Scroll untuk baca artikel
Berita

Kelebihan dan Kekurangan Toyota Corolla Liftback, Motuba Keren Mulai Rp40 Jutaan

×

Kelebihan dan Kekurangan Toyota Corolla Liftback, Motuba Keren Mulai Rp40 Jutaan

Share this article
kelebihan-dan-kekurangan-toyota-corolla-liftback,-motuba-keren-mulai-rp40-jutaan
Kelebihan dan Kekurangan Toyota Corolla Liftback, Motuba Keren Mulai Rp40 Jutaan

Toyota Corolla Twincam Liftback pertama kali diluncurkan pada tahun 1987 dan hanya bertahan hingga tahun 1990. Mobil ini masih sedarah dengan Corolla Twincam sedan, dengan kode body AE92. Dinamakan liftback karena kaca dan pintu bagasi yang menyatu. 

Liftback dalam industri otomotif digunakan untuk hatchback di mana pintu belakang lebih landai dan menonjol buntutnya dibanding hatchback. 

Periode edar yang singkat ini karena desain Toyota Corolla Twincam Liftback nggak cocok dengan selera pasar. Alasannya, desain buntut Toyota Corolla Twincam Liftback yang setengah sedan dan setengah hatchback ini dianggap aneh.

Pada saat awal kemunculannya, masyarakat Indonesia belum terlalu suka desain liftback, sehingga model sedan yang lebih difavoritkan. Kini situasi sedikit berbalik, dimana Corolla Liftback mulai banyak mendapat penggemar karena desain yang sporty serta mesin yang lumayan bertenaga. 

Kini harga pasaran Corolla Liftback juga relatif terjangkau, mulai dari Rp40 jutaan. Namun untuk ketersediaan unitnya cukup langka, dan bakal makin mahal bila kondisi yang dijual cukup bagus.

Dengan desain yang stylish ala akhir 80-an, seperti apa kelebihan dan kekurangan dari Toyota Corolla Liftback ini? Simak ulasannya sebagai berikut.

Kelebihan Toyota Corolla Liftback, Stylish dan Tenaganya Oke

Mesin yang Tenaganya Lumayan

File:Toyota Sprinter Cielo GT AE92 05.jpg - WikipediaCorolla Liftback memakai mesin twincam 1.600 cc karburator. Twincam adalah teknologi pada mesin Toyota seri 4AF yang menggunakan noken as ganda serta digerakkan dengan dua gear camshaft.

Tenaganya cukup memuaskan buat yang suka kecepatan. mesin yang digunakan pada Toyota Corolla Liftback ini adalah 4AF DOHC 16 valve dengan karburator berkapasitas 1600cc, yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 94 Hp pada 6000 rpm dan torsi 126,5Nm pada 4000rpm.

Pilihan transmisi untuk Corolla Liftback hanya tersedia manual 5 percepatan dengan penggerak roda depan.

Untuk ukuran mobil 90-an, tenaga di atas 90 hp itu cukup besar. Apalagi ini diproduksi dari mesin yang hanya 1.600 cc dan masih karburator. Konsekuensinya, konsumsi BBM Corolla Liftback sedikit lebih boros dengan kisaran standar antara 1:10 sampai 1:12. 

Desain Corolla Liftback Lebih Modis Ketimbang Corolla Twincam Sedan

Dengan bodi yang timeless, membuat Corolla Liftback masih layak disejajarkan dengan mobil keluaran terbaru sekalipun.

Walau memakai seri body yang sama, tapi ada beberapa perbedaan pada fisik luar Corolla Twincam maupun Corolla Liftback. Perbedaannya pada headlamp dan tentu saja buntut kap belakangnya.

Desain headlamp Corolla Liftback lebih tegak dan sudut lancip di lampu sein posisinya ada di atas. Sementar itu pada Corolla Twincam sedan, bentuk headlamp lebih landai pada sisi bumper. Kemudian, posisi lampu sein pada ujung lancipnya ada di bawah. 

Kemudian, Corolla Liftback sempat mengalami facelift yang diperkenalkan pada tahun 1990. Perbedaan dengan pre facelift ada di bumper depan, headlamp, dan warna interior. Hanya saja, Toyota Corolla Liftback facelift ini agak langka populasinya. 

Sisi menarik jelas pada pintu bagasinya yang juga disebut sebagai fastback. Pada model liftback ini buntutnya agak pendek daripada model sedan. 

Karena berkonstruksi liftback, maka kaca belakang menyatu dengan pintu bagasi. Ini membuat kaca belakang ikut terbuka ketika bagasi dibuka, sehingga memberikan akses bagasi yang lebih luas.

Desain cover lampu belakangnya di versi liftback bergaya cembung yang agak lancip. Aksen belakang lebih sporty ketimbang versi sedannya yang berbentuk rata begitu saja.

Kenyamanan Kabin dan Handling Serupa Corolla Twincam

Dengan basis platform yang sama, tentu bagian kaki-kaki dan steering antara Corolla Liftback maupun Corolla Twincam juga banyak kemiripan.

Rancangan kaki-kakinya mirip dengan Corolla Twincam sedan, handling sampai kenyamanan versi Liftback ini sama persis dengan saudaranya di versi sedan.

Gampang Dimodifikasi Soal Penampilan Maupun Performa

Toyota Liftback 88 AjibPunya Corolla Liftback ini seolah seperti memiliki kanvas yang bisa kita lukis sesuai selera. Maksudnya, mobil ini bisa kita modifikasi sesuai keinginan. Entah itu modifikasi penampilan atau meningkatkan performa.

Paling gampang jelas upgrade penampilan. Mau dibawa elegan bisa, konsep racy bisa, hingga mengubah tampilan versi JDM ala Sprinter Cielo juga keren. Paling gampang yaitu ganti velg lebar dan pasang aksesoris berupa ducktail di pintu belakang. 

Sistem audio juga tak ada salahnya diupgrade dengan head unit single din yang sudah memiliki fitur USB dan Bluetooth agar bisa terkoneksikan dengan ponsel. Makin komplit, sound system juga bisa diganti dengan speaker dari merek ternama.

Bila ingin meningkatkan performa, Corolla Liftback bisa dipasangi turbo, yang dikawinkan dengan head 7A-FE yang sudah di porting polish.

Kelemahan Toyota Corolla Liftback, Kalah dengan Usia

Toyota Liftback 88 AjibKekurangan pada Toyota Corolla Twincam Liftback ini secara umum sama seperti versi sedannya. Namun ada beberapa poin spesifik yang hanya dialami pada varian Liftback. Paling sulit yaitu body parts bagian belakang, seperti lampu, bemper, bagasi dan kaca belakang, karena populasinya yang tidak banyak.

Unit copotan yang ada pun jumlahnya tak banyak sehingga kadang kita perlu order copotan ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia untuk beberapa body part.

Karena usia pakai, pegas hidrolik pembuka bagasi belakang cepat melemah akibat pintu belakang yang lebih berat daripada versi sedan. Selebihnya, penyakit yang muncul disebabkan karena usia kendaraan yang mulai uzur.

Toyota Liftback 88 Ajib 12

Bagian mesin kerap ditemukan gejala overheat  karena komponen yang sudah termakan usia dan ukuran spuyer yang terlalu kecil. Karburator akibat usia pakai yang terbilang sudah tua, kadang membuatnya sering ngadat.

Komponen kaki-kaki juga rentan bermasalah pada bagian as roda, long tie rod dan end tie rod. Ini karena Corolla Liftback memakai penggerak roda depan, sehingga kaki-kaki depan harus bekerja berat.

Periksa juga bagian power steering, karena biasanya ditemukan kebocoran pada seal pompa power steering dan selang high pressure di steering rack. Sudah sewajarnya jika kaki-kaki dan sistem pendinginan dari Corolla Liftback mendapat peremajaan, karena  mobil ini sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Di luar body part, Corolla Liftback memiliki biaya perawatan yang murah. Harga suku cadang murah, mesin cukup bandel, dan suspensi terbilang nyaman untuk mobil di eranya.

Kesimpulan

Toyota Corolla Liftback bisa jadi opsi bagi kalian yang ingin nostalgia back to 90’s. Mobil ini menawarkan paket yang nyaris lengkap untuk menuntaskan hasrat jiwa muda. 

Desainnya stylish, handlingnya oke, tenaga mesinnya lumayan, bensinnya tidak boros-boros amat, sparepart murah selain body part. Bila bosan main standar, Corolla Liftback juga gampang dimodifikasi dari berbagai aspek.

Mulai dari sekedar pasang aksesoris seperti ducktail hingga upgrade velg yang lebih lebar dan pasang setir Nardi supaya terkesan retro. Modifikasi dengan gaya JDM ala Sprinter Cielo juga oke. 

Kalau kurang puas, sekalian saja modifikasi performa dengan pasang turbo, sekalian mengubah sistem pembakaran karburator menjadi sistem injeksi dan upgrade saluran pembuangan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *