Scroll untuk baca artikel
Berita

Jangan Abaikan! Ini Ciri-ciri Ban Mobil Harus Diganti

×

Jangan Abaikan! Ini Ciri-ciri Ban Mobil Harus Diganti

Share this article
jangan-abaikan!-ini-ciri-ciri-ban-mobil-harus-diganti
Jangan Abaikan! Ini Ciri-ciri Ban Mobil Harus Diganti

JAKARTA – Ban merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan kendaraan. Oleh karena itu, setiap pengguna mobil harus paham ciri-ciri ban mobil harus diganti.

Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan dan bergesekan langsung dengan permukaan jalan. Semakin tidak layak kondisinya, semakin besar pula risiko terjadinya kecelakaan fatal.

Pengetahuan tentang ciri-ciri ban harus diganti pun menjadi penting bagi setiap pemilik atau pengguna mobil. Harganya memang tidak bisa dikatakan murah, tapi taruhan mengabaikan hal ini bisa jadi adalah nyawa.

ciri ban mobil harus diganti

Masa pakai ban mobil, menurut keterangan pers dari penyedia asuransi online (daring) Roojai beberapa waktu lalu, secara umum antara tiga sampai lima tahun. Tolok ukurnya bisa pula dari jarak tempuh kendaraan yakni 40 ribu hingga 50 ribu km.

Meski begitu, jika kondisi ban sudah memburuk, segeralah ganti ban mobil Anda meski usianya belum tiga tahun atau jarak penggunaannya belum 40 ribu km.

4 Ciri Ban Mobil Harus Diganti

ciri ban mobil harus diganti

Menurut Roojai, setidaknya ada empat ciri ban mobil harus diganti. Pertanda itu bisa datang dilihat dari alur ban, retakan pada ban, tekanan udara ban, getaran pada ban.

Berikut rinciannya:

Alur Ban sudah Sangat Tipis

Kedalaman alur ban menjadi salah satu faktor yang menentukan daya cengkeramnya ke jalan. Semakin tipis alur ban, semakin lemah pula ‘pegangannya’ ke trek yang dilewati—apalagi dalam keadaan basah.

Kedalaman alur ban sekurang-kurangnya ialah 1,6 mm. Jika sudah di bawah itu, ban wajib diganti.

Kedalaman alur ban bisa dilihat dari Tread Wear Indicator (TWI) yang bentuknya bisa berupa tonjolan di antara blok telapak ban atau simbol segitiga pada sisi samping atas ban. Jika TWI sudah tersentuh oleh permukaan ban, tandanya alur ban sudah terlampau tipis.

Muncul Retakan pada Sisi Ban

Ban seharusnya cukup fleksibel dan lentur untuk menghadapi tekanan. Retak pada sisi ban menandakan bahwa kondisinya sudah mulai rapuh, sehingga tak cukup aman lagi untuk terus dipakai.

Retak pada ban bisa terjadi akibat usia atau terlalu sering terpapar sinar matahari. Jika ini terus-menerus diabaikan, ban bisa pecah mendadak di jalan.

Gampang Kehilangan Tekanan Udara

Waspadalah jika ban sering kehilangan tekanan udara. Ini bisa menjadi tanda kebocoran yang tak terlihat atau kondisinya sudah mulai aus.

Ban yang gampang kehilangan tekanan udara akan meningkatkan risiko kecelakaan. Maka dari itu, jangan lupa cek tekanan udara ban secara rutin.

Muncul Getaran dari Ban

Getaran dari ban bisa terjadi karena beberapa penyebab. Di antaranya kerusakan pada kaki-kaki atau keausan yang tidak merata pada ban.

Jadi, segeralah periksa suspensi maupun ban ketika muncul getaran dari bawah ketika sedang mengemudi. Kalau penyebabnya adalah ban yang sudah aus, jangan ragu untuk merogoh kocek Anda dan mengganti ban pada saat itu juga demi keselamatan Anda sendiri. [Xan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *