Scroll untuk baca artikel
Serba Serbi

Cara Menghitung Weton Jodoh dan Penjelasan Hasilnya

×

Cara Menghitung Weton Jodoh dan Penjelasan Hasilnya

Share this article
cara-menghitung-weton-jodoh-dan-penjelasan-hasilnya
Cara Menghitung Weton Jodoh dan Penjelasan Hasilnya

tirto.id – Cara menghitung weton jodoh dapat dimulai dengan menjumlahkan angka kelahiran calon suami dan istri. Jumlah weton Jawa kedua belah pihak, kemudian dibagi dengan bilangan tertentu. Hasil hitungan weton untuk pernikahan tersebut memiliki makna-makna tersendiri mulai jodoh hingga pegat.

Dalam kebudayaan masyarakat Jawa, terdapat tradisi untuk untuk menentukan seseorang berjodoh atau tidak, sebelum melangsungkan kesepakatan pernikahan.

Ada beberapa tujuan dari hitungan weton jodoh dalam masyarakat Jawa, di antaranya menentukan suatu pasangan baik atau tidak, mengetahui watak dan perilaku seseorang, menjauhkan kesialan, hingga meraih kesuksesan dalam pernikahan.

Oleh sebab itu, wajib semisal sebagian masyarakat Jawa masih mempraktikkan tradisi menghitung weton jodoh. Di sisi lain, masyarakat masih menggunakan hitungan weton Jawa guna mempertahankan dan melanjutkan kekayaan kebudayaan.

Cara Menghitung Weton Jodoh

Ada beberapa versi perhitungan weton jodoh yang beredar di kalangan masyarakat Jawa. Namun dari semua perhitungan yang ada, seluruhnya menghasilkan angka tertentu yang mengandung syarat makna. Tirto.id kali ini akan menyajikan salah satu versi cara menghitung weton jodoh.

Pertama, cara menghitung weton jodoh dimulai mengetahui dino neptu atau nilai dari hari kelahiran calon suami dan istri. Nilai dari masing-masing hari kelahiran dapat dilihat melalui tabel sebagai berikut:

No. Dhino (Hari) Neptu (Nilai)
1. Senin 4
2. Selasa 3
3. Rabu 7
4. Kamis 8
5. Jumat 6
6. Sabtu 9
7. Minggu 5

Kedua, cara menghitung weton jodoh dilanjutkan dengan mengetahui nilai dari pasaran hari kelahiran calon suami dan istri. Dalam kalender perhitungan Jawa, setiap hari memiliki neptu pasaran. Berikut ini tabel mengenai masing-masing neptu pasaran:

No. Hari Pasaran Neptu (Nilai)
1. Legi 5
2. Pahing 9
3. Pon 7
4. Wage 4
5. Kliwon 8

Ketiga, menjumlahkan hari kelahiran dan pasaran calon suami dan istri. Hasil penjumlahan weton calon pasangan tersebut, kemudian dibagi dua, untuk menghasilkan angka yang mempunyai makna tertentu. Berikut ini contoh penjumlahan hari kelahiran dan pasaran calon suami dan istri:

Nama Pasangan Dino Neptu (Hari Lahir) Pasaran Jumlah Perhitungan
Jamal Senin (Angka 4) Wage (Angka 4) 4 + 4 = 8 (8 + 18) : 2 = 26 : 2
Siti Sabtu (Angka 9) Pahing (Angka 9) 9 + 9 = 18 Hasilnya 13

Keterangan:

Jamal dilahirkan pada Senin Wage dan Siti pada Sabtu Pahing. Hasil perhitungan weton Jawa untuk pernikahan Jamal dan Siti adalah 13, yang menghasilkan tinari.

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, jumlah hari kelahiran dan pasaran dari calon suami dan istri yang dibagi dua, menghasilkan angka tertentu. Angka penjumlahan mempunyai makna tertentu yang dijabarkan melalui tabel sebagai berikut:

Angka Hasil Angka Hasil
1 Pegat 19 Jodoh
2 Ratu 20 Topo
3 Jodoh 21 Tinari
4 Topo 22 Padu
5 Tinari 23 Sujanan
6 Padu 24 Pesthi
7 Sujanan 25 Pegat
8 Pesthi 26 Ratu
9 Pegat 27 Jodoh
10 Ratu 28 Topo
11 Jodoh 29 Tinari
12 Topo 30 Padu
13 Tinari 31 Sujanan
14 Padu 32 Pesthi
15 Sujanan 33 Pegat
16 Pesthi 34 Ratu
17 Pegat 35 Jodoh
18 Ratu 36 Topo

Setiap makna dari hasil perhitungan weton Jawa untuk pernikahan dapat dilihat melalui tabel sebagai berikut:

Hasil Makna Simbolik
Pegat Pasangan yang diperhitungkan akan mengalami pertengkaran akibat ekonomi atau perselingkungan, sehingga terjadi perceraian
Ratu Pasangan yang diperhitungkan sudah cocok dan berjodoh serta dihargai tetangga maupun lingkungan sekitar.
Jodoh Pasangan yang diperhitungkan benar-benar cocok dan berjodoh serta saling menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain.
Topo Pasangan yang diperhitungkan akan mengalami kesusahan di awal musim, karena masih saling memahami satu sama lain. Namun, pasangan ini akan bahagia pada akhirnya.
Tinari Pasangan yang diperhitungkan kehidupannya penuh dengan kebahagiaan dan mempunyai kondisi keuangan yang baik serta berkecukupan.
Padu Pasangan yang diperhitungkan kerap mengalami pertengkaran karena masalah-masalah sepele. Namun, pertengkaran tersebut tidak sampai menyebabkan perceraian.
Sujanan Pasangan yang diperhitungkan kerap mengalami pertengkaran sampai menyebabkan perceraian.
Pesti Pasangan yang diperhitungkan akan diselimuti keharmonisan sampai masa tua.

*Artikel ini hanya menyajikan informasi tentang khasanah kebudayaan Jawa. Perlu dicatat juga, weton merupakan pengetahuan tradisional masyarakat Jawa dan belum teruji secara ilmiah.

tirto.id – Edusains

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *