Pada tahun 2005, Yamaha memperkenalkan motor bebek revolusioner yaitu Jupiter MX.
Hadir dengan desain yang futuristik dan fitur canggih untuk kelasnya, Jupiter MX menjadi pilihan favorit para pecinta motor yang ingin tampil sporty dan memiliki performa tangguh.
Kelebihan Yamaha Jupiter MX 135
Posisi Duduk yang Nyaman
Jupiter MX dirancang dengan posisi duduk yang ergonomis, memberikan kenyamanan bagi pengendara dalam berkendara jarak jauh maupun di dalam kota.
Mesin Bertenaga Besar
Motor ini memiliki mesin 135 cc 4 tak SOHC dengan tenaga 12,5 PS pada 8.500 rpm dan torsi puncak 12,1 Nm di putaran 6.000 rpm, yang tangguh. Performa mesinnya mampu memberikan akselerasi yang responsif di berbagai kondisi jalan.
Sistem Pendingin Radiator
Menjadi salah satu keunggulan utama MX 135 LC. Di saat kompetitornya belum menggunakan radiator Jupiter MX sudah menggunakan liquid cooled alias radiator.
Penggunaan sistem pendingin dengan radiator membantu menjaga suhu mesin tetap stabil, meningkatkan efisiensi, dan umur mesin yang lebih baik.
Menggunakan Mono Shock
Mengadopsi suspensi belakang monoshock memberikan kenyamanan dalam menangani berbagai jenis jalan, memberikan stabilitas dan kontrol yang baik saat berkendara.
Kekurangan Jupiter MX 135
Selip Kopling
Salah satu kelemahan yang terdapat pada model ini adalah masalah selip kopling. Untuk mengatasi hal ini, beberapa pengguna melakukan modifikasi dengan membolongi rumah kopling agar oli dapat membasahi kampas koplingnya.
Belum Ada Cakram Belakang pada Generasi Awal
Generasi awal Jupiter MX belum dilengkapi dengan cakram belakang, yang dapat menjadi kekurangan dalam kinerja pengereman yang optimal. Cakram belakang begitu andal terutama pada kondisi jalan yang menuntut pengereman yang lebih kuat dan tajam.
Namun keluhan ini sudah tidak dirasakan lagi oleh pengguna Jupiter MX generasi kedua khususnya varian kopling manual karena sudah dilengkapi dengan cakram belakang.
Minim Tempat Penyimpanan
Desain Jupiter MX yang ramping kurang memberikan ruang penyimpanan memadai, karena hanya tersedia tempat penyimpanan kecil untuk toolkit. Jadi jangan harap memiliki bagasi seperti Honda Supra X yang dapat memberikan tempat penyimpanan lebih besar.
Sejarah Jupiter MX
Motor ini pertama kali dijual di Tanah Air pada 2005 silam, dengan desain bodi tajam garis runcing, mesin tegak dan menggunakan monoshock yang membuatnya semakin sporty.
Tak membutuhkan waktu lama motor ini langsung menjadi idola. Apalagi pada saat itu Jupiter MX menggunakan mesin berkapasitas 135 cc, yang cukup besar jika dibandingkan pabrikan lain masih menggunakan mesin 125 cc untuk kelas bebeknya.
Lawan terdekat hanya bebek Kawasaki ZX 130 yang menggunakan mesin 130cc.
Kemudian pada 2010, hadir generasi keduanya dengan membawa beberapa perubahan baik dari sisi desain yang lebih tajam, di bagian transmisi khususnya versi kopling kini sudah menggunakan 5 percepatan serta pengereman belakangnya sudah menggunakan cakram belakang.
Spesifikasi Jupiter MX
Jupiter MX 135 generasi pertama memiliki dimensi yang tidak jauh berbeda dengan motor-motor bebek pada umumnya yang ada pada generasinya yaitu panjang 1,945 mm, lebar 705 mm, tinggi 1,065 mm, tinggi tempat duduk 770 mm dan jarak terendah dari tanah yaitu 140 mm.
Sedangkan untuk mesin menggunakan mesin 135 cc 4 tak SOHC, berpendingin cairan serta menggunakan DiASil silinder dipadukan dengan forged piston yang mampu menghasilkan tenaga 11,3 hp pada 8,500 rpm dan torsi maksimal 11,6 Nm di 5,500 rpm.
Ada dua pilihan transmisi yaitu semi otomatis dan manual kedua pilihan tersebut sama-sama menggunakan transmisi 4 percepatan.
Di Bagian kaki-kaki, shock depan menggunakan model teleskopik dan belakang monoshock, pelek depan ukuran 1.40 dibalut ban 70/90 sedangkan di belakangnya ukuran 1.80 dipadukan ban ukuran 80/90.
Pengereman depan cakram sedangkan belakang drum brake.
Lanjut ke spesifikasi Jupiter generasi kedua dibekali dengan ukuran yang lebih besar sedikit dibanding generasi sebelumnya yaitu panjang 1,960 mm, lebar 695 mm, tinggi 1,080 mm, tinggi tempat duduk 770 mm serta jarak terendah masih sama yaitu 140 mm.
Untuk mesinnya masih sama yaitu 135 cc 4 tak SOHC berpendingin cairan tetapi dilakukan sedikit penyesuaian sehingga menghasilkan tenaga dan torsi yang lebih besar yaitu 12,35 hp serta torsi 12,14 nm.
Selain tenaga yang meningkat sistem transmisi juga mendapat penyegaran khususnya pada versi kopling manual karena menggunakan transmisi 5 percepatan layaknya motor sport, sedangkan untuk versi semi otomatisnya masih sama dengan sebelumnya yaitu 4 percepatan.
Tidak hanya bagian mesin sektor kaki-kaki juga mendapat update pertama ukuran pelek belakang menjadi 2.50 ban 100/70 sedangkan bagian depannya masih sama yaitu 1.40 ban 70/90. Kedua untuk rem belakang sudah menggunakan cakram belakang yang memberikan pengalaman pengereman yang lebih baik.
Sayangnya upgrade pada sektor kaki-kaki diatas hanya tersedia pada varian kopling manual sedangkan untuk varian semi otomatis masih sama dengan versi sebelumnya.
Terakhir dari sektor kaki-kaki kini baik versi kopling manual dan semi otomasi sudah menggunakan pengaturan rantai seperti Vixion yang lebih mudah pengaturannya karena terdapat angka yang dapat disamakan antara kanan dan kirinya.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, Jupiter MX 135 tetap menjadi pilihan populer di kalangan penggemar motor bebek. Keunggulan dalam performa dan desainnya yang futuristik menjadi daya tarik utama, sementara kekurangan tersebut seringkali dapat diatasi melalui modifikasi atau adaptasi pengguna.
Dengan sejarahnya yang kuat dan berbagai kelebihan yang ditawarkan, Jupiter MX tetap menjadi salah satu motor bebek yang diingat dan diapresiasi oleh para penggemar sepeda motor.