JAKARTA – Suatu tonggak sejarah dalam industri otomotif Indonesia telah terjadi, dengan penandatanganan Perjanjian Distribusi antara GAC AION New Energy Automobile CO., Ltd. dan PT Indomobil Sukses International Tbk.
Upacara penandatanganan yang bersejarah ini menandai awal dari kemitraan strategis antara kedua perusahaan untuk menghadirkan kendaraan listrik GAC AION di Indonesia.
Jusak Kertowidjojo, Presiden Direktur Indomobil Group menyatakan keyakinannya terhadap pengalaman panjang dan reputasi yang dimiliki perusahaan otomotif pilihan.
“Kami telah terbiasa dengan produksi yang sangat baik dan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Saya yakin produk GAC Aion akan diterima dengan baik di pasar karena kombinasi dari harga yang bersaing dan kualitas yang unggul,” ujarnya, Selasa (2/4).
GAC AION Nilai Otomotif Indonesia Berpotensi Besar
Gu Hui Nan, Managing Director GAC AION New Energy Automobile Co., Ltd., memberikan penjelasan tentang prestasi GAC AION dalam industri kendaraan listrik.
“Pada tahun 2023, kami berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 2,5 juta unit dan menduduki peringkat ketiga dalam penjualan mobil listrik murni di dunia. Kami telah membangun pabrik baterai dan pabrik penggerak listrik yang menjadi bagian dari lini produksi kami,” katanya.
Menyadari potensi pasar di Indonesia, Gu Hui Nan juga menjelaskan rencana ekspansi global GAC AION ke berbagai negara di Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah.
“Indonesia memiliki pondasi industri otomotif yang lengkap, dan kami melihat kesempatan besar untuk berkembang di sini,” tambahnya.
Bersaing di Kelas Mobil Listrik
Jusak juga menyoroti arah strategis yang diambil oleh Indomobil dalam menghadapi tren menuju kendaraan listrik (EV).
“Pasar mobil bermesin bakar internal semakin mengecil, dan kami yakin bahwa masa depan akan diisi dengan kendaraan listrik. Kami percaya bahwa kerjasama dengan GAC AION akan memungkinkan kami untuk memperluas portofolio kami dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin berkembang,” ungkapnya.
Dalam upaya menuju kendaraan listrik, Jusak menjelaskan bahwa target penjualan GAC AION di Indonesia diharapkan akan dimulai pada bulan Juli, dengan produksi yang dimulai pada bulan Juni.
Selain itu, Indonesia juga akan menjadi basis untuk ekspor, bukan hanya kendaraan tetapi juga suku cadang.
Dengan pandangan yang futuristik, Gu Hui Nan menyoroti pentingnya adaptasi terhadap era kendaraan listrik.
“Era kendaraan listrik membawa era baru dalam otonomisasi. Kami siap untuk membawa inovasi ini ke Indonesia dan bersama-sama menghadirkan masa depan mobilitas yang ramah lingkungan,” katanya.
Bocoran 2 Model Baru Meluncur di GIIAS 2024
Kemitraan antara Indomobil dan GAC AION juga akan didukung dengan pembukaan 30 showroom di seluruh Indonesia, membawa pengalaman berbelanja yang terjangkau dan berkualitas kepada konsumen.
GAC AION juga akan memperkenalkan dua model terbarunya, yaitu GAC Aion Y Plus dan Hyper HT di Indonesia, tepatnya di GIIAS 2024.
Kabar menarik ini tentu saja mengundang antusiasme dari para penggemar teknologi dan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.
Kehadiran GAC Aion Y Plus dan Hyper HT di Indonesia menjadi bagian dari strategi global perusahaan untuk menghadirkan kendaraan listrik yang cerdas dan inovatif.
Kedua model ini diharapkan akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kombinasi antara performa yang unggul, teknologi canggih, dan kenyamanan dalam berkendara.
Mobil Listrik GAC Aion Y Plus
GAC Aion Y Plus dikenal sebagai kendaraan yang menawarkan kenyamanan dan efisiensi energi yang luar biasa.
Dengan desain yang elegan dan fitur-fitur terkini, Aion Y Plus akan menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang mengutamakan gaya hidup modern dan berkelanjutan.
Salah satu fitur unggulan dari GAC Aion Y Plus adalah baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 63.2kWh yang mampu memberikan jangkauan hingga 430km berdasarkan rating WLTP.
Tidak hanya itu, Aion Y Plus juga dilengkapi dengan motor listrik 150kW (201hp), yang membuatnya memiliki performa yang tangguh.
Jika melihat dari spesifikasi yang dirilis oleh GAC Aion Thailand, motor listriknya mampu menghasilkan torsi hingga 225Nm dan dapat mencapai 0-100km/jam dalam waktu 8.5 detik.
Selain itu, GAC Aion Y Plus juga dilengkapi dengan pengisi daya onboard AC 7kW dan dukungan pengisian cepat DC hingga 80kW, serta kemampuan Vehicle to Load (V2L) hingga 3.3kW.
Namun, pertanyaan muncul mengenai klasifikasi mobil ini: apakah Aion Y Plus adalah SUV atau MPV?
Meskipun digambarkan sebagai compact crossover SUV, desain keseluruhan Aion Y Plus lebih terlihat seperti MPV.
Dengan ruang kabin yang luas dan desain pintu belakang yang memungkinkan sudut buka hampir 90 derajat, mobil ini memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang belakang dan kemudahan saat memasukkan barang ke dalam bagasi.
Interior Aion Y Plus juga menampilkan desain yang modern dan elegan dengan kualitas bangunan yang baik.
Meskipun desain eksteriornya futuristik, interior mobil ini hadir dengan garis-garis yang bersih dan warna dual-tone yang menambah kesan elegan.
GAC AION Hyper HT
Sementara itu, GAC Aion Hyper HT menjanjikan pengalaman berkendara yang luar biasa dengan performa yang tak tertandingi.
Dikembangkan dengan teknologi canggih dan desain yang sporty, Hyper HT menawarkan kecepatan dan kelincahan yang luar biasa, menjadikannya pilihan yang sempurna bagi para penggemar mobil listrik yang mencari sensasi berkendara yang unik.
Hyper HT, sebuah SUV listrik dengan pintu sayap elang yang mirip dengan yang dimiliki oleh Tesla Model X. Keberadaan pintu yang unik ini pada model yang relatif terjangkau menambah daya tarik mobil ini di pasar otomotif global.
Hyper HT hadir sebagai SUV listrik dengan ukuran sedang hingga besar, dengan panjang 4.935 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.700 mm, serta jarak sumbu roda sepanjang 2.935 mm.
Dimensi yang besar memberikan ruang yang luas untuk penumpang serta kenyamanan dalam berkendara.
Saat ini, Hyper HT hanya tersedia dalam versi penggerak roda belakang dengan satu motor, yang terdiri dari dua versi dengan tenaga puncak sebesar 180 kW dan torsi puncak sebesar 355 Nm.
Versi ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 6.8 detik.
Untuk versi yang lebih bertenaga, terdapat empat pilihan dengan motor memiliki tenaga puncak sebesar 250 kW dan torsi puncak sebesar 430 Nm.
Versi ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 5.8 detik, menjanjikan pengalaman berkendara yang lebih dinamis dan responsif.
Hyper HT juga menawarkan empat pilihan jarak tempuh, dengan kapasitas baterai masing-masing 70 kWh, 72.7 kWh, 80 kWh, dan 93 kWh.
Rentang jarak tempuh yang ditawarkan adalah 550 km, 600 km, 670 km, dan 770 km. Namun untuk pasar Indonesia belum diketahui Indomobil akan membawa yang mana.
Dengan kombinasi antara teknologi canggih, performa yang handal, dan jangkauan yang luas, Hyper HT menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik yang dapat diandalkan dan efisien.
Kehadiran pintu sayap elang yang mengesankan juga menambah daya tarik dan membedakan mobil ini dari yang lain di pasaran.
Dengan penawaran yang komprehensif ini, Hyper HT siap bersaing dalam pasar mobil listrik Indonesia yang semakin berkembang.
Dirakit di Indonesia
Selain mengumumkan kedatangan dua model terbaru ini, Indomobil juga memberikan kabar menarik bahwa mereka akan memulai produksi lokal kendaraan listrik GAC AION di fasilitas perakitan mereka.
Hal ini menandai langkah besar dalam upaya Indomobil dan GAC AION untuk mendukung industri otomotif berkelanjutan dan memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Melalui perkenalan dua model mobil listrik terbaru ini, serta rencana produksi lokal yang akan segera dilakukan oleh Indomobil, pasar otomotif Indonesia dapat mengharapkan peningkatan dalam pilihan kendaraan ramah lingkungan yang tersedia bagi konsumen.
Dengan visi yang jelas dan komitmen terhadap inovasi, kemitraan ini bertujuan untuk membawa revolusi dalam industri otomotif Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.






