Scroll untuk baca artikel
Berita

Jangan Bandel, Ini Risiko Maut Motor Nekat Lewati JLNT Antasari dan Casablanca!

×

Jangan Bandel, Ini Risiko Maut Motor Nekat Lewati JLNT Antasari dan Casablanca!

Share this article

Pengendara motor selama ini telah dihimbau agar tidak melalui jalan layang non tol (JLNT) dimanapun, entah Casablanca atau Antasari. Namun masih ada saja pengendara yang nekat menerobos dengan dalih demi menghemat waktu, sehingga nekat melanggar aturan.

Sejak awal, jalan layang non tol memang diperuntukkan hanya bagi kendaraan roda empat dan bukan untuk kendaraan roda dua. Jalan ini berada di ketinggian yang tidak aman dari sisi terpaan angin kencang.

Hembusan angin yang begitu keras dikhawatirkan akan mengganggu laju roda dua yang relatif tidak stabil bila dibandingkan mobil. Lebih lanjut, struktur jembatannya lebih tinggi sehingga akan sangat mematikan bagi pemotor yang terhempas jatuh dari atas.

Terlepas dari risiko yang ada, pemotor rela menantang bahaya untuk menghindari kemacetan panjang di sepanjang jalan Cassablanca bawah jalan layang. Ini membuat upaya polisi merazia pengendara motor bandel, tapi nampaknya belum membuat jera. 

Keselamatan dan keamanan pengendara adalah dua alasan utama pemotor dilarang melintas JLNT. Ini karena memang desainnya tidak dirancang untuk kendaraan roda dua. Pembatas jalan yang tidak terlalu tinggi, lebar ruas yang tak seluas jalan arteri, ditambah kencangnya angin di atas dianggap membahayakan pemotor.

Jalan Layang Non Tol Kerap Terjadi Kecelakaan Roda Dua

CARITAU.COM - Pengendara Motor Nekat Lintasi JLNT Casablanca yang Mengancam  Nyawa

Insiden yang melibatkan roda dua begitu sering terjadi di jalan layang non tol. Penyebabnya beragam, mulai dari kebut-kebutan dan balapan, menghindari polisi yang akan menilang, hingga terhempas angin kencang saat melaju.

Lebih parahnya lagi, tak jarang pengendara roda dua itu kecenderungannya berhenti di atas kemudian mereka mengambil gambar.

Kecelakaan pertama terjadi pada awal 2014 yang mengakibatkan tewasnya seorang wanita.  Pengendara motor yang sudah jelas dilarang melintas JLNT Casablanca nekat memaksa untuk melintas. Ketika itu ada penindakan dari polisi dan motor itu menghindar dengan balik arah. 

Saat lawan arah itu, motor bertabrakan dengan mobil yang melaju kencang. Seorang wanita yang dibonceng dalam kondisi hamil, terlempar dan jatuh dari jalan layang.

IndoNewz.com | Jalin Persatuan Lewat Tulisan: Dianggap Diskriminasi,  Pemprov DKI Ungkap Alasan Larangan Melintas JLNT Casablanca Untuk Motor

Kecelakaan berikutnya terjadi pada Mei 2017, yang melibatkan dua unit mobil dan tiga sepeda motor. Dimana salah satu mobil yang terlibat kecelakaan itu ringsek di bagian kanan karena motor yang nekat melintasi JLNT Casablanca. 

Kemudian pada 31 Desember 2017 sekitar pukul 23:22  terjadi lagi kecelakaan di lokasi yang sama. Lagi-lagi melibatkan sepeda motor matic yang menerobos masuk JLNT Casablanca dan mobil berjenis sedan.

Itu tadi tiga kecelakaan yang tercatat dan diberitakan oleh media, karena masih banyak lagi kecelakaan motor yang terjadi di JLNT namun luput dari pemberitaan. 

DETIK-DETIK KECELAKAAN MAUT DI FLY OVER CASABLANCA PADA 01 OKTOBER 2022 -  YouTube

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menghalau pemotor melintas. Mulai dari memasang rambu lalu lintas berupa larangan, hingga hampir setiap hari ada polisi yang berjaga. Tujuannya untuk menindak para pelanggar, supaya tidak ada lagi motor yang melintas di JLNT itu.

Lucunya, banyak pemotor yang merasa dijebak karena penjagaaan oleh polisi hanya dilakukan di area Casablanca dan bukan dari arah Karet, Mas Mansyur. Mereka tidak mempedulikan risiko demi mempersingkat waktu perjalanan. 

Bahaya Berkendara di JLNT, Tidak Layak Untuk Roda Dua

Banyak Kecelakaan di JLNT Casablanca, (Foto: BeritaSatu.com)

Pada setiap JLNT telah dilengkapi dengan rambu larangan sepeda motor melintas. Banyak pemotor acuh soal larangan tersebut, padahal rambu tadi dibuat karena risiko yang sudah diperhitungkan saat perencaanaan dan perancangan jalan.

Biasanya posisi ruas JLNT dibangun terlampau tinggi, di atas lima meter, sehingga akan berbahaya bagi pengendara sepeda motor. Ini karena pada ketinggian tersebut hembusan angin begitu kencang. Perlu diketahui, sepeda motor merupakan kendaraan yang butuh keseimbangan saat melaju. 

Hembusan angin yang terlalu kencang bisa mengganggu keseimbangan berkendara sehingga bisa terhempas saat melaju. Risikonya bisa terjatuh atau lebih parahnya lagi terlempar keluar jalan layang.

Pemotor Barbar di Atas Jalan Layang Non Tol Casablanca | Proud2ride  Independent Blogger

Lebih lanjut, desain jalan layang non tol biasanya dibuat untuk dua jalur yang tidak terlalu lebar. Dimensinya hanya cukup untuk mobil penumpang dan truk kecil. Tidak ada sisa ruang yang cukup luas di bahu jalan sebagaimana jalan tol.

Dalam kondisi yang cukup ramai, ruas jalannya cukup sempit untuk menyalip mobil dari sisi kiri. Kalau nekat menyalip, bisa berisiko terjadi senggolan dengan mobil yang melaju cepat.

Selain kondisi angin dan lebar jalan, ternyata kondisi permukaan jalan yang gelombang juga semakin memperparah keadaan. Jika pengendara motor tidak bisa menyeimbangkan kendaraan saat melewati gelombang itu juga dapat menyebabkan kecelakaan. 

Sanksi Bagi Pemotor yang Lewat Jalan Layang Non Tol

Biker Terobos Jalan Layang Non Tol Casablanca, Berani Mati?

Polisi pun akhirnya menerapkan kebijakan pemberlakuan sanksi dengan denda maksimal sebesar Rp500 ribu bagi para pelanggar lalu lintas di JLNT.

Pemotor yang nekat menerobos JLNT di Casablanca atau Antasari bakal dikenai sanksi tilang dan sanksi sesuai dengan Pasal 287 Ayat 1 pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Adapun hukumannya berupa pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).

Kesimpulan

Dengan berbagai fakta yang ada, sudah jelas bagi kalian para pemotor untuk tidak nekat menerobos JLNT dengan alasan apapun. Pihak kepolisian memberi sanksi tegas dengan tujuan efek jera, agar pemotor terhindar dari bahaya saat berkendara di JLNT. 

Lagipula, risiko tadi tak sebanding dengan penghematan waktu tempuh yang kita inginkan. Salah-salah bukannya hemat waktu, malah kita jadi korban kecelakaan karena kenekatan menerobos JLNT yang berbahaya bagi roda dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *