JAKARTA – Israel meminta bantuan Taylor Swift untuk menemukan seorang tentara remaja yang hilang sejak serangan Hamas awal bulan lalu.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui laman resmi X/Twitter mereka dan men-tweet Swift untuk mendesaknya membantu menemukan Roni Eshel, yang digambarkan sebagai Swiftie yang berbadan besar.
“Menyebarkan pesan ini ke alam semesta dengan harapan bisa sampai ke @taylorswift13,” cuitannya dimulai.
“Roni (19) Eshel yang merupakan Swiftie bertubuh besar telah hilang sejak pembantaian 7 Oktober. Akan sangat berarti bagi keluarga Roni jika Taylor menggunakan platformnya untuk menyerukan kembalinya Roni.”
🧵Putting this message out into the universe with the hope that it reaches @taylorswift13.
Roni (19) Eshel who is a huge Swiftie has been missing since the October 7th Massacre.
It would mean the world to Roni’s family if Taylor would use her platform to call for Roni’s return. pic.twitter.com/GohjuwSZPk
— Israel ישראל 🇮🇱 (@Israel) November 5, 2023
Menurut The Times of Israel, Eshel telah menjadi anggota Pasukan Pertahanan Israel selama satu tahun dua bulan, di mana dia bekerja sebagai salah satu pengawas komunikasi di pangkalan militer dekat Kibbutz Nahal Oz.
Dia adalah bagian dari tim tentara yang mengawasi kamera yang dipasang pada penghalang teknologi tinggi yang ditembus oleh Hamas.
Dalam tweet berikutnya, Kementerian mengatakan: “Swifties Israel mengenakan gelang dengan nama Roni untuk pemutaran tur Era di Israel, untuk meningkatkan kesadaran dan membantu membawa pulang Roni. @ taylorswift13. Silakan gunakan platform Anda dengan jutaan pengikut untuk membantu kami menemukan Roni dan membawanya pulang.”
🧵Putting this message out into the universe with the hope that it reaches @taylorswift13.
Roni (19) Eshel who is a huge Swiftie has been missing since the October 7th Massacre.
It would mean the world to Roni’s family if Taylor would use her platform to call for Roni’s return. pic.twitter.com/GohjuwSZPk
— Israel ישראל 🇮🇱 (@Israel) November 5, 2023
Menurut NBC News, jumlah korban tewas di Israel masih sekitar 1.400 orang. Sementara jumlah orang yang terbunuh di Gaza telah melampaui 10.000 orang.






