemungkinan kepala tertangkap oleh sandaran jadi lebih besar.
Headrest harus diposisikan dengan tepat dengan bagian belakang kepala. Penyetelan yang keliru efek negatifnya akan membuat leher akan berpotensi besar mengalami cedera serius.
Menggeser posisi headrest cukup dengan menekan tombol di bagian gagang, kemudian tarik ke atas atau dorong ke bawah sampai terdengar bunyi pengunci “klik”.
Saat menyetel, posisi paling atas headrest harus sejajar dengan ubun-ubun atau ujung kepala. Apabila headrest tidak bisa ditarik terlalu tinggi, maka posisikan sisi atas headrest sejajar dengan bagian tertinggi daun telinga telinga.
Sandaran yang terlalu pendek akan sangat membahayakan pengemudi dan penumpang. Ketika mengalami tabrakan dari belakang, kepala akan terdorong ke belakang dan leher melengkung ke belakang. Sebaliknya, bila terlalu tinggi malah menekuk leher ke depan.
Hal terpenting, jangan pernah berkendara tanpa adanya headrest. Ini karena risiko patah leher saat terjadi kecelakaan bakal makin besar akibat kepala tidak tertopang dengan baik.
Untuk kursi depan model bucket seat atau kursi depan model pocong dengan headrest menyatu malah lebih praktis. Biasanya, pabrikan mobil telah memperhitungkan ketinggian maksimal sandaran kursi yang sudah termasuk dengan headrest sesuai postur orang indonesia. Selain itu, bagian headrestnya juga pasti sedikit lebih lebar.
Posisi Duduk Pengemudi Harus Pas dengan Tinggi Headrest
Sebelum mengemudi, perlu mengetahui beberapa hal terkait posisi duduk yang ideal. Selama mengemudi, kita perlu memiliki posisi duduk yang tepat dan nyaman supaya tidak lekas lelah.
Mengatur sandaran kursi berikut headrest yang tepat juga menjaga kita supaya tetap fokus dan pandangan tetap luas.
Posisi sandaran punggung pengemudi jangan terlalu tegak tapi juga tidak merebah ke belakang. Penyetelan sandaran kursi ini mesti menopang seluruh bagian punggung dengan baik.
Patokan untuk sandaran punggung ini terdapat pada bahu serta sikut. Sandarkan tubuh ke kursi dan luruskan tangan.
Posisi sandaran kursi pengemudi jangan terlalu rebah supaya kita masih fokus berkendara. Hindari juga sandaran yang cukup tegak karena membuat punggung lekas lelah.
Setelah itu, pegang kemudi dengan posisi tangan di arah jam 10 dan 2. Perkiraan sudut pada sikut sekitar 120 derajat atau agak menekuk.
Posisi ini tangan bisa memiliki tenaga untuk memutar setir dan mengontrolnya secara maksimum. Agar lebih optimal, kalian juga perlu mengatur posisi ketinggian setir tidak terlalu tinggi sehingga tidak menutupi layar instrumen.
Tak kalah penting, posisi headrest juga harus ideal agar leher bisa tersangga dengan baik dan mengurangi efek lelah saat berkendara dalam waktu lama.
Cara Mengatur Posisi Kaki Pengemudi yang Ideal
Posisi kursi juga harus sesuai jarak kaki ke pedal. Ini bakal berpengaruh dari sisi keselamatan dan juga kenyamanan.
Kamu sebagai pengemudi juga perlu memaju-mundurkan jok ke posisi yang pas sebelum menjalankan mobil. Tujuannya untuk mengatur posisi sudut kaki yang ideal agar tidak lelah dan bisa tetap menggapai pedal dengan maksimal.
Prinsip pengaturannya, lutut mesti membentuk sudut sekitar 110 derajat. Posisi ini berguna agar kaki bisa menekan pedal-pedal dengan kekuatan maksimum dan tidak cepat pegal.
Tuas pengaturan maju mundur biasanya berbentuk besi horizontal berada di depan bawah jok pengemudi. Kita cukup menariknya sambil mengukur maju mundur saat mobil masih berhenti.
Pengaturan jok elektrik cukup menekan tombol di bagian samping kanan kursi sopir. Patokannya, posisi lutut harus tetap menekuk dengan sudut yang tumpul.
Bila sudut kaki terlalu menekuk, maka membuat paha lekas lelah saat mengemudi dalam waktu lama. Tapi, jangan sampai terlalu selonjor karena menyulitkan kaki saat menginjak pedal.
Sudut kaki yang terlalu tegak membuat cepat lelah serta lutut pastinya mentok ke bagian bawah setir mobil. Sisakan jarak sekitar 2-3 jari dari bagian bawah setir sebagai patokan.






