Scroll untuk baca artikel
Berita

Honda Airwave, Honda Jazz Versi Estate yang Harganya Mirip Sigra Baru

×

Honda Airwave, Honda Jazz Versi Estate yang Harganya Mirip Sigra Baru

Share this article
honda-airwave,-honda-jazz-versi-estate-yang-harganya-mirip-sigra-baru
Honda Airwave, Honda Jazz Versi Estate yang Harganya Mirip Sigra Baru

Umur Honda Airwave di pasar otomotif relatif singkat. Bicara harga, unit bekasnya di Indonesia ternyata masih punya nilai jual yang cukup tinggi dan bisa disetarakan dengan unit low cost green car (LCGC) baru.

Honda Airwave sejati adalah sebuah station wagon. Meski begitu, model ini secara dimensi juga dekat dengan small multi purpose vehicle (MPV kecil).

Di usianya yang tak panjang, Honda Airwave hanya pernah ‘mencicipi’ pasar Jepang. Oleh karena itu, mobil ini pantas disebut sebagai model JDM alias Japan Domestic Market.

Honda Airwave

Meski begitu, Honda Airwave sempat dibawa ke pasar otomotif Tanah Air oleh importir umum. Jumlahnya tak banyak, sehingga populasinya cukup langka di sini.

Harga Honda Airwave di pasar mobil bekas pun, usut punya usut, masih lumayan tinggi.

Sejarah Honda Airwave

Honda Airwave

Honda Airwave, menurut penelusuran Mobil123.com dari berbagai sumber, pertama kali mengaspal di ‘Negeri Tirai Bambu’ pada 7 April 2005. Model ini merupakan station wagon yang dibangun di atas platform Global Small Car.

Honda Airwave ialah versi station wagon dari sedan Honda City (disebut Honda Fit Aria di Jepang) plus hatchback Honda Fit (dikenal sebagai Honda Jazz di sebagian negara luar Jepang) generasi perdana. Maka dari itu, tak mengherankan kalau ketiganya memanfaatkan platform plus berbagai komponen yang sama.

Saat pertama diperkenalkan, sang pabrikan membebani Honda Airwave dengan target penjualan sebanyak 4.000 unit per bulan di ‘rumahnya’ sendiri.

Terdapat dua varian (G dan L) yang terbagi lagi menjadi delapan tipe dihadirkan: G FF, G 4WD, G Sky Roof FF, G Sky Roof 4WD, L FF, L 4WD, L Sky Roof FF, L Sky Roof 4WD.

Rentang harganya pada 2005 dimulai dari 1.499.400 yen sampai dengan 1.953.000 yen yang jika dirupiahkan dengan kurs saat ini setara dengan Rp150,76 hingga Rp196,74 juta (1 yen = Rp100,55).

Penjualan Honda Airwave di Jepang, selama masa hidupnya, sebenarnya hampir selalu mencapai angka puluhan ribu. Pada 2005, misalnya, station wagon yang juga pantas dikatakan sebagai MPV kecil itu laku 43.846 unit, dilanjutkan dengan 32.253 unit pada 2006.

Pada 2007, Honda Airwave terjual 21.175 unit. Pada 2008 dan 2009, transaksi jual-belinya masing-masing 15.648 unit serta 9.052 unit.

Honda Airwave dilaporkan sempat masuk 10 besar model mobil terlaris di Jepang. Sayang, Honda Motor Corporation memutuskan untuk menyetop produksi atau pun penjualannya mulai 2010.

Mobil123.com tidak menemukan literatur di jagat maya yang menjelaskan alasan ‘suntik mati’ Honda Airwave.

Isunya, PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek Honda di Indonesia sempat berpikir untuk memasarkan Honda Airwave di sini. Meski demikian, rencana itu akhirnya urung mereka realisasikan.

Spesifikasi Honda Airwave

Honda Airwave

Dari sisi sistem penggerak, Honda Airwave terbagi menjadi penggerak roda depan (front wheel drive/FWD/FF) serta penggerak empat roda (four wheel drive/FWD/4WD). Secara dimensi, kedua tipe sistem penggerak ini sama persis.

Panjang Honda Airwave ialah 435 cm, dengan lebar serta tinggi bodi masing-masing 169,5 cm dan 150,5 cm. Wheelbase alias jarak sumbu rodanya 255 cm.

Axle depan terbentang sepanjang 146,5 cm, sementara axle belakang 145,5 cm. Perbedaan dimensi antara Honda Airwave FF dengan yang 4WD hanya terletak pada ground clearance yaitu 16 cm berbanding 15 cm.

Ukuran keempat ban plus pelek Honda Airwave FF dan yang 4WD pun identik: 185/65, dengan ring 14 inci.

Honda Airwave, Honda City, dan Honda Fit/Jazz dahulu mengusung spesifikasi dapur pacu yang sama. Mesin dari tiga model ini berkode L15A, dengan kapasitas 1.5-liter (1.496 cc) berbahan bakar bensin, empat silinder segaris, 16 valve, VTEC, Honda PGM-Fuel Injection.

Ukuran bore x stroke dari mesin Honda Airwave 73,00 mm x 89,40 mm. Rasio kompresinya 10,40:1.

Mesin Honda Airwave mampu menggelontorkan tenaga maksimal 110 ps / 109 hp / 81 kW di kitiran mesin 5.800 rpm. Adapun produksi torsinya bisa menyentuh hingga 143 Nm / 105 lb-ft di 5.800 rpm pula.

Jenis transmisi Honda Airwave FF ialah otomatis CVT (Continuously Variable Timing) standar. Girboks Honda Airwave 4WD, di sisi lain, menggunakan CVT yang disertai simulasi tujuh percepatan, sehingga pengemudi yang ingin merasakan sensasi berkendara manual bisa beralih ke mode tersebut.

Akselerasi Honda Airwave untuk kecepatan 0-100 km per jam mencapai 11,7 detik. Station wagon satu ini dapat digeber sampai kecepatan tertingginya yaitu 167 km per jam.

Honda Airwave antara lain mengunggulkan fungsionalitas, melalui fleksibilitas kabin. Pengaturan kursinya beranekaragam mulai dari Utility Mode, Long Mode, Tall Mode, Refresh Mode.

Daftar fitur Honda Airwave antara lain ialah Sky Roof yang berkesan mewah, sistem pengereman ABS+EBD+BA, Honda G-Con Frame, 3 Pointer Pretensioner ELR/ALR Seatbelt, Pedestrian Injury Reduction Body, ISOFIX.

Harga Honda Airwave di Indonesia pada 2024

Honda Airwave

Berdasarkan pencarian di Google, unit bekas dari Honda Airwave ternyata sangat jarang dijual secara daring (online). Dalam situs jual-beli Mobil123.com saja, ketika artikel ini naik tayang, cuma ada satu iklan Honda Airwave bekas.

Honda Airwave bekas keluaran 2005 dengan jarak tempuh sekitar 140-145 ribu km itu masih berani dihargai Rp135 juta.

Sayang, tidak disebutkan apakah unit yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut merupakan tipe G FF, G 4WD, G Sky Roof FF, G Sky Roof 4WD, L FF, L 4WD, L Sky Roof FF, L Sky Roof 4WD.

Padahal, usia unit yang dimaksud sudah berusia 19 tahun.

Sebagai gambaran, harga Honda Airwave bekas yang diiklankan di Mobil123.com itu berselisih sangat tipis dengan varian termurah dari LCGC Daihatsu Ayla maupun Daihatsu Sigra.

Ayla tipe terbawah, per awal Juli 2024, dijual seharga Rp136 juta on the road (OTR) Jakarta. Sementara itu, Sigra tipe terendah pada saat bersamaan dibanderol Rp139 juta OTR Jakarta di diler-diler resmi Daihatsu.

Kesimpulan

Honda Airwave

Honda Airwave tidak pernah dijual secara resmi di Indonesia. Kendati begitu, mobil yang bisa dikategorikan sebagai station wagon atau MPV mini tersebut sempat didatangkan dan dijual oleh importir-importir umum.

Masa edar dari model JDM ini sendiri tak lama. Umurnya kurang-lebih 10 tahun di Jepang, sebelum didiskontinu oleh Honda.

Sebagai mobil yang tak pernah dijual secara resmi di Tanah Air, populasi unit sekennya tentu saja termasuk langka. Walaupun demikian, harga jualnya ternyata masih tergolong tinggi untuk kendaraan yang usianya sudah mau memasuki dua puluh tahun alias dua dekade.

Contoh nyatanya bisa disaksikan sendiri di situs Mobil123.com saat ini. Masih ada yang menawarkan Honda Airwave dengan harga Rp135 juta di Jawa Barat.

Padahal, dengan menambah modal beberapa juta saja dari angka tersebut, Mobilovers sudah bisa membawa pulang LCGC Agya atau Sigra dalam kondisi baru. [Xan/YS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *