Salah satu kekeliruan dalam berkendara sepeda motor yang dianggap biasa adalah berkendara dengan dibonceng dengan duduk menyamping. Kesalahan dalam hal ini ialah dari sisi keselamatan, karena duduk menyamping yang biasanya dilakukan para perempuan akan mengurangi kesimbangan.
Biasanya para perempuan saat menggunakan rok akan kesulitan untuk duduk menghadap ke depan saat dibonceng naik motor. Duduk menyamping membuat mereka bisa tetap anggun dan tidak duduk mengangkang.
Hal yang perlu diketahui, pengendara sepeda motor dan orang yang dibonceng harus memahami dan memiliki teknik berkendara yang baik dan benar. Ini karena berkendara dengan roda dua membutuhkan keseimbangan yang baik. Dengan demikian, manuver saat berkendara di jalan raya bisa tetap aman.
Pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa menindak soal duduk miring bagi kaum perempuan karena belum ada regulasi yang mengaturnya. Untuk meningkatkan keselamatan, kepolisian biasanya hanya memperingatkan soal bahaya duduk miring tersebut.
Itu tadi sekilas bahaya saat duduk miring. Berikut ini kami akan mengulas lebih jauh soal risiko dan bagaimana tips aman duduk menyamping bagi kaum perempuan.
1. Risiko Duduk Miring Saat Dibonceng, Rok Tersangkut di Rantai Motor
Posisi duduk menyamping bagi penumpang perempuan saat berboncengan pastinya memiliki alasan kuat. Bagi kaum wanita di Indonesia telah menjadi suatu kultur budaya yang dipengaruhi oleh jenis busana yang sering digunakan. Perempuan akan menggunakan celana rok atau kebaya karena kebutuhan acara atau menjadi pakaian sehari-hari.
Hal utama dalam berkendara sepeda motor adalah mempertahankan keseimbangan. Saat dibonceng menyamping, maka kaki perempuan semuanya ada di sisi kiri. Alhasil, bobot lebih banyak berada di sisi kiri sepeda motor.
Sepeda motor adalah kendaraan yang tak mengenal stabilitas pada saat bergerak, dan hanya mengandalkan pada keseimbangan selama berjalan. Saat berboncengan, posisi penumpang akan sangat memengaruhi kestabilan dan keseimbangan pengendalian sepeda motor. Karena itu, saat kondisi bergerak pengendara harus mampu mengendalikan dan menjaga keseimbangannya dengan sempurna.
Posisi duduk orang yang dibonceng menghadap ke depan adalah salah satu cara menjaga keseimbangan pengendalian sepeda motor. Duduk menyamping saat dibonceng oleh sepeda motor dianggap lebih praktis bagi wanita saat memakai pakaian yang tidak memadai untuk duduk menghadap depan.
Cara duduk yang baik saat menjadi penumpang motor yaitu duduk menghadap ke depan sama seperti pengendara. Agar lebih nyaman saat dibonceng, ada baiknya untuk memperhatikan juga pakaian yang digunakan.
Tips Aman Posisi Duduk Menyamping Saat Dibonceng
Untuk perempuan, dianjurkan untuk lebih baik jika menggunakan celana panjang bila akan bepergian memakai sepeda motor. Hal ini bertujuan untuk menyatukan distribusi bobot guna memaksimalkan center of gravity kendaraan dan keseimbangan.
Apabila tidak memungkinkan untuk memakai celana panjang, dan harus tetap memakai rok panjang atau kebaya, maka duduk menyamping masih diperolehkan asal tahu cara berkendara yang aman. Duduk menyamping juga masih aman bila berkendara dalam kecepatan rendah atau kurang dari 40km/jam.
Apabila berkendara jarak jauh, dan harus cepat tiba di tujuan maka disarankan jangan duduk menyamping. Dikhawatirkan penumpangnya akan jatuh karena saat kendaraan dalam kecepatan tinggi. Penumpang yang duduk menyamping juga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Tapi, jika jarak pendek dan membawa motor santai tidak terburu buru maka bukan masalah untuk duduk menyamping. Lebih lanjut, penumpang harus membekap atau memeluk pengendara, seperti menyatu. Dengan begini, keseimbangan motor selama berjalan bisa lebih baik saat penumpangnya duduk menyamping.
“Penumpang yang duduk menyamping tentunya tetap memperhatikan 3 riding postur berboncengan yaitu tangan berpegangan pada jaket bagian pinggang pengemudi, salah satu ujung lutut menempel ke pinggul pengemudi dan salah satu kaki bertumpu pada footstep,” jelas Instruktur Safety Riding PT. Daya Adicipta Motora (DAM) Asep Wawan sebagaimana dikutip dari laman resmi Daya Adicipta Motora.
Polisi Perlu Memberi Peringatan Perempuan yang Duduk Menyamping Saat Dibonceng
Duduk menyamping menjadi suatu kebiasaan tersendiri bagi perempuan, karena alasan busana yang digunakan oleh penumpang saat dibonceng. Selagi memakai perlengkapan berkendara yang lengkap, pihak kepolisian tidak menindak perempuan yang duduk menyamping saat dibonceng, karena itu bukanlah suatu pelanggaran aturan lalu lintas.
Para perempuan yang memakai rok dan duduk dengan menyamping tidak jarang dapat memicu terjadinya lakalantas. Untuk posisi duduk menyamping itu seringkali kejadian rok atau kain yang panjang tersangkut di rantai.
Disarankan bagi perempuan, sebelum naik rok atau kain dilipat ke depan, supaya kain dari rok belakang itu tidak terburai.
Kalau anda terpaksa misalnya pakai rok tanpa celana pelindung atau leggings dan secara terpaksa harus naik motor, pastikan anda menahan rok agar tidak kemana-mana apalagi sampai kebawah jalan. Banyak kasus kecelakaan akibat rok nyangkut.
Penumpang yang duduk menyamping tidak akan ditilang oleh polisi. Mereka hanya disarankan untuk duduk dengan menghadap ke depan jika memungkinkan.
Kesimpulan
Salah satu kekeliruan dalam berkendara sepeda motor adalah dibonceng dengan duduk menyamping. Alasannya, para perempuan yang memakai rok dan duduk dengan menyamping tidak jarang dapat memicu terjadinya lakalantas.
Untuk posisi duduk menyamping itu seringkali kejadian rok atau kain yang panjang nyangkut di rantai. Selain itu, penumpang yang duduk menyamping juga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Apabila tidak memungkinkan untuk memakai celana panjang, dan harus tetap memakai rok panjang atau kebaya, maka duduk menyamping masih aman dengan catatan berkendara dalam kecepatan rendah atau kurang dari 40km/jam.
(YS)






