JAKARTA – Daimler Truck, pabrikan truk Mercedes-Benz, mengaku mengawasi proses pembangunan bodi di karoseri secara lebih ketat daripada merek-merek lain di Indonesia.
Setiap truk dan bus, setelah dibeli, harus terlebih dahulu dibawa ke perusahaan karoseri. Di sana, pembelinya akan membangun bodi truk atau bus itu agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami menjualnya masih dalam bentuk cabin chassis atau engine chassis, sehingga kendaraan itu masih membutuhkan body atau ‘rumah’. Untuk tractor head pun masih membutuhkan trailer,” jelas Truck Body Builder Advisor PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) Hendro Sembodo dalam wawancara di sela-sela Mining Indonesia 2024, Kamis (12/9/2024), JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Hendro tidak membantah bahwa di Indonesia masih terdapat konsumen yang ingin membangun truk melebihi kapasitas maksimalnya. Daimler Truck sendiri, menurut dia, sangat memperhatikan hal tersebut dan berusaha menghindari praktik pembuatan truk ODOL (over dimension over load) dengan pengawasan lebih ketat daripada para kompetitor mereka.
“Sebenarnya kontrol itu untuk menjaga reputasi dan citra merek dari Mercedes-Benz itu sendiri terkait dengan produk. Kalau misalnya apa saja diperbolehkan dan nanti ada dampak negatif, pasti impaknya ke kami juga. Itu yang sebenarnya kami jaga,” tegas dia.
Saking ketatnya pengawasan Daimler Truck, ada perubahan-perubahan yang tidak mereka izinkan, meskipun sebenarnya masih sesuai dengan regulasi pemerintah.
“Misalnya, satu, pemerintah masih memperbolehkan memodifikasi dimensi FOH atau julur depan, kemudian ROH atau julur belakang. Lalu memodifikasi mesin tapi dengan tipe dan mereka yang sama. Ketiga adalah menambah sumbu belakang. Artinya menambah satu axle,” terang Hendro.
“Tapi, kalau ada yang bertanya pada kami apakah boleh mengubah truk 4×2 Mercedes-Benz jadi 6×2? Meskipun dari pemerintah boleh, kami tidak mengizinkan. Jikalau karoseri menambah satu sumbu belakang kami tidak izinkan dan garansinya gugur,” sambungnya.
Daimler Truck punya daftar karoseri rekomendasi yang akan diberikan kepada setiap konsumen mereka.
Kalau sang pengusaha ingin menggunakan karoseri lain, Daimler Truck akan tetap melakukan supervisi ketat dari awal sampai akhir.
“Karoseri itu akan kami beri acuan bernama Body Building Directive. Itu adalah panduang bagaimana cara membuat bodi dan terutama body mounting antara bak dan sasis. Ini sektor krusial karena kalau ada kesalahan, bisa terjadi hal-hal negatif pada kendaraan,” tukas Hendro. [Xan]






