Scroll untuk baca artikel
Berita

Agar Tidak Terjadi Kemacetan, Kemenhub Akan Membuat Kereta Api Pengangkut Truk Logistik di Sulsel

×

Agar Tidak Terjadi Kemacetan, Kemenhub Akan Membuat Kereta Api Pengangkut Truk Logistik di Sulsel

Share this article
agar-tidak-terjadi-kemacetan,-kemenhub-akan-membuat-kereta-api-pengangkut-truk-logistik-di-sulsel
Agar Tidak Terjadi Kemacetan, Kemenhub Akan Membuat Kereta Api Pengangkut Truk Logistik di Sulsel

Kereta Api Pengangkut Truk Logistik untuk Mengurangi Kemacetan di Sulawesi Selatan

Pendahuluan

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk mengembangkan sistem kereta api pengangkut truk logistik, juga dikenal sebagai “rolling highway” (rola), untuk rute Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan. Sistem ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman logistik semen dan bahan baku pendukung industri, sambil mengurangi kemacetan yang sering terjadi akibat truk pengangkut logistik.

Bagaimana Sistem Rola Bekerja

Sistem rola memungkinkan truk pembawa barang untuk naik ke kereta api. Truk akan dibawa hingga ke stasiun yang dekat dengan pelabuhan. Setelah itu, truk turun dari kereta dan barang yang dibawanya akan diturunkan di kapal.

Manfaat Sistem Rola

  • Mengurangi kemacetan jalan di Jalan Poros Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan.
  • Menghindari kerusakan jalan karena truk yang melebihi batas dimensi dan beban maksimum.
  • Menyelamatkan dampak sosial terhadap para sopir truk logistik yang bekerja di pabrik-pabrik di wilayah Makassar-Parepare.

Dampak Sosial

Jika menggunakan sistem kereta api pengangkut barang, logistik akan diangkut langsung dari pabrik ke pelabuhan tanpa melibatkan truk. Hal ini dapat berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi para sopir truk tersebut. Oleh karena itu, penggunaan sistem rola juga bertujuan untuk menghindari dampak sosial negatif di Makassar-Parepare dalam angkutan barang.

Contoh dan Statistik

Sebuah studi yang dilakukan oleh Kemenhub menunjukkan bahwa penggunaan sistem rola di beberapa negara lain telah berhasil mengurangi kemacetan jalan dan kerusakan infrastruktur. Misalnya, di Jerman, penggunaan sistem rola telah mengurangi kemacetan jalan sebesar 30% dan mengurangi emisi CO2 sebesar 60%. Hal ini menunjukkan potensi besar sistem rola dalam mengatasi masalah logistik di Indonesia.

Kesimpulan

Pengembangan sistem kereta api pengangkut truk logistik atau rola di Sulawesi Selatan merupakan langkah yang positif untuk mempercepat pengiriman logistik dan mengurangi kemacetan jalan. Selain itu, sistem ini juga dapat menyelamatkan dampak sosial terhadap para sopir truk logistik. Dengan adanya sistem rola, diharapkan logistik di Sulawesi Selatan dapat berjalan lebih efisien dan lancar.

Satria Susanto adalah seorang profesional berpengalaman di bidang logistik, saat ini menjabat sebagai Logistics Operations Manager di PT. Wahana Prestasi Logistik. Dengan latar belakang pendidikan Gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Satria telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan mengoptimalkan operasi logistik. Sebelum bergabung dengan PT. Wahana Prestasi Logistik pada Agustus 2017, Satria telah menempati posisi serupa sebagai Operations Manager di Lion Parcel selama lebih dari empat tahun. Pengalamannya yang luas selama hampir satu dekade dalam industri logistik telah membentuknya menjadi seorang ahli dalam mengatur, merencanakan, dan mengimplementasikan strategi operasional yang efisien. Keterampilan Satria dalam mengelola operasi logistik tidak hanya terbatas pada pengetahuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efektif, sangat penting dalam menjaga kelancaran rantai pasokan. Berbasis di Jakarta, Indonesia, Satria telah berhasil memimpin timnya untuk mencapai berbagai target operasional, membuktikan kemampuannya sebagai seorang pemimpin yang efektif dan inovatif dalam industri logistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *