Yamaha Byson pertama kali dipasarkan pada pertengahan tahun 2010 lalu. Motor bermesin 150 cc ini memiliki kelebihan pada tampilannya sangar dan gahar, yang kala itu menjadi pelopor motor lokal dengan velg dan ban lebar, dan desain yang ala moge look.
Yamaha Byson diposisikan sebagai motor sport entry level dari Yamaha, di bawah Yamaha Scorpio dan Yamaha Vixion. Kehadiran Yamaha Byson disambut hangat masyarakat dan penjualannya pun cukup oke bagi Yamaha. Konsumen yang berminat pun terpaksa harus inden karena saking banyaknya peminat motor ini.
Sebagai informasi, Yamaha Byson generasi pertama ini masih mengandalkan karburator. Bicara Yamaha Byson terutama generasi pertama, selain tampangnya yang ganteng dan keren, harga si Kebo ini benar-benar cukup menggiurkan untuk sekelas motor 150cc.
Rata-rata dijual dengan harga bekas hanya di kisaran 5-10 jutaan. Kalau beruntung, kalian bisa dapat unit Kebo dengan kondisi mulus dengan harga yang bikin senyum. Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan naked bike yang satu ini?
Simak ulasannya sebagai berikut.
Kelebihan Yamaha Byson Gen 1, Kekar dan Moge Look
Tampilan si Kebo Byson ini cukup gagah, bahkan jadi yang paling gagah untuk motor naked sport 150 cc kala itu. Byson yang kekar tak kalah gagah bila berjejer dengan jajaran moge 600 cc yang tentunya besar dan padat.
Yamaha Byson penampilannya gagah dan kekar karena menggunakan suspensi depan teleskopik dengan tabung 41 mm. Lalu suspensi belakang sudah dilengkapi monoshock yang memberikan kesan sporty.
Agar kaki-kaki tampil padat, Byson memakai velg palang lima berukuran lebar, yang dibalut dengan ban ukuran 100/80-17 dan 120/70-17 sehingga mirip big bike 600 cc. Karakter kedua suspensinya ini cenderung empuk sehingga nyaman dikendarai baik untuk perkotaan ataupun touring.
Bodinya juga berpostur bulky dengan tangki berukuran 12 liter yang dibungkus cover plastik. Pihak Yamaha beralasan bila cover plastik ini agar mudah membentuk lekuk kekar tangkinya.
Fitur Modern Pada Masanya
Fitur yang diusung oleh Byson sudah lumayan oke. Fitur ini antara lain seperti speedometer Full Digital, monoshock, ban dan velg gambot, serta ukuran shockbreker depan 41mm.
Jangan lupa, tangki yang cukup besar membuatnya tidak perlu sering mampir SPBU untuk isi bensin. Walau Byson ini motor dengan transmisi manual tapi fitur tadi membuatnya cukup nyaman untuk dipakai sehari-hari.
Desain yang Modif-able
Nomenklatur Yamaha Byson sejatinya bukan dari keluarga MT-Series tapi penampilannya gagah dan sekilas mirip seperti MT-06. Dengan postur yang gagah berotot ini membuat Byson bisa dengan mudah dimodifikasi tanpa banyak mengubah desain asli.
Modifikasi hanya sebatas mengganti spakbor belakang dan stoplamp aftermarket agar bisa menyerupai gaya ala MT-06.
Mesin yang Mengejar Irit
Walau wujudnya naked bike, namun Byson ini termasuk motor sport yang irit. Yamaha Byson dibekali mesin 4-tak, 153 cc, SOHC 2 katup pendingin udara dikawinkan transmisi manual 5-percepatan. Mesinnya bisa hasilkan tenaga sebesar 10,1 PS di 7.500 rpm serta torsi maksimal 10,5 Nm di 5.500 rpm.
Besaran tenaganya tidak istimewa untuk motor 150 cc, tapi soal efisiensi luar biasa. Yamaha Byson gen 1 ini konsumsi bahan bakarnya bisa sampai 44 km/liter, berbekal karburator tipe vakum Mikuni BS26.
Posisi Berkendara yang Nyaman
Dengan konsep sport touring, maka posisi berkendara dari Yamaha Byson disebut para penggunanya cukup nyaman. Ini karena setangnya tinggi sehingga badan tidak perlu menunduk saat mengendarai si Kebo ini.
Setangnya lebar memudahkan bermanuver, begitu juga dengan letak pijakan kaki yang proporsional. Selain itu, Byson punya desain jok pengendara yang lumayan lebar dengan tangki yang besar. Desain cover tangkinya sangat nyaman untuk diapit oleh dua paha.
Kekurangan Yamaha Byson Karbu, Harga Bekasnya Lebih Murah Dari Skutik
Sudah jadi rahasia umum bila kini motor sport baik itu naked atau fairing sudah tidak terlalu disukai untuk berkendara harian. Hal ini berdampak pada harga bekasnya yang cukup anjlok.
Byson generasi pertama yang masih memakai karburator pun turut merasakan dampak tersebut. Harga bekas Yamaha Byson cukup murah untuk sebuah motor naked touring. Sebagai gambaran, harga termurah untuk unit dengan pajak hidup di kisaran Rp7 juta. Untuk unit yang pajak mati lama bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp4 jutaan.
Bila dibandingkan, pasaran bekas Yamaha Byson ini lebih murah dari Honda Beat FI 2013 yang ada di kisaran Rp8 juta. Harga Byson ini pun mirip seperti pasaran Supra X 125 Batman yang dijual dengan pajak hidup.
Tenaga Pas-Pasan dan Akselerasi Lambat
Yamaha Byson dirancang bukan sebagai naked sport yang mengejar performa. Motor ini sudah punya modal desain yang macho maka sisi performa terpaksa harus dikorbankan.
Sudah dijelaskan di atas bila tenaga Byson karbu ini biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tarikan bawah biasa, tarikan atas kurang bertenaga sehingga motor ini hanya cocok buat berkendara santai.
Bila motor ini ditambahi boks dan perangkat lain untuk kebutuhan touring, jelas jadi semakin terasa payah tarikannya.
Salah satu penyebabnya karena karena tertahan oleh karburator tipe Vakum serta jalur intake panjang. Ini membuat supply bbm lama untuk menuju ruang bakar. Jadilah akselerasi Byson kurang responsif bila dibandingkan dengan motor sekelasnya.
Karburator Vakum Gampang Ngempos
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Yamaha Byson dilengkapi karburator tipe vakum Mikuni BS26 yang punya penyakit ngempos. Ini jadi penyakit yang cukup sering dialami karburator Vakum, dengan gejala mesin batuk-batuk, meski tak sampai membuat mesin mogok.
Solusi paling gampang yang banyak dilakukan pengguna Yamaha Byson gen 1 ini dengan mengganti dengan karburator Keihin PE28 yang bertipe skep langsung. Ukuran venturi yang lebih besar 2mm juga memberi asupan udara yang lebih banyak sehingga membuat tenaganya jadi lebih responsif.






