Scroll untuk baca artikel
Unik

Dijadikan SYL Pegawai Honorer, Nayunda Nabila Cuma Masuk 2 Kali tapi Dibayar Setahun Penuh

10
×

Dijadikan SYL Pegawai Honorer, Nayunda Nabila Cuma Masuk 2 Kali tapi Dibayar Setahun Penuh

Share this article
dijadikan-syl-pegawai-honorer,-nayunda-nabila-cuma-masuk-2-kali-tapi-dibayar-setahun-penuh
Dijadikan SYL Pegawai Honorer, Nayunda Nabila Cuma Masuk 2 Kali tapi Dibayar Setahun Penuh

Belum selesai kasus pemerasan dan gratifikasi Syahrul Yasin Limpo (SYL) di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), kini terseret nama seorang penyanyi dangdut Nayunda Nabila Nizrinah. Ia disebut dimasukkan menjadi pegawai honorer di Kementan dan mendapatkan sejumlah gaji hingga puluhan juta namun hanya ke kantor selama 2 hari saja. Ia kemudian datang ke persidangan menjadi saksi. Berikut ulasan selengkapnya.

Nama Nayunda Disebut Seorang Saksi

Dalam persidangan kasus pemerasan dan gratifikasi SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (29/5) lalu, terungkap bahwa penyanyi dangdut Nayunda Nabila juga terseret dalam kasus ini. Namanya disebut oleh seorang saksi sebelumnya, bahwa ada bukti transfer kepada dirinya dari rekening Bekas Koordinator Substansi Rumah Tangga Kementerian Pertanian Arief Sopian.

Nayunda Nabila Jadi Pegawai Honorer
Syahrul Yasin Limpo saat ditangkap KPK [Sumber Gambar]

Transaksi yang dilakukan pada 25 November 2022 itu sebesar Rp30 juta dilakukan Arief tanpa mengetahui kepada siapa dan untuk urusan apa. Ia hanya mengetahui bahwa itu untuk kepentingan keluarga SYL. Namun kemudian diketahui bahwa uang tersebut diberikan kepada Nayunda untuk keikutsertaannya mengikuti acara Kementan. Akan hal ini, Nayunda pun diperiksa KPK.

Ngantor Dua Hari, Digaji Setahun

Dalam persidangan, Nayunda kemudian mengakui bahwa ia meminta kepada SYL untuk menjadi pegawai honorer di Kementan. Permintaan itu diberikan kepada cucu SYL, Andi Tenri Bilang Radisyah atau Bibi yang diteruskan kepada ibunya, Indira Chunda Thita Syahrul atau Thita. Thita yang merupakan anak SYL ini kemudian meminta Nayunda untuk memasukkan CV ke Kementan. Ia pun diterima sebagai pegawai honorer setelah melalui proses wawancara informal dan diberikan SK pengangkatan.

Nayunda Nabila Jadi Pegawai Honorer
Nayunda Nabila menerima gaji sebagai pegawai honorer [Sumber Gambar]

Per bulannya, Nayunda mendapatkan gaji sebesar Rp4,3 juta dan mendapat gaji selama satu tahun penuh. Jika dirupiahkan, total gaji yang Nayunda dapatkan dari Kementan adalah sebesar Rp45 juta. Padahal faktanya, ia hanya masuk kerja selama 2 hari saja tapi menerima gaji penuh. Hakim menegaskan bahwa uang tersebut wajib dikembalikan karena bukan hak Nayunda untuk menerima gaji tersebut.

Perkenalan Nayunda dan SYL

Selain menjadi pegawai honorer yang menerima gaji Rp45 juta untuk setahun padahal hanya ke kantor 2 kali, Nayunda juga menerima hal-hal lain dari SYL. Salah satunya adalah hadian berupa kue ulang tahun dan bunga. Uang Rp30 juta yang ditransferkan kepadanya juga merupakan bayaran selama ia tampil di acara Kementan yang menggunakan anggaran negara, mencapai Rp50-100 juta.

Nayunda Nabila Jadi Pegawai Honorer
Persidangan kasus Syahrul Yasin Limpo [Sumber Gambar]

Lalu, bagaimana Nayunda dan SYL bisa mengenal satu sama lain? Hal ini bermula dari salah satu orang kepercayaan SYL, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta yang meminta nomor Nayunda. Meski awalnya tidak tahu untuk diberikan ke siapa, Nayunda akhirnya memberikan nomornya. Tanpa memperkenalkan identitas dirinya terlebih dulu, SYL mengirikman stiker dan mengirimkan pesan beberapa kali. Ia pun diajak makan bersama. Dari situlah, Nayunda kerap diminta untuk mengisi acara di Kementan.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Yasin Limpo Tak Diketahui Keberadaannya Setelah KPK Menggeledah Rumah Dinas

SYL ditangkap setelah melakukan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan. Ia berhasil mengumpulkan sejumlah uang dari orang-orang kepercayaannya. Selain Muhammad Hatta, terdapat pula Sekertaris Jendral Kementan Kasdi Subagyono. Ia diduga menerima uang sebesar Rp13,9 miliar yang kemudian membengkak menjadi Rp44,54 miliar dalam akhir penyidikan KPK. Ia juga menerima gratifikasi sebesar Rp40,64 miliar mulai Januari 2020 hingga oktober 2023. Uang tersebut digunakan SYL untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *